<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412</id><updated>2012-02-11T11:07:55.103-08:00</updated><category term='canisius'/><category term='100 tahun seminari'/><category term='surat paus'/><category term='seminaris'/><category term='seminari mertoyudan'/><category term='cerita kita'/><category term='refleksi cinta'/><category term='danasmara'/><category term='database'/><title type='text'>danasmara</title><subtitle type='html'>cerita manusia manusia penabur cinta</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>82</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-953348205879510803</id><published>2011-11-21T08:52:00.000-08:00</published><updated>2011-11-21T08:52:12.521-08:00</updated><title type='text'>(Mencari) It's My Life</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Aku mau sedikit nostalgia dengan pengalaman masa kecilku. Ketika masih anak-anak rasanya surga begitu dekat tetapi sekarang sudah bertambah dewasa kok neraka yang makin dekat. Ah, itu sih bualanku saja. Yang jalas aku akan mulai permenungan ini dengan&amp;nbsp; sharing pengalamanku.&amp;nbsp; Bukannya mau sombong karena sejak kelas lima SD, aku sudah mendapat pelajaran biologi. Biologi menjadi pelajaran yang menarik setelah aku sadari sekarang ini. Dalam salah satu babnya, aku belajar mengenai lingkungan hidup. “Jadi, anak-anak perlu diketahui ada dua macam benda dalam lingkungan hidup kita yaitu mahkluk hidup dan benda mati”, kata bu guruku Lalu aku dan teman-teman diajak ibu guru ke taman depan kelas. Kami disuruh mengamati benda-benda di sekitar kami dan membedakan mana yang hidup dan yang mati. Akhirnya kami dapat merumuskan ciri-ciri dari keduanya. Benda hidup itu bisa bernafas dan benda mati tidak. . Itulah pelajaran yang nampaknya sederhana dan mendasar untuk dipahami. Hanya itu saja yang aku ingat dari pelajaran biologi di kelas lima.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Masih membicarakan benda mati dan mahkluk hidup walau bukan dalam pelajaran biologi lagi. Aku merasa zaman sudah semakin modern (baca: bergerak cepat). Manusia semakin dapat menciptakan benda-benda mati ini menjadi sesuatu yang hidup. Mereka menamainya dengan tekhnologi. Jepang dan Amerika bersaing dalam menciptakan berbagai jenis robot yang mampu meniru tingkah laku manusia. Ternyata, kerja robot atau diciptakannya tekhnologi ini berperan sebagai pembantu aktifitas manusia. Aku berikan acungan dua jempol bagi mereka yang sudah menciptakan tekhnologi ini sedemikian canggih and mutakhir karena paling tidak banyak orang dibantu dalam menjalankan aktifitas hidupnya dan mengembangkan kehidupan yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Be Carefull !!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Di satu sisi manusia diuntungkan dengan penggunaan alat-alat tekhnologi ini. Fenomena yang paling menarik dan nggak ada habisnya dibahas yaitu kemajuan tekhnologi ponsel dan komputer. Tekhnologi keduanya berkembang dengan amat cepat. Taraf kemajuannya sudah memberikan manfaat yang paling dibutuhkan manusia. Ponsel dan komputer mampu memperpendek jarak dan mempersingkat waktu. Bagi kita sekarang, terlebih-lebih yang menggunakan alat-alat itu, akan berpendapat bahwa dunia ini serasa kecil dan dapat dijangkau kapanpun dan dimanapun. Dengan internet, kita bisa berkirim kabar melalui chatting atau email kepada teman atau orang yang kita kenal sekalipun dari benua ke benua.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Kita perlu menyadari bahwa ada dua penjahat yang bersembunyi di balik kecanggihan semua alat tehnologi itu. Yahhh ! Mereka sudah ditangkap oleh kalangan orang-orang bijak dan ketika ditanyai namanya, mereka mengaku bernama hedonisme dan konsumerisme. Sungguh sulit memasukan mereka dalam penjara “Hati” karena banyak yang memintanya dibebaskan dan membiarkan berkeliaran di kehidupan kita ini. Bagi yang belum kenal, saya akan beberkan data wawancara saya dengan ke dua penjahat ini: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Mulai dari yang Hedonisme: Hedonisme ini terkenal licik, semua yang diberikan hanya ilusi, tipuan sementara, dan kesemuan belaka. Caranya bertindak yaitu dia mengajak orang-orang untuk &lt;i&gt;having fun forever and ever&lt;/i&gt;. Apa komentar dia tentang hidup: “hei manusia, kalo lo bener-bener hidup, nikmatin aja hidup ini, seneng-seneng, kek!!!, lo harus pegang petuah gue, muda foya-foye, tua kaya raye, mati masuk surga, hua-hahhahha...” Semenjak muncul komentar itu makin banyak anak-anak muda yang tertarik untuk berteman dengan hedonisme. Dia ada di mal-mal, di penjuru tempat dugem, warnet, game center,&amp;nbsp; salon, dan masih banyak lagi. Mereka yang sudah kecanduan di mal, salon, dan tempat hiburan lainnya, sejenak akan melupakan tugas atau pekerjaannya dan bahkan masa bodo, karena toh uang tidak akan pernah habis. Hati-hati !! kaum muda. Generasi muda menjadi incarannya, karena mereka masih gampang dipengaruhi dan mau coba sana-coba sini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Berlanjut ke penjahat yang kedua, dia bernama Konsumerisme. Dia masih saudara sepupu dari Hedonisme. Dia akan selalu tertawa jika ada orang yang memborong belanjaan di mal. Cara kerjanya adalah dia akan membuat korbannya tak pernah merasa puas dan selalu ingin mencoba sesuatu yang baru dan lain dari yang lain. Banyak orang terkena tipuannya karena mereka merasa percaya diri dan status sosialnya serasa naik dengan banyaknya barang yang mereka beli dan miliki. Dengan uangnya mereka membeli pakaian dari merk-merk terkenal sepert guess, levi’s, gucci; punya mobil nggak cukup satu, ada honda accord, city, mazda, BMW dan kalo mau makan di Piizza Hut, cafe, or coffe shop. Konsumerisme ini senangnya mendekati mereka yang punya banyak uang. (“He..hehhe, kamu kok tau sih”..: “Ya, iya lah”). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Be Aware&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Hai sobat-sobatku, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Mari kita bayangkan bahwa di sekitar kita ini sedang berkeliaran dua setan itu, konsumerisme dan Hedonisme. Mereka jelas-jelas dapat merusak mental dari tiap-tiap orang. Yang ditawarkan mereka berdua hanya kenikmatan, kebahagian, dan kenyamanan semu. Sebenarnya&amp;nbsp; hanya badan kita saja yang merasakan itu. (Pokoknya, aku sendiri senang... ah masa bodoh dengan orang lain. Emangnya Gue Pikirin). Selagi masih ada uang, kartu kredit, kita berpikir bahwa semua bisa dibeli, disewa dan dinikmati. Kalaupun semua itu dapat dibeli, hanya waktulah yang tidak akan dapat kita beli. Singkatnya, kita tinggal menunggu kapan kita akan mati.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Aku mengajak kamu semua buat apa buru-buru mati kalau kita masih diberi kesempatan untuk hidup. Justru dengan hidup, kita dapat berbuat sebaik-baiknya untuk masa depan kita. Memang zaman sekarang, konsumerisme dan hedonisme merajalela. Dengan tehnologi yang ada dia akan meninabobokan dengan memanjakan hidup kita. Banyak orang sudah dikontrol atau dikendalikan dengan kemudahan dari fasilitas tehnologi itu. Namun, kemudahan itu membuat orang tidak punya daya juang, selalu ingin cepat jadi, dan bahayanya orang mudah juga mengalami stress. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Mereka bukan teman kita, merekalah jelas-jelas musuh kita yang tidak kelihatan. Tidak hanya diri kita saja yang dirugikan tetapi lingkungan sekitar juga mengalami kerusakan. Konsumerisme membuat kita boros untuk membeli dan mengkonsumi makanan kaleng atau plastik. Kaleng dan plastik menjadi sampah yang akan memenuhi tempat kita untuk hidup. Ketika dibuang di TPA, hanya sedikit yang bisa didaur ulang, selebihya akan ada di atas tanah. Efeknya adalah lingkungan sekitar menjadi tidak nyaman karena tidak sedap di mata ataupun hidung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Hedonisme tidak menjamin masa depan kita bakalan gembira, kalau kita tidak mau berusaha. Kesenangan yang bisa dibeli dengan uang tidak akan pernah terus menerus karena toh uang kita akan habis. Justru kita akan merasa menyesal karena masa muda kita dihabiskan hanya untuk senang-senang, jalan-jalan, foya-foya. Waktu yang terus berjalan tidak akan berputar kembali. Masa depan dan cita-cita kita yang ada di depan mata menjadi kabur dan sulit kita raih. (&lt;b&gt;karena apa!!)&lt;/b&gt; karena ulah kita yang maunya mencari gampang dan nikmat untuk diri kita sendiri. Ingat tadi!!! hanyalah waktu yang tidak akan bisa dibeli. So, hari ini bisalah kita merasa senang tetapi besok siapa tau kita akan menangis semalaman karena menyesali kebodohan dan kemalasan kita untuk belajar dan bekerja.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Let,s go Baby!!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoBodyText2" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Ayo, kita mulai sadar dan berani melawan konsumerisme dan hedonisme. Kita punya akal dan hati. Gunakanlah itu untuk menyusun strategi dalam berperang dengan mereka. Sadarilah bahwa tehnologi diciptakan dan digunakan untuk membantu aktifitas hidup manusia seperti bepergian, makan, belajar atau bekerja. Jangan sampai hidup kita dikontol dengan tekhnologi sehingga nafsu kita menjadi teman dari konsumerisme dan hedonisme. Menjadilah orang yang dapat mengontrol tehnologi !! Orang yang mampu mengontrol adalah mereka yang mampu memakai dengan seimbang artinya menggunakan sesuai dengan kebutuhannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Tanamkanlah dalam hati kita satu kata ini yaitu “cukup, cukup dan cukup !!”. Dengan berani mengatakan “cukup” kita memperlakukan barang atau fasilitas milik kita sesuai dengan porsi kebutuhan bukan nafsu keinginan kita. Bersikap cukup juga membuat kita tidak mudah tergiur dengan tawaran iklan-iklan yang semuanya omong kosong. Hematlah uang untuk membeli barang-barang yang penting dan ada gunanya untuk masa depan. Hematlah&amp;nbsp; waktu sehingga kita masih sempat untuk mempersiapkan masa depan dan mewujudkan cita-cita. Kita punya tugas dan tanggungjawab hidup masing-masing. Ada yang bertugas belajar di sekolah, mengerjakan PR untuk mereka yang masih sekolah dan kuliah;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bekerja demi pelayanan pada masyarakat. Itulah tugas yang mesti kita laksanakan sebagai manusia yang punya arah dalam hidup ini.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Bersyukurlah bahwa hidup ini anugrah terindah dari Tuhan yang mahabaik. Dia yang menciptakan mahkluk hidup dan benda mati. Kita diberi kebebasan untuk menggunakan benda-benda mati untuk hidup kita. Benda mati itu adalah sarana untuk hidup kita ini. Lalu pertanyaanya, bagi kita untuk apa kita hidup?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Century&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 150%;"&gt;Santo Ignasius Loyola mengajak kita untuk memahami tujuan hidup manusia dengan nasehatnya yang sangat indah. Dia mengatakan &lt;b&gt;“manusia diciptakan untuk memuji, menghormati serta mengabdi Allah Tuhan kita dan dengan itu menyelamatkan jiwanya.”&lt;/b&gt;. Sungguh kesempatan bagi kita yang masih hidup untuk mengarahkan hidup kita pada Tuhan dalam memuji, menghormati, serta mengabdi pada Sang Empunya kehidupan. &lt;b&gt;Ciptaan lain di atas permukaan bumi diciptakan bagi manusia untuk menolongnya dalam mengejar tujuan ia diciptakan &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-953348205879510803?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/953348205879510803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2011/11/mencari-its-my-life.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/953348205879510803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/953348205879510803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2011/11/mencari-its-my-life.html' title='(Mencari) It&apos;s My Life'/><author><name>Fr. Agung Bram</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02903163179937769256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sp0u4RkgJtU/S5MlFnYzMLI/AAAAAAAAAA0/SOV7slGy_HA/S220/agung+smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-5838278414527729766</id><published>2011-03-29T08:35:00.001-07:00</published><updated>2011-03-29T08:36:39.355-07:00</updated><title type='text'>Mitos Bangsa Indonesia</title><content type='html'>Sejak pertama kita beraktivitas hidup masa kini, sebenarnya ada kenyataan baru sadar atau tidak yang kita akui: Indonesia, negeri tempat kita bertaut dan mengacu diri, ternyata telah menjadi mitos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan baru telah menggeser kenyataan menjadi dunia abstrak, gelap, tak terukur, dan terpendam di dasar ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia baru yang menghidupi dan kita hidupi saat ini adalah sebuah ruang yang diisi berbagai tatanan yang mengartifisialisasi, mematerialisasi, menyuperfisialisasi, hampir semua perangkat dasar kemanusiaan kita, baik fisikal, mental-spiritual, maupun intelektual. Semua jadi terukur, mekanis, dan praktis. Dalam gradasi keakutan masing-masing, hidup kian pragmatis, oportunis, bahkan hedonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita bayangkan sebagai manusia (kepulauan) Indonesia yang ramah, santun, jujur-percaya, spiritualistis, gotong royong, empatik, atau penuh rasa hormat, tinggal jadi cerita usang. Dalam lelucon, sinisme, fabel, atau roman-roman, sastra lisan dan buku-buku komik. Semua yang berkumpul di satu ceruk kesadaran mistis kita adalah kenyataan yang kita bayangkan senantiasa ada, padahal ia hanya khayal atau obsesi belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Asing di rumah sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan yang ”terangkat” (atau ”terpendam”?) itu segera tersadari ketika masuk ke rumah sakit mana saja. Kita seperti kehilangan hak, terabaikan, terkomodifikasi karena harus mengeluarkan lebih dulu sejumlah uang sebelum kita ditangani. Segera kita merasa asing. Merasa menjadi tamu murahan di sebuah rumah, yang sesungguhnya hanya kamar kecil atau bagian dari rumah besar bangsa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tidak demikian yang kita alami, saat dihentikan polisi dari balik tikungan atau keremangan pepohonan? Saat terjebak dalam antrean: tiket mudik Lebaran, lalu lintas macet, hingga permohonan jaminan kesehatan? Saat bertemu aparat pemerintah yang selaiknya melayani tetapi ternyata memecundangi kita? Saat menonton televisi tentang kelakuan elite di parlemen, kabinet, partai politik, lembaga penegak hukum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda menemukan diri sendiri, menemukan Indonesia yang kita pahami sejak dini (mungkin sudah dalam bentuk sejarah atau cerita rakyat), saat mencoba mengerti apa yang terjadi di balik kasus Century, Sri Mulyani, Sekber Partai Koalisi, hingga penangkapan Susno?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betulkah itu Indonesia, saat kedegilan, keserakahan, kebencian, kebohongan, dan semua tabiat hitam manusia, secara terbuka dan tanpa urat malu muncul dalam skenario politik, perilaku, drama, dan gaya hidup elite kita belakangan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia yang kita pahami dan coba terus kita kenali—yang ironisnya kian tidak kita kenali—memang sudah pergi, meninggalkan kita. Meninggalkan masa kini dan masa nanti kita.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mitologis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa lalu bagi negeri ini, bagi kita, bukanlah data yang cerah, jelas dan bening, seperti yang dibayangkan ilmu dan rasionalitas. Karena kelangkaan data, minimnya catatan tertulis, buruknya tradisi dokumentasi kita, juga karena ”permainan” dari para orientalis serta ”indonesianis” hingga permainan politik dan ideologi penguasa, hampir seluruh momen penting dalam sejarah, sesungguhnya telah kabur, remang-hingga-gelap, abstrak, bahkan mistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika peradaban-peradaban tua seperti Mesir, China, dan India memiliki data dan bukti adekuat tentang kenyataan purba mereka, bahkan hingga ribuan tahun sebelum masehi, peradaban kepulauan ini hanya menyimpan data dan bukti sekitar 500 tahun lalu dalam mitologi belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sebenarnya tata hidup Majapahit, siapa sesungguhnya Gajah Mada, Wali Sanga-Syekh Siti Jenar, bilakah Islam masuk, hingga siapa itu Joko Tingkir atau Untung Suropati, belum pernah diketahui pasti. Tak perlu terlalu jauh. Bagaimana terjadinya dan di mana keberadaan Supersemar, masih teka-teki. Padahal, baru terjadi 44 tahun lalu. Bahkan, apa yang terjadi di balik reformasi, siapa sebenarnya yang ”menjatuhkan” Soeharto, belum kita dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita cepat melupakan persoalan, sebesar dan sevital apa pun tentang bangsa ini, kita secara kolektif dan umumnya diinisiasi kepentingan elite, senantiasa memproduksi cerita bahkan fiksi dari sebuah data (peristiwa). Menciptakan mitologi—modern atau urban—kita sendiri. Setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengerdilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah tempat adab, adat, dan tradisi tersimpan, tidak lagi menjadi sumber eksistensi. Posisinya diminorkan dan distigmatisasi oleh standar hidup masa kini. Segala bentuk jati diri dan upaya eksistensial cepat terlempar ke masa lalu menjadi hikayat. Betapa pengerdilan ilmu dan rasionalisme telah memangkas makna sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya dengan pengerdilan itu, hampir delapan bagian dari diri kita, dari peradaban sejati bangsa kepulauan ini, terpendam dalam misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, masih menimbulkan rasa bingung dan tidak percaya, bahkan sebagian menerimanya sebagai ”teror” kemustahilan ketika ada temuan: sejak ribuan tahun sebelum Masehi bangsa kepulauan ini telah memiliki teknologi kelautan dan pelayaran canggih serta menjadi rujukan banyak peradaban lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, fakta adanya suku bangsa yang cukup berpengalaman di masa kita, oleh buku sejarah resmi dikabarkan masih menjadi manusia-goa. Bahwa bukan kita yang jadi tempat pelarian atau penjelajahan bangsa kontinental, melainkan justru bangsa kitalah yang mendarat dan menetap di sana lebih dulu. Ternyata, masih terasa begitu aneh untuk menyadari bahwa kita bukanlah bagian dari bangsa-bangsa dan peradaban kontinental (daratan), melainkan maritim (kelautan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih jika saya menyodorkan sebuah proposisi hipotetikal: semakin mengetahui realitas diri kita (yang kita mitologisir sendiri itu), sesungguhnya semakin dekat kita pada pengetahuan yang memiliki kemampuan adekuat untuk mengantisipasi dan menjawab tuntas persoalan-persoalan kehidupan kita masa kini. Ini bukan soal memercayai atau tidak, melainkan membuktikan. Tinggal, apakah Anda masih bergeming menyatakan apa yang disebut ”lalu”, ”adat”, ”tradisi”, bahkan ”mitologi” sebagai dunia yang beku, statis, zombiistik, kuno, dan ”tidak modern”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, kunci dari kekuatan peradaban (purba) kepulauan ini sesungguhnya ada di sikap mental itu. Begitu akutkah? Begitu beratkah mengubahnya? Jawaban sebenarnya tersedia. Namun, Anda yang memberi lebih dulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-5838278414527729766?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/5838278414527729766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2011/03/mitos-bangsa-indonesia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/5838278414527729766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/5838278414527729766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2011/03/mitos-bangsa-indonesia.html' title='Mitos Bangsa Indonesia'/><author><name>Indra 'iPhe' Purnama, GBR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09419290008132446014</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_J-PZXY7DOMY/S6uqejuZk4I/AAAAAAAAAAg/ycgzJTJ-Nmc/S220/n1072552381_319028_7143949.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-4124296932305508950</id><published>2011-03-20T17:31:00.000-07:00</published><updated>2011-03-20T19:48:07.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seminari mertoyudan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='100 tahun seminari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='canisius'/><title type='text'>100 th Seminari</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Brother, FYI ini logo 100 tahun seminari yang akhirnya deal..&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-8lWCpOO9GAo/TYacGDrylII/AAAAAAAAAZ4/vQhcNqZ537s/s1600/112112112.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="https://lh5.googleusercontent.com/-8lWCpOO9GAo/TYacGDrylII/AAAAAAAAAZ4/vQhcNqZ537s/s640/112112112.jpg" width="383" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-4124296932305508950?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/4124296932305508950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2011/03/100-th-seminari.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/4124296932305508950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/4124296932305508950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2011/03/100-th-seminari.html' title='100 th Seminari'/><author><name>indrahuazu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/TT12sy4MBLI/AAAAAAAAAYM/dQU5nnORBNY/s220/rose2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-8lWCpOO9GAo/TYacGDrylII/AAAAAAAAAZ4/vQhcNqZ537s/s72-c/112112112.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-1463914404353944393</id><published>2011-02-07T06:02:00.000-08:00</published><updated>2011-02-07T06:28:42.084-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seminari mertoyudan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seminaris'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='danasmara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surat paus'/><title type='text'>Surat Paus untuk Seminaris</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNoSpacing" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;SURAT PAUS BENEDICTUS XVI KEPADA PARA SEMINARIS&lt;a href="file:///E:/3.%20Seminari%20Tinggi/SURAT%20PAUS%20BENEDICTUS%20XVI%20KEPADA%20PARA%20SEMINARIS.docx#_edn1" name="_ednref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[i]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Para seminaris yang terkasih,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Ketika pada Desember 1944, saya didaftar untuk masuk wajib militer, komandan kompi bertanya kepada kami masing-masing: apa rencana setiap orang untuk dilakukan di masa depan? Saya menjawab bahwa saya ingin menjadi seorang imam Katolik. Letnan itu menjawab: "Kalau begitu kau harus mencari sesuatu yang lain. Dalam &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;masyarakat Jerman yang baru, imam tidak lagi diperlukan". Aku tahu bahwa "Jerman yang baru" ini sudah akan segera berakhir, dan bahwa, setelah kehancuran dahsyat yang telah dialami negara, imam akan diperlukan lebih dari sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Sekarang situasi benar-benar telah berubah. Dalam cara yang berbeda, banyak orang berpikir bahwa imamat Katolik bukanlah sebuah "pekerjaan" untuk masa depan, tapi lebih ke masa lalu. Anda, teman-teman terkasih, telah memutuskan untuk masuk seminari dan menyiapkan diri untuk melayani sebagai imam dalam Gereja Katolik meskipun ada banyak pertentangan. Anda telah melakukan sesuatu yang baik. Karena orang akan selalu membutuhkan Tuhan, bahkan di zaman yang ditandai dengan penguasaan teknologi dan globalisasi: mereka akan selalu memerlukan Allah yang telah menyatakan diri dalam Yesus Kristus, yang mengumpulkan kita bersama dalam Gereja universal untuk belajar dengan Dia dan melalui Dia makna sejati kehidupan dan dalam rangka menegakkan dan menerapkan tatanan kemanusiaan yang sejati. Di mana orang tidak lagi merasakan Tuhan, hidup terasa hampa; tidak pernah merasa cukup. Orang lalu mencari pelarian dalam euforia dan kekerasan; ini adalah hal-hal yang semakin mengancam para kaum muda. Allah itu hidup. Dia telah menciptakan setiap orang dan Dia tahu semuanya. Dia begitu besar sehingga Ia punya waktu untuk hal-hal kecil dalam hidup kita: "Setiap rambut kepala anda dihitung". Allah hidup, dan Ia membutuhkan orang untuk melayani Dia dan membawa-Nya kepada orang lain. Inilah arti menjadi seorang imam: dunia membutuhkan para imam, gembala, hari ini, besok dan senantiasa sampai kepada akhir zaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Seminari adalah sebuah komunitas yang berjalan menuju pelayanan imamat. Ada hal penting yang telah saya tegaskan disini: seseorang tidak menjadi imam sendirian. "Komunitas para murid" merupakan sesuatu yang hakiki, yang adalah persekutuan mereka yang ingin melayani Gereja agung. Dalam surat ini saya ingin menunjukkan – seraya mengingat masa-masa ketika saya ada di seminari - beberapa elemen yang saya anggap penting untuk tahun-tahun perjalanan Anda.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Siapa saja yang ingin menjadi seorang imam, pertama dan terutama diaharuslah seorang "abdi Allah", seperti diungkapkan  Santo Paulus (1 Tim 6:11). Bagi kita, Allah bukan semata sebuah hipotesis yang abstrak; Ia adalah bukan seseorang yang meninggalkan tempat kejadian setelah "big bang". Allah telah menyatakan diri-Nya dalam Yesus Kristus. Dalam rupa Yesus Kristus kita melihat rupa Allah. Dalam kata-katanya kita mendengar Allah sendiri berbicara kepada kita. Oleh karena itu, hal yang paling penting dalam perjalanan kita menuju  imamat dan selama seluruh kehidupan imamat kita adalah hubungan pribadi kita dengan Allah dalam diri Yesus Kristus. Imam bukanlah pemimpin sebuah persatuan yang mencoba untuk mempertahankan dan memerluas keanggotaannya. Dia adalah utusan Allah bagi umat-Nya. Dia hendak mengarahkan mereka kepada Tuhan dan dengan cara ini mendorong persatuan yang sejati antara seluruh manusia. Itulah sebabnya, teman-teman terkasih, pentingnya belajar untuk hidup dalam kesatuan mesra yang konstan dengan Allah. Ketika Tuhan memerintahkan kita untuk "berdoa terus-menerus", ia jelas tidak meminta kita untuk mengucapkan doa-doa yang tak berujung, melainkan Ia mendesak kita tidak pernah kehilangan kedekatan batin kita kepada Allah. Berdoa berarti tumbuh di keintiman ini. Jadi, penting bahwa hidup harian kita harus dimulai dan diakhiri dengan doa, bahwa kita mendengarkan Allah dalam membaca Kitab Suci; bahwa kita berbagi dengan-Nya keinginan dan harapan, sukacita dan kesulitan, kegagalan dan ucapan syukur atas semua berkatNya, dan dengan demikian membuat-Nya senantiasa hadir sebagai acuan untuk hidup kita. Dengan cara ini, kita semakin menyadari akan kelemahan kita dan belajar untuk memperbaikinya, tapi kitapun semakin menghargai segalakeindahan dan kebaikan yang sering kita anggap sebagai lazim dan kita bertumbuh dalam rasa syukur. Dengan rasa syukur ini, tumbuh rasa sukacita karena Allah dekat dengan kita dan bahwa kita dapat melayani dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Bagi kita, Allah bukan semata Firman. Di dalam sakramen-sakramen, Ia memberi diri-Nya kepada kita secara pribadi, melalui realitas indrawi. Inti hubungan kita dengan Allah dan cara hidup kita adalah Ekaristi. Dengan merayakannya penuh devosi, dan dengan demikian bertemu Kristus secara pribadi, harus menjadi pusat dari kesehariankita. Dalam penafsiran Santo Siprianus atas doa Injili, "Berikanlah kami pada hari ini roti secukupnya", katanya antara lain bahwa roti "kami" - roti yang kita terima sebagai orang Kristiani di Gereja - adalah Tuhan ekaristi itu sendiri. Dalam permohonan doa Bapa Kami ini, lalu, kita berdoa agar Dia dapat memberi kita roti setiap hari; dan semoga selalu memelihara hidup kita; bahwa Kristus yang telah bangkit, yang memberikan diri-Nya kepada kita dalam Ekaristi, benar-benar dapat membentuk seluruh hidup kita dengan sinar cinta ilahi-Nya. Perayaan Ekaristi yang tepat melibatkan sikap mengetahui, memahami danmencintai liturgi Gereja dalam bentuknya yang konkret. Dalam liturgi, kita berdoa dengan umat dari beberapa abad lalu, masa kini dan masa depan, yang bersatu dalam satu paduan suara besar, yaitu doa. Sebagaimana saya dapat menyatakan dari pengalaman pribadi, sangat mengagumkan untuk memelajari bagaimana semua itu berkembang, sungguh sebuah pengalaman iman yang maha besar yang tercermin dalam struktur Misa, dan bagaimana semuanya itu dibentuk dari doa generasi demi generasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Sakramen Tobat juga penting. Sakramen ini mengajarkan saya untukmelihat diriku sebagaiman Allah melihat saya, dan ini mendorong saya untuk jujur dengan diriku sendiri. Juga mendorong saya kepada sikap kerendahan hati. The Cure Pastor dari Ars pernah berkata: "Engkau berpikir bahwa tidak masuk akal diampuni hari ini, karena anda tahu bahwa besok anda akan melakukan lagi dosa-dosa yang sama. “Namun”, ia melanjutkan, “Allah langsung melupakan dosa-dosa hari esok untuk memberikan rahmat-Nya pada hari ini". Meskipun kita harus berjuang terus dengan kegagalan yang sama, penting untuk melawan penyesatan jiwa kita dan ketidakpedulian yang menerima keadaan begitu saja. Adalah penting untuk terus memacu ke depan, tanpa kesembronoan, dalam kesadaran penuh syukur bahwa Allah selalu mengampuni dan memperbaharui kita - namun juga tanpa ketidakpedulian yang mungkin membawa kita untuk mengabaikan sama sekali perjuangan demi mencapai kekudusan dan perbaikan diri. Selain itu, dengan membiarkan diriku diampuni, aku belajar untuk mengampuni orang lain. Dalam mengakui kelemahanku sendiri, saya tumbuh lebih toleran dan lebih memahami  kegagalan sesama.\&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Saya mendorong untuk tetap menghargai praktek kesalehan yang umum, yang berbeda dalam setiap kebudayaan namun selalu menunjukkan kemiripan, karena hati manusia pada hakekatnya satu dan sama. Tentu saja, kesalehan populer cenderung  irasional, dan kadangkala agak dangkal. Namun, akan sangat keliru jika mengabaikannya. Melalui kesalehan itu, iman telah merasuki hati manusia dan menjadi bagian dari warisan umum kebiasaan dan adat istiadat, membentuk kehidupan dan perasaan masyarakat. Maka, kesalehan populer merupakan salah satu harta yang besar Gereja. Iman telah mendarah daging. Tentu saja, kesalehan populer selalu perlu dimurnikan dan difokuskan kembali, namun patut dicintai dan benar-benar membuat kita masuk ke dalam "umat Allah".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Di atas segalanya, waktu yang anda tempuh di seminari juga merupakan suatu masa studi. Iman Kristiani pada dasarnya memiliki dimensi rasional dan intelektual. Ketika dimensi itu kurang, maka bukanlah iman kristiani. Paulus berbicara tentang "standar pengajaran", dalam mana kita semua dipercayakan dalam Pembaptisan (Rom 6:17). Anda semua tahu kata-kata Santo Petrus, yang oleh para teolog abad pertengahan melihatnya sebagai pembenaran untuk suatu teologi rasional dan ilmiah: "Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab (logos) dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu” (1 Pet 3:15). Belajar bagaimana membuat pertanggungan jawab semacam itu merupakan salah satu tanggung jawab utama anda dalam tahun-tahunmu di seminari. Saya bisa memohon bersama dengan Anda:berkomitmenlah dengan studi anda! Gunakanlah sebaik-baiknya masa studi anda! Anda pasti tidak akan menyesal. Tentu saja,  pelajaran yang anda pelajari kelihatan jauh dari praktek kehidupan umat Kristiani dan pelayanan pastoral. Namun kelirulah jika mulai mempertanyakan nilai praktisnya dengan bertanya: Apakah ini semua akan membantu saya di masa depan? Apakah praktis atau berguna secara pastoral? Intinya adalah kita tidak hanya belajar hal-hal yang kelihatannya berguna, tetapi belajar untuk memahami dan menghargai struktur internal iman sebagai satu keseluruhan, agar dapat menjadi jawaban terhadap pertanyaan umat, yang kelihatannya berubah dari satu generasi ke generasi lain, namun pada akhirnya tetap sama. Oleh sebab itu, penting untuk bergerak melampaui masalah-masalah yang selalu berubah agar dapat memahami bahwa jawaban yang ada adalah jawaban yang nyata. Sangat penting untuk memiliki pengetahuan mendalam tentang Kitab Suci secara keseluruhan, dalam kesatuannya sebagai Perjanjian Lama dan Baru: pembentukan teks, karakteristik sastra, proses dimana mereka dibentuk menjadi kanon kitab suci, kesatuan internal yang dinamis, sebuah kesatuan yang mungkin tidak segera nampak jelas tetapi yang sebenarnya memberikan kepenuhan arti masing-masing teks. Penting untuk menjadi akrab dengan para Bapa Gereja dan Konsili-Konsili Agung di mana Gereja disesuaikan, melalui refleksi penuh iman, elemen-elemen penting dari Kitab Suci. Dengan mudah saya bisa meneruskan. Apa yang kita sebut teologi dogmatis adalah pemahaman setiap unsur iman dalam kesatuannya, dalam kesederhanaannya: setiap unsur iman, pada akhirnya, tidak lain merupakan petunjuk dari iman kita kepada Allah yang Esa, yang telah menyatakan dirinya kepada kita dan terus melakukannya. Saya tidak perlu menunjukkan pentingnya mengetahui teologi moral dan ajaran sosial Katolik. Saat ini, jelas betapa pentingnya teologi ekumenis, dan pengetahuan tentang keragaman umat Kristiani; sama seperti kebutuhan untuk pengenalan dasar agama-agama besar, tanpa menyebutkan filsafat: pemahaman mengenai proses bertanya dan mencari yang mana iman berusaha untuk menjawab. Tapi Anda juga harus belajar untuk memahami dan - saya berani mengatakan itu - untuk mencintai hukum kanon, menghargai betapa besar ia diperlukan dan menilai penerapanpraktis: suatu  masyarakat tanpa hukum akan menjadi masyarakat tanpa hak. Hukum adalah tuntutan cinta. Saya tidak akan melanjutkan daftar ini, tapi hanya mau mengatakan sekali lagi: cintailah studi teologi dan laksanakanlah dalam realisasi nyata bahwa teologi berakar di dalam komunitas Gereja yang hidup, yang dengan kewenangannya, bukan kebalikan dari ilmu teologi tapi penyangkaannya. Terputus dari Gereja yang beriman, teologi akan berhenti menjadi dirinya sendiri dan sebaliknya akan menjadi suatu perpaduan dari berbagai disiplin ilmu yang kurang memilik ikatan kesatuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Tahun-tahun anda di seminari juga hendaknya menjadi waktu pertumbuhan menuju kedewasaan manusia. Hal ini penting bagi imam, yang dipanggil untuk mendampingi orang lain dalam perjalanan hidup menuju ambang kematian, untuk memiliki keseimbangan antara hati dan pikiran, akal dan perasaan, tubuh dan jiwa, dan menjadi manusiawi yang utuh.Kebajikan-kebajikan teologis yang dalam tradisi Kristiani selalu terkait dengan kebajikan utama berasal dari pengalaman dan falsafah manusia, dan secara lebih umum, dari tradisi etika kemanusiaan yang sehat. Paulus mengungkapkan hal ini secara sangat jelas kepada jemaat di Filipi: "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu"(4:8). Hal ini juga melibatkan seksualitas ke dalam seluruh kepribadian. Seksualitas adalah karunia dari Sang Pencipta namun juga merupakan tugas yang berhubungan dengan pertumbuhan seseorang menuju kedewasaan manusiawi. Bila tidak terintegrasi dalam diri orang tersebut, seksualitas menjadi dangkal dan merusak. Saat ini kita dapat melihat banyak contoh dalam masyarakat kita. Baru-baru ini kita melihat dengan penuh kecemasan beberapa imam yang merusak pelayanan mereka dengan melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak dan orang muda. Bukannya membimbing orang untuk menjadi manusia dewasa dan menjadi contoh, tingkah laku kasar mereka menyebabkan kerusakan besar yang kita merasa malu dan menyesal secara mendalam. Sebagai akibat dari semuanya ini, banyak orang, bahkan mungkin sebagian dari anda, bertanya apakah baik untuk menjadi seorang imam, apakah pilihan selibat masuk akal sebagai cara hidup yang benar-benar manusiawi. Namun, bagaimanapun penyalahgunaan yang paling tercelapun tidak dapat mendiskreditkan misi imam, yang tetap agung dan murni. Syukur kepada Tuhan, kita semua tahu ada imam teladan, hidup mereka yang ditopang oleh iman, yang memberikan kesaksian bahwa seseorang dapat mencapai kemanusiaan otentik, murni dan dewasa dengan keadaan dan dalam kehidupan selibat. Memang, apa yang telah terjadi seharusnya membuat kita semua lebih waspada dan penuh perhatian, khususnya untuk memeriksa diri kita sendiri dengan sungguh-sungguh, di hadapan Allah, sambil berjalan menuju imamat, sehingga dapat memahami apakah ini kehendak-Nya untuk saya. Ini adalah tanggung jawab dari bapa pengakuan dosamu dan atasanmu untuk menemani dan membantu anda selama masa ketajaman ini. Ini adalah bagian penting dari perjalanan anda untuk berlatih kebajikan dasar manusiawi, dengan pandangan anda pada Allah yang telah menyatakan dirinya di dalam Kristus, dan biarkan diri anda dimurnikan senantiasa olehNya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Saat ini asal-usul panggilan imamat lebih bervariasi dan berbeda daripada di masa lalu. Saat ini keputusan untuk menjadi seorang imam sering diambil setelah seseorang sudah memasuki masa profesi duniawi. Seringkali tumbuh di dalam komunitas, khususnya di dalam gerakan-gerakan, yang mendukung pertemuan dengan Kristus dan Gereja-Nya, pengalaman spiritual dan sukacita dalam pelayanan iman. Panggilan juga menjadi matang dalam pertemuan yang sangat pribadi dengan kebesaran dan kerapuhan eksistensi manusia. Akibatnya, calon imam sering hidup di dunia rohani yang sangat berbeda. Sulit untuk mengenali unsur-unsur umum dari perutusan seseorang di masa depan dan jalan rohaninya. Untuk itu, seminari itu penting sebagai sebuah komunitas yang mengatasi dan melampaui perbedaan rohani. Gerakan-gerakan adalah hal yang luar biasa. Kalian semua tahu betapa saya menghargai mereka dan mencintai mereka sebagai karunia Roh Kudus kepada Gereja. Namun mereka harus dievaluasi mengenai keterbukaan mereka akan apa yang sungguh-sungguh Katolik, bagi kehidupan seluruh Gereja Kristus, yang meskipun banyak perbedaan namun masih tetap bersatu. Masa di seminari adalah masa dimana anda belajar bersama dengan yang lain dan belajar dari yang lain. Dalam kehidupan komunitas, yang kadang penuh kesulitan, anda harus belajar menjadi murah hati dan toleran, tidak hanya menahan, tetapi saling memperkaya satu sama lain, sehingga anda masing-masing akan dapat memberi sumbangan sendiri kepada semua yang lain, karena semua melayani Gereja yang sama, Tuhan yang sama. Sekolah toleransi, memang, yaitu saling menerima dan saling pengertian dalam kesatuan Tubuh Kristus, merupakan bagian penting dari masa-masa anda di seminari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Para seminaris yang terkasih,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Melalui pokok-pokok pikiran ini saya ingin memberitahu anda betapa saya sering mengingat anda, terutama di masa-masa sulit seperti ini, dan betapa saya dekat kepada anda dalam doa-doa. Mohon doakan saya, agar saya dapat melaksanakan pelayanan saya dengan baik, selama Tuhan menghendakinya. Saya mempercayakan perjalanan persiapan anda menuju imamat di bawah perlindungan Bunda Maria yang Tersuci, yang rumahnya merupakan sebuah sekolah kebaikan dan kasih karunia. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati anda semua, Bapa, Putra dan Roh Kudus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Dikeluarkan di Vatikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;pada tanggal 18 Oktober 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;pesta Santo Lukas Pengarang Injil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;BENEDIKTUS PP. XVI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;&lt;div id="edn1"&gt;&lt;div class="MsoEndnoteText"&gt;&lt;a href="file:///E:/3.%20Seminari%20Tinggi/SURAT%20PAUS%20BENEDICTUS%20XVI%20KEPADA%20PARA%20SEMINARIS.docx#_ednref1" name="_edn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[i]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Diambil dari Rautan milik Rm. Y. Gunawan, Pr KAS (Mas Gun)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-1463914404353944393?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/1463914404353944393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2011/02/surat-paus-benedictus-xvi-kepada-para.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1463914404353944393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1463914404353944393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2011/02/surat-paus-benedictus-xvi-kepada-para.html' title='Surat Paus untuk Seminaris'/><author><name>Fr. Angger Poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13611675753364133997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_UXKv2VLNxCk/STjRQij5-YI/AAAAAAAAAB4/Vi-XtKxq4j4/S220/yups+480.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-330101788245387275</id><published>2010-08-02T22:34:00.000-07:00</published><updated>2011-02-07T06:26:12.156-08:00</updated><title type='text'>PENILAIAN AKADEMIS ITU MELANGGAR HAM !!</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya lahir di dunia bukan sebagai orang pintar yang selalu mendapat nilai tertinggi di kelas. Adakalanya saya protes kepada Tuhan mengapa segala usaha saya untuk menjadi unggul itu gagal. Saya juga terkadang memprotes karena segala usaha saya untuk mendapat nilai terbaik dengan belajar giat tidak disertai sukses seperti yang saya harapkan diawal saya memulai untuk niat belajar. Saya tidak dibesarkan oleh keluarga yang &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;mempunyai track record prestasi akademik yang menonjol dan sadar pendidikan. Ayah saya hanya lulusan SMA biasa yang sekarang sekolahanya sudah ditutup. Bahkan menurut penyelidikan dengan membaca dokumen - dokumen yang ada di rumah, ayah saya pernah tidak naik kelas dua kali ketika bersekolah. Sedangkan Ibu saya merupakan lulusan Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Santa Dharma. Namun entah apa alasannya dia tidak pernah merasakan menjadi guru bahasa Indonesia di sekolah manapun. Semenjak saya dilahirkan dia menjadi penjual pupuk pertanian milik keluarga dan track record pendidikanya juga terbilang biasa – biasa saja bahkan ketika menjadi mahasiswa tergolong mahasiswa kuliah – pulang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Latar belakang keluarga saya yang menurut saya kurang peduli dengan kehidupan studinya ini menjadi bekal awal saya menjadi seorang pelajar. Mulanya saya memang tidak peduli dengan pendidikan formal dan yang saya ketahui kalau tugas seseorang pelajar itu adalah belajar hingga lulus kemudian bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Perlahan – lahan pemikiran itu berubah ketika saya harus bersekolah dengan sistem asrama. Disana selain belajar untuk menuntut ilmu, juga harus bisa menjalin jaringan sosial kepada siapa saja. Artinya kegagalan teman saya merupakan kegagalan saya juga sebagai teman yang nota bene adalah orang yang dekat secara lahir batin. Kurang beruntungnya, saya adalah orang yang tergolong lemah dalam studi. Lihat saja rapot nilai saya waktu kelas pertama di SMA Seminari Mertoyudan, dengan nilai minimum untuk bisa naik kelas adalah 65 point, saya hanya mampu memperoleh 66.8 point minus 3 nilai merah (semua nilai dibawah 65 dianggap merah dan batasnya adalah 3 nilai merah). Meskipun lolos untuk melanjutkan ke tingkat berikutnya saya pun harus berjuang keras supaya bertahan diatas 65 point. Hal tersebut dapat saya peroleh dengan mendapat nilai 69.7 point dan itu merupakan nilai terburuk di kelas waktu itu. Betapa malu dan kecewanya saya waktu itu karena menduduki peringkat paling rendah di kelas dan teman – teman saya bisa berbangga karena bukan menjadi juru kunci. Namun dengan nilai yang demikian buruk tidak lantas saya ditinggalkan teman – teman saya, karena mereka selalu mendukung bentuk usaha saya dalam menempuh nilai yang lebih baik. Hal – hal tersebut sebenarnya menjadi kerinduan saya ketika saya menempuh pendidikan di luar asrama. Di dunia perguruan tinggi sangat berbeda iklim pembelajarannya hingga cara belajarnya. Tidak terbayang oleh saya jika di dunia perguruan tinggi merupakan saat dimana saya dibebaskan untuk menentukan jalan menempuh pendidikan yang ditujukan untuk memperoleh gelar sarjana. Hal yang benar – benar berbeda dengan kehidupan di sekolah ketika status saya masih terdaftar sebagai siswa adalah: pertama, ketika anda harus bertemu dengan orang yang selalu berbeda disetiap kelas. Artinya anda harus fleksibel dan tidak melulu bekerjasama dengan orang – orang tertentu yang sudah biasa menjadi rekan kerja. Kedua, angkatan yang lebih tua merupakan sumber informasi yang paling mudah dicari. Hendaknya memiliki relasi dengan angkatan yang lebih tua untuk berkonsultasi tentang strategi pembelajaran dengan dosen – dosen tertentu karena tiap karakter dosen itu berbeda. Juga disamping itu bisa meminjam buku refrensi untuk pembelajaran mata kulaih yang bersangkutan. Ketiga, dekat – dekatlah dengan sebuah lembaga mahasiswa apa saja yang ada di kampus karena di lembaga ini informasi akan segala sesuatu yang sulit diakses oleh mahasiswa yang tidak mengikuti lembaga akan mudah diakses termasuk info beasiswa dan kegiatan lainya yang bisa mendapatkan keuntungan disamping pengetahuan. Lembaga mahasiswa ini sangatlah berbeda dengan OSIS yang ada di sekolah – sekolah. Karena di lembaga ini anda tidak dituntut untuk mematuhi semua perintah namun lebih kepada ajakan untuk bisa mengembangkan potensi –potensi yang ada dalam diri kita dalam komunitas tertentu. Keempat, taruhlah rasa empati kepada aktivis mahasiswa yang ada di kampus. Mereka bukan sekedar orang – orang yang ingin eksis hingga namanya tenar di kampus namun merekalah yang nantinya menjadi ujung tombak ketika ada permasalahan yang berhubungan dengan pihak kampus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perguruan tinggi merupakan pilihan saya setelah menempuh jenjang SMA. Logika bodoh dari saya ketika memutuskan Atma Jaya sebagai perguruan tinggi adalah : Atma Jaya banyak dianungi oleh anak orang - orang kaya dari Yogyakarta maupun luar kota. Jadi jika saya bisa memanfaatkan jalinan relasi yang kuat pastilah mereka akan membantu saya seumpama nasib saya tidak mujur. Hal tersebut bisa saya simpulkan karena tentunya saya yakin akan ada salah satu dari banyak teman di Atma Jaya pasti sukses di masa depan. Namun tentunya sebagai salah satu perguruan tinggi yang baik di Indonesia Atma Jaya menjanjikan output yang berkualitas ketika lulus dari universitas ini ditambah jalinan relasi antara perusahaan – perusahaan besar di Indonesia meyakinkan saya untuk melangkah dengan mantap dan terus berjuang dalam menyelesaikan studi di universitas ini dengan nilai yang baik. Dewasa ini, kehidupan di universitas mulai merubah pola pikir saya dalam mencapai cita – cita, imipan dan harapan kehidupan dimasa yang akan datang. Boleh dibilang Atma Jaya masih jauh tertinggal dengan suksesnya Universitas Gajah Mada (UGM) dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan mempunyai kiprah penting di negara ini. Namun, tidak perlu kecil hati karena menurut saya Atma Jaya sedikit demi sedikit mulai membelokan arahnya ke arah universitas berbasis bisnis yang arahnya adalah menciptakan wirausahawan yang kreatif. Maka dari pada itu, universitas kita lebih senang jika mendatangkan para praktisi bisnis yang sukses dari pada politisi. Jalan yang dibentuk Atma Jaya terutama Fakultas Ekonomi ini tentulah tepat mengingat latar belakang yang berkuliah di sini kebanyakan adalah anak dari wiraswastawan. Namun terkadang hal ini yang juga menjadi kelemahan dalam proses belajar mengajar karena beberapa mahasiswa yang mulai terjun kedalam kenyataan dunia bisnis akan mengeliminasi waktu dalam belajarnya pula, dan akhirnya jenjang waktu kelulusan itu pun menjadi molor. Bagi sebagaian orang, kemoloran ini adalah sebagai proses namun bagi sebagian orang lagi, ini sebagai kegagalan manajemen waktu saja. Mana yang benar ? saya pun tidak tahu jawaban pastinya. Karena hidup anda merupakan jalan anda sendiri. Mana yang terbaik itulah yang harusnya anda jalani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada tahun pertama saya kuliah, saya merupakan mahasiswa yang berorientasi pada pelajaran saja. Setiap setelah habis jam kuliah saya akan pulang dan menikmati tidur siang kemudian malamnya saya bermain dengan teman hingga jam 9 malam barulah saya belajar (karena waktu tinggal dengan nenek saya, dia sering menyalakan televisi keras – keras sehingga saya sulit konsentrasi). Hal tersebut saya lakukan selama satu tahun lamanya. Dengan belajar tiap malah dan mengurung diri dalam kamar ternyata tidak membuat saya lantas menjadi orang yang pintar di kampus malahan membuat saya menjadi orang yang kurang pergaulan (kuper). Bahkan saya pun susah mengenal teman – teman seangkatan saya yang berbeda ruang kelas. Akhirnya pada permulaan semester 3 saya memutuskan untuk mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Di dalam lembaga kemahasiswaan saya mulai mengenal beberapa orang yang selama ini saya tidak kenal dan mulai bisa bekerjasama dengan mereka dibidang non – akademik. Ternyata di dalam lembaga kemahasiswaan tidak hanya teman saja yang saya dapatkan, namun pengalaman dalam berjuang membuat suatu acara dan konflik – konfik di dalamnya pun saya peroleh. Tidak perlu takut untuk bergabung dengan lembaga mahasiswa ini sebab dengan mengenal dan mencoba terlibat didalamnya pun antusias dari komunitas di dalamnya pastilah positif. Mungkin yang ditakutkan kebanyakan dari kita adalah turunnya nilai prestasi akademi kita setelah mengikuti kegiatan lembaga mahasiswa. Namun menurut saya itu hanyalah mitos yang turun temurun sebagai rasa kekecewaan karena tidak mendapat porsi yang diharapkan setelah mengikuti lembaga kemahasiswaan. Jika hanya ketakutan – ketakutan yang ada pada diri anda maka tidak ada satupun organisasi yang bisa mengembangkan diri anda seperti harapan anda. Baiknya mengikuti suatu kegiatan itu adalah berasas melayani seperti yang ada di logo Atma Jaya yang berbunyi Serviens In Lumine Veritatis. Jangan pernah dibayangkan jika status mahasiswa yang sudah kita kenakan ini sama dengan kehidupan kita sebagai siswa yang tugas utamanya adalah mendengarkan guru didepan dan belajar mati – matian demi nilai baik di rapot. Sekarang tugas anda sebagai mahasiswa lebih dari mendapat proses belajar mengajar namun juga penelitian dan pengabidan masyarakat. Hal tersebut tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi tolak ukur pembentukan mahasiswa yang ideal. Jadi bisa disimpulkan jika mahasiswa yang ideal itu adalah mahasiswa yang mempunyai catatan nilai akademik baik (minimal 2.50 untuk bisa skripsi), bisa mengaspirasikan pendapatnya secara ilmiah melalui observasi atau penelitan dan terakhir bisa mengimplementasikan ilmunya kepada orang lain supaya kesejahteraan mereka meningkat. Jika ketiga wujud Tri Dharma itu tidak anda penuhi, jangan pernah sebut diri anda sebagai mahasiswa yang sukses karena dengan nilai yang IPK mendekati 4.00 itu  sudah banyak di Atma Jaya ini, apa lagi di universitas di luar Atma Jaya. Mengukur kesuksesan dari sebuah nilai akademik saja di lingkungan perguruan tinggi merupakan sebuah tindakan yang melanggar HAM. Pernyataan saya ini bukan berarti mahasiswa satu koma (masakom) merupakan pemenang dari pernyataan saya. Kita memiliki standard untuk lulus yang sudah dibuat dengan penelitian dan pertimbangan yang matang dalam menentukan nilai IPK 2.00 untuk bebas DO dan IPK 2.50 untuk bisa skripsi. Maka dari pada itu bagi mereka yang masakom hendaknya kita bantu dalam mencapai target minimal supaya tidak DO dari Atma Jaya. Prinsip ini sesuai dengan metode pengajaran learning to be, learning to do and learning together yang menurut saya sangat ideal diterapkan dalam sistem pendidikan manapun baik sekolah maupun perguruan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Inisiasi merupakan awal dari pembelajaran anda di universitas ini. Pertama – tama anda harus mengenal kawan anda di lingkungan kampus ini. Mereka bukan sebagai lawan untuk memperoleh nilai seperti sistem rangking yang ada di sekolah, namun mereka adalah rekan anda belajar, bahkan mungkin akan menjadi rekan atau mitra bisnis anda mendatang jadi mulailah kenali mereka dari sapaan dan senyuman. Inisiasi ini bukan sematamata penggojolokan yang marak terjadi pada universitas – universitas lain yang disertai tidakan kekerasan fisik. Disini anda akan diajari bagaimana mengungkapkan pendapat dan bertindak kritis kepada lawan anda bicara tentunya dengan norma – norma tertentu. Bukan lagi saatnya anda diam ketika anda memiliki pendapat yang kiranya dapat membangun kebaikan atau membelot ketika pendapat anda tidak didengarkan dan tidak setuju. Maka dari pada itu jadikanlah inisiasi ini sebagai ajang pembelajaran terhadap teman dan budaya baru yang anda rasakan kurang lebih empat tahun kedepan. Akhir kata, nikmatilah masa inisiasi ini dengan semangat dan jadikanlah teman dan kakak angkatan yang ada sebagai keluarga anda di kampus ini. (r11)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-330101788245387275?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/330101788245387275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/08/penilaian-akademis-itu-melanggar-ham.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/330101788245387275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/330101788245387275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/08/penilaian-akademis-itu-melanggar-ham.html' title='PENILAIAN AKADEMIS ITU MELANGGAR HAM !!'/><author><name>YanChin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18193288380522827439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OxNCO0mEOyY/S2hYW-UvYMI/AAAAAAAAAAc/0QkvkesbrXs/S220/5075_1103327579496_1115931646_30331821_2802805_n.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-6748047693656875003</id><published>2010-08-02T22:12:00.000-07:00</published><updated>2011-02-07T06:26:20.212-08:00</updated><title type='text'>Prolog Jadi Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Salam Mahasiswa,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;13 Agustus 2010 adalah hari yang perlu anda kenang sepanjang hidup karena di hari ini lah anda resmi menjadi seorang mahasiswa. Atma Jaya Yogyakarta adalah &lt;i&gt;Almamater &lt;/i&gt;anda selama kurang lebih 4 tahun kedepan. Kata &lt;i&gt;Almamater&lt;/i&gt; sendiri berasal dari bahasa latin yang berarti ibu menyusui dan di tempat inilah anda akan disusui dengan berbagai ilmu pengetahuan. Mungkin selama ini anda mempunyai paradigma kehidupan di &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;institusi pendidikan hanya berkutat dengan buku, tatap muka dengan tutor dan eksekusi tugas. &lt;span lang="IN"&gt;Namun i&lt;/span&gt;tu semua hanya sebagian kecil dari bagian kehidupan baru anda yang sekarang berubah status menjadi mahasiswa. &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di waktu kecil penulis selalu diberi wejangan oleh orang tuanya untuk belajar yang benar di sekolah dan penulis yakin hal serupa pasti dialami oleh anda. Namun dewasa ini ketika status penulis sudah menjadi mahasiswa, orang tua berdalih member&lt;span lang="IN"&gt;i&lt;/span&gt; wejangan menjadi &lt;span lang="IN"&gt;“&lt;/span&gt;hati – hati di kampus&lt;span lang="IN"&gt;”&lt;/span&gt;. Terlintas pemikiran apa yang perlu penulis kawatirkan dengan kampus ini karena secara teknis antara bangunan, pengajaran, keamanan dan sosialitas semuanya terjamin keamananya. Namun jauh dari pada itu&lt;span lang="IN"&gt;,&lt;/span&gt; ternyata yang cukup berbahaya bagi mahasiswa itu adalah &lt;span lang="IN"&gt;pemikiran &lt;/span&gt;otaknya yang liar. Hitung saja berapa banyak mahasiswa yang meninggal oleh timah panas karena menyuarakan pemikirannya demi sebuah tujuan yaitu : keadilan. Namun hitung juga berapa banyak mahasiswa yang ditangkap aparat keamanan karena melakukan tindakan anarkis disertai penjarahan ketika rekan – rekannya berdemonstrasi dan menyerunyerukan keadilan. Itu hanya satu dari berjuta-juta  potret kita sebagai mahasiswa yang dipuji dan dibenci masyarakat awam. Sedangkan anda yang mempercayakan pendidikan anda di kampus ini tidak akan pernah diberikan jaminan untuk menjadi mahasiswa yang idealis dan hidup mapan dikemudian hari karena semua yang terjadi di masa depan anda sudah anda bentuk mulai detik ini juga.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Inisiasi 2010 yang bertemakan &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Interaksi Sosial dalam Kehidupan Kampus&lt;/i&gt;”&lt;/b&gt; mencoba megakrabkan anda dengan kawan – kawan yang ada di sebalah kiri – kanan serta muka – belakang. Meskipun hanya diberi waktu dua hari untuk saling mempertemukan anda dengan rekan anda selama empat tahun kedepan. Harapan panitia dengan inisiasi ini akan terbangun hubungan emosional yang positif antara individu – individu di inisiasi 2010. Hubungan emosional ini diangkat dalam inisiasi ini berdasarkan dari buah refleksi bersama dalam melihat realita jaman ini yang menuntut setiap orang untuk menonjolkan sisi individunya untuk bersaing dengan sesamanya hingga mengakibatkan hal &lt;i&gt;Homo Homini Lupus&lt;/i&gt; terjadi bahkan diperparah dengan persaingan capital atau modal yang mengarah gaya hidup hedonisme. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akhir kata, penulis hanya dapat mengucapkan selamat mejadi mahasiswa 2010 di keluarga besar Atma Jaya Yogyakarta. Semoga apa yang tim penulis Buku Suci 2010 berikan dapat berguna bagi anda dimasa depan. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-6748047693656875003?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/6748047693656875003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/08/prolog-jadi-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/6748047693656875003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/6748047693656875003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/08/prolog-jadi-mahasiswa.html' title='Prolog Jadi Mahasiswa'/><author><name>YanChin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18193288380522827439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OxNCO0mEOyY/S2hYW-UvYMI/AAAAAAAAAAc/0QkvkesbrXs/S220/5075_1103327579496_1115931646_30331821_2802805_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-1717470520249495273</id><published>2010-08-02T22:02:00.000-07:00</published><updated>2010-08-02T22:03:22.678-07:00</updated><title type='text'>MAHA (SPASI) SISWA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seperti itulah saya disebut. Saya termasuk orang yang beruntung, pun anda semua, yang mendapat sebutan “mahasiswa” adalah orang-orang beruntung karena mampu mengenyam lebih dari sekedar pendidikan Wajib Belajar 9 tahun. Kenapa disebut mahasiswa? Kenapa dibedakan dengan SMA, SMP dan SD? Padahal selama 12 tahun kita selalu akrab dengan panggilan “siswa” dan “siswi”, dan kenapa tiba-tiba dibedakan dengan tambahan kata “MAHA” untuk tingkat universitas (termasuk akademi, sekolah tinggi, politeknik, dan lain-lain). Menjadi pertanyaan awal yang menarik sebenarnya, kenapa dibedakan dengan sebutan “maha”siswa. Tapi setelah saya renungkan cukup lama, tak perlu repot-repot saya mencari-cari kenapa sebutan tersebut dibedakan. Yang perlu saya cari-cari adalah, apa yang harus seorang “maha”siswa tunjukkan bahwa mereka berbeda dan bukan sekedar seorang “siswa”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagi saya, kehidupan dibagi menjadi 3 bagian utama, yaitu : masa kecil, masa muda, masa tua (ini teori bebas lepas saya, tanpa acuan apapun). Masa kecil adalah awal adaptasi kita pada dunia, masa muda adalah masa pembentukan, masa tua adalah masa pengabdian dan persiapan. Kalau bapak saya bilang, &lt;i style=""&gt;“Orang hidup sebagai orang tua itu lama sekali, hampir 2/3 hidup kita sebagai orang tua. Sedangkan masa-masa menjadi orang muda itu sangat singkat… paling hanya sekitar 10 tahunan kita benar-benar melewati masa muda. Maka dari itu, masa muda yang singkat itu digunakan sebaik-baiknya untuk menyiapkan masa tua yang sangat-sangat lama…..”&lt;/i&gt; . Dan kemudian saya berpikir sejenak, “ benar juga, masa muda itu singkat.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan sebuah kabar baik, bahwa ternyata saat kita disebut “mahasiswa” saat ini,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita berada pada “masa muda” yang singkat itu. Dan analogi dari perkataan bapak saya, saat kita masih menjadi mahasiswa ini, kita gunakan sebaik-baiknya untuk menyiapkan masa depan kita. Itulah kenapa saya berani dan bangga sebagai mahasiswa, setelah saya lulus sebagai mahasiswa, saat itu saya sudah siap menjalani masa tua yang berjiwa muda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hari-hari saya sebagai seorang mahasiswa cukup padat meloncat. Saya cukup aktif di kegiatan kampus dan di luar kampus. Dan meski kegiatan di luar kampus, saya tetap dikenal sebagai seorang “mahasiswa”. Dan bukan bermaksud sombong, meski saya termasuk mahasiswa yang aktif tapi saya tidak termasuk mahasiswa yang mengesampingkan “kuliah”. Yang ingin saya bagikan adalah, kenapa menjadi mahasiswa yang aktif itu penting? Aktif di sini tidak melulu aktif dalam organisasi, aktif di kegiatan-kegiatan kampus dan lain-lain. Aktif di sini dapat juga aktif dalam hidup sosial, aktif dalam kelas, dan lain-lain. Menurut survey NACE USA&lt;a style="" href="#_edn1" name="_ednref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[i]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; mengenai kulitas lulusan perguruan tinggi yang diharapkan dunia kerja, Indeks Prestasi atau IP atau GPA berada dalam urutan ke-17. Urutan teratas adalah kemampuan berkomunikasi, disusul dengan kejujuran, kemampuan kerja sama, interpersonal, etos kerja, motivasi, adaptasi, dan seterusnya. Pernah mendengar soft skill? &lt;b style=""&gt;Soft skill&lt;/b&gt; adalah kemampuan yang tak terlihat, diluar dari kemampuan kognitif kita, lebih mengarah ke arah kepribadian, sikap, habitus, dll. Dan 16 urutan teratas kriteria kualitas lulusan perguruan tinggi yang diharapkan dunia kerja termasuk dalam soft skill. Dan di mana kita dapat melatih soft skill kita dengan efisien? Jawabannya hanya satu untuk saya : diri sendiri, sesama dan alam. Maka dari itu, hidup sosialitas yang baik dapat memberi habitus yang baik bagi kita untuk membangun soft skill. Berangkat dari kesadaran itulah, saya mau dan menjadi mampu untuk bersosialisasi dengan lebih banyak teman, bergabung dengan organisasi-organisasi, aktif dan bahkan menjadi proaktif. Itulah kehebatan seorang mahasiswa, menjadi mahasiswa tidak melulu berkutat pada ilmu-ilmu kognitif, tapi mampu berkembang lebih, bahkan kadang berkembang lebih dari yang kita bayangkan sebelumnya. Semua berawal dari mau hingga menjadi mampu. Tak lupa, kata-kata yang menaungi hidup saya dari dulu; &lt;i style=""&gt;non scholae sed vitae discimus ; bukan untuk nilai, melainkan untuk hidup kita belajar .&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di sini saya hanya berbagi banyak pengalaman dan sedikit pengetahuan. Menjadi mahasiswa itu adalah menjadi seseorang yang lebih dari sekedar siswa. Mampu belajar lebih, mampu memahami lebih, mampu mengaplikasikan lebih pula. Segala kelebihan itu sudah tersedia di sekitar kita, dan jangan sekalipun membatasi diri kita sebagai mahasiswa untuk lebih berkembang. Keterbatasan dan pagar-pagar kecil ciptaan kita itu nantinya akan menjadi penyesalan besar pada akhirnya. Mahasiswa itu kekuatan yang besar, dua rezim besar pemerintahan di Indonesia pun pernah merasakan dahsyatnya kekuatan mahasiswa. Dan kita mampu, jika kita mau.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Oh ya, satu lagi. Meski saya sudah dari tadi menekankan sisi “MAHA” dari seorang “mahasiswa” , jangan sampai kita lupa bahwa esensi utamanya tetap sebagai “SISWA” . Dan tugas utama seorang siswa hanya satu : BELAJAR. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;Indra Wardana (http://indrahuazu.com)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;i style=""&gt;mahasiswa, blogger.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportEndnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="edn1"&gt;  &lt;p class="MsoEndnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ednref1" name="_edn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoEndnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;[i]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Sukses dengan Soft Skills, Direktorat Pendidikan ITB , Ichsan S. Putra dan Ariyanti Pratiwi&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-1717470520249495273?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/1717470520249495273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/08/maha-spasi-siswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1717470520249495273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1717470520249495273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/08/maha-spasi-siswa.html' title='MAHA (SPASI) SISWA'/><author><name>YanChin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18193288380522827439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OxNCO0mEOyY/S2hYW-UvYMI/AAAAAAAAAAc/0QkvkesbrXs/S220/5075_1103327579496_1115931646_30331821_2802805_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-6421140009392738689</id><published>2010-05-07T03:58:00.000-07:00</published><updated>2010-05-07T04:01:54.366-07:00</updated><title type='text'>nyontek</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;p class="separator" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; clear: both; text-align: center; "&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_r4LSpxBRUVc/S-PrimyTLzI/AAAAAAAAABI/TvxM5wHEvLw/s1600/3cheating.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; "&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/_r4LSpxBRUVc/S-PrimyTLzI/AAAAAAAAABI/TvxM5wHEvLw/s320/3cheating.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-large; "&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;anas ketika itu. panas gara - gara AC ruangan yang nggak berfungsi dengan baik, ditambah soal ujian yang alamak menjengkelkan. belum lagi beberapa teman memutuskan tambah kertas jawaban ato dengan langkah ringan meningggalkan ruangan setelah mengumpulkan pekerjaan mereka. dan suasana tambah panas. ujian memang hal yang menjadi momok. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr class="more" style="border-top-width: 1px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-style: dashed; border-right-style: dashed; border-bottom-style: dashed; border-left-style: dashed; border-top-color: rgb(102, 102, 102); border-right-color: rgb(102, 102, 102); border-bottom-color: rgb(102, 102, 102); border-left-color: rgb(102, 102, 102); height: 8px; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(221, 221, 221); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;begitulah gambaran suasana ujian. umumlah. semua ujian juga pasti begitu. yang pinter - pinter akan dengan cepat menulis jawaban, tak bisa diganggu walaupun dengan kebakaran sekalipun (lebih deh). lebih menjengkelkan lagi kalo mereka dengan cepat menambah kertas atau secepat angin (lagi - lagi lebih) mengumpulkan lembar jawaban.dan yang lebih umum lagi, ada yang mencontek.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;bagi sebagian orang, mencontek adalah bagian dari jalan untuk mendapatkan nilai bagus. lebih lagi mencontek untuk memastikan bahwa dirinya mendapatkan ranking yang lebih bagus dengan teman yang lainnya. dan bagiku, mencontek adalah hal yang sangat membingungkan.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;nggak mau munafik. aku juga pernah mencontek. semua orang yang pernah sekolah juga mungkin pernah mencontek. pengalaman mencontek sering aku praktekkan saat SMP dulu. dan hanya saat SMP itu saja. terserah kalau mau bilang aku pembohong. tapi setidaknya begitulah kenyataannya. mencontek hanya saat SMP saja bagiku. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;ujian tengah semester kemarin aku kaget. ada temanku dan kebetulan aku lihat jelas mencontek saat ujian itu. pertama tidak aku perhatikan. pandanganku mengarah ke temanku itu. biasalah. cari ilham. siapa tahu kalo ngliat wajah orang jawabannya jadi ketemu. pas ngeliatin temenku itu, aku baru sadar, kalo ternyata temenku itu sedang mencontek. wow. hehehe.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;aku nggak mempermasalahkannya. aku tidak melaporkan temanku itu kepada pengawas. atas nama solidaritas teman?bukan. aku cuma meenganggap itu adalah pilihan mereka. pilihan untuk berbuat curang. namun bukan pilihanku. kenapa aku tidak memilih untuk melaporkan temanku? karena aku memilih demikian. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;jika aku memilih untuk melaporkan temanku itu, niscaya temanku akan masuk dalam rapat dosen. dan hasilnya bisa dipastikan yaitu drop out. aku dan temanku sama - sama tingkat 3. aku tahu biaya hidup selama 3 tahun di ibu kota tidaklah murah. makan saja hampir 20000 sehari, itupun sudah dengan menu yang sederhana. belum lagi biaya lainnya. dan itu bukan nominal yang kecil. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;3 tahun di sini juga membawa harapan besar. saat  lulus, pekerjaan sudah di depan mata. ibuku sering berkata untuk berhati - hati. jangan sampai kena drop out. dan untunglah aku nggak terkena DO. harapan yang ada dalam tiap orang tua para mahasiswa di sini tentu tak kalah besarnya dengan harapan ibuku terhadapku. harapan yang bisa pupus dan meninggalkan luka yang dalam jika sampai kami gagal. dan DO adalah penghapsu harapan itu di sini. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;memang, masa depan tidak hanya ada di sini, di kampus ini. namun, kampus ini telah memberikan harapan besar. setidaknya bagiku. harapan untuk bisa hidup layak. harapan untuk bisa memberikan nafkah yang layak untuk anak istri (sementara masih diragukan karena belum ada calon. ☺). harapan demi masa depan.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;3 tahun dengan title pasti mendapat pekerjaan juga telah dibanggakan kepada setiap tetangga ato teman beda kampus. belum lagi kata orang, kampusku merupakan salah satu kampus elit yang sulit untuk dimasuki. banyak yang ingin masuk di kampusku. dan banyak juga yang ditolak ketika ujian masuk. hanya sedikit, jika dibandingkan dengan yang mendaftar, yang diterima di kampusku. kebanggan sangat besar telah diraih. dan akan hilang seiring dengan putusnya harapan itu. DO&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;aku memilh untuk tidak melaporkan temanku itu. aku memilh untuk diam. jengkel pasti ada. kesal pasti ada. namun, aku memilih diam. aku memilih untuk tidak mencontek.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;pengalaman 2 tahun di seminari tidak membuatku menjadi orang bijak seperti keluaran seminari lain. tidak pula menuntunku menjadi pribadi dewasa seperti keluaran seminari lain. tidak juga menjadikanku seorang frater. mungkin aku produk gagal dari seminari. hanya satu pelajaran yang sampai saat ini masih bisa aku pertahankan, tidak boleh mencontek. jangan berbuat curang. dan jujurlah pada dirimu sendiri. hanya pelajaran sepele mungkin. tapi aku bangga dengan itu. aku bangga tidak berbuat curang dan berani untuk jujur pada diriku sendiri. terima kasih seminari.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;jika nanti IP kami keluar dan nilai temanku itu lebih baik, aku tidak begitu kecewa. aku tahu, aku mendapat nilai dengan nglemburku sendiri, dengan kopi di tanganku untuk membuatku tetap terjaga, lembaran - lembaran modul, serta setumpuk harapan. dan aku bangga dengan nilaiku itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;berkah dalem. cosmas&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-6421140009392738689?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/6421140009392738689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/05/nyontek.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/6421140009392738689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/6421140009392738689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/05/nyontek.html' title='nyontek'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_r4LSpxBRUVc/S-PrimyTLzI/AAAAAAAAABI/TvxM5wHEvLw/s72-c/3cheating.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-3435509685047958635</id><published>2010-05-05T14:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T22:26:41.391-07:00</updated><title type='text'>theme song</title><content type='html'>semoga gak repost.☺&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;malam ini nganggur. bosen buat belajar UTS. alhasil maen - maen komputer saja. ketemu sama lagu balas cinta bagi sesama yang dipamerin &lt;a href="http://www.facebook.com/people/Indra-iPhe-Purnama/1618818212"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#3366FF;"&gt;Iphe&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#3366FF;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;pas reuni kemaren. muncullah sebuah ide nganggur juga. upload. bagi temen temen yang belum punya atau lagunya ilang atau pingin share ke temen temen yang laen demikian balas cinta bagi sesama yang dinyanyiin sama &lt;a href="http://www.facebook.com/people/Indra-iPhe-Purnama/1618818212"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#3366FF;"&gt;Iphe&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#3366FF;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/people/Jemmi-Andrian/1488494651"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#3366FF;"&gt;Jemmy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#3366FF;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/people/Victor-Roy-Kristiadi-Sandya/1571298917"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#3366FF;"&gt;Baciro&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, dapat diunduh dari &lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#3366FF;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/EeV-gkJD/Balas_Cinta_Bagi_Sesama__Theme.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#3366FF;"&gt;sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;coba juga di &lt;a href="http://dc205.4shared.com/download/281574380/28917632/Balas_Cinta_Bagi_Sesama__Theme.mp3?tsid=20100506-012032-2d07ff9" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#3333FF;"&gt;sini&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. sekian dan terima kasih. mau belajar lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;berkah dalem. cosmas.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-3435509685047958635?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/3435509685047958635/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/05/theme-song.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/3435509685047958635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/3435509685047958635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/05/theme-song.html' title='theme song'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-1172655871487292897</id><published>2010-05-03T01:06:00.000-07:00</published><updated>2010-05-03T01:07:12.752-07:00</updated><title type='text'>eyang penjual pisang</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;i&gt;langkah kaki tuanya terus terayun. di tengah teriknya mentari, asap kendaran, serta nafasnya yang mulai pendek, dia berjalan. membawa gerobak pisang besertanya. gerobak harapan.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;i&gt;&lt;hr class="more" style="border-top-width: 1px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-style: dashed; border-right-style: dashed; border-bottom-style: dashed; border-left-style: dashed; border-top-color: rgb(102, 102, 102); border-right-color: rgb(102, 102, 102); border-bottom-color: rgb(102, 102, 102); border-left-color: rgb(102, 102, 102); height: 8px; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(221, 221, 221); background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;/i&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-large; "&gt;&lt;b&gt;D&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;i depan kontrakanku, sering orang lewat dengan menjajakan dagangan mereka. ada yang menjajakan kethoprak, nasgor, baso, mie ayam, sol sepatu, roti, dan pisang. dari banyak penjual itu, mereka mempunya suara untuk promosi dagangan mereka. penjual baso, mie ayam serta kethoprak sepakat dengan cara memukul - mukul  mangkuk dengan sendok. penjual nasgor memukul - mukul wajan dengan sendok juga. sol sepatu melantunkan kata - kata yang sulit untuk diikuti. roti dengan rekaman "roti roti"(ini yang paling menggelikan karena sekilas dari jauh akan terdengar "es es gathel"). lalu penjual pisang?nyaris tak terdengar.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;bapak penjual pisang depan kontrakanku memang sudah sangat tua. langkah kakinya hanya sebatas seperempat langkah normalku. suaranya untuk promosi hanya sekedar " pisang ". itupun dari jarak 1 m baru terdengar. pisang - pisangnya penuh dengan pigmen kuning ( baca : hampir busuk). sekitar 10 m sekali, ia duduk beristirahat di bawah pohon atau pelindung yang ada di dekat situ.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;begitulah bapak penjual pisang depan kontrakanku. pernah suatu kali aku mengikuti dia berjalan (kurang kerjaan ya????). hal yang sangat melelahkan mengingat perjalanan yang biasanya aku tempuh 5 menit dengan jalan kaki bisa mencapai 30 menit. dari perjalanan itu, belum satupun orang yang membeli pisangnya. bagaimana mungkin, suara tak terdengar, pisangpun hampir busuk.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;iseng - iseng aku membeli pisang dari bapak itu suatu ketika. pingin ngobrol. lalu aku tanya "pak dah jalan jauh pak?"&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;"iya ni dek" jawabnya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;"gak minta anaknya nggantiin pak?"tanyaku lagi. (semoga tidak terdengar menyinggung bapak kalau bapak itu sudah tua)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;"anak saya berandalan dek. preman."(ko bisa cerita segamblang ini sama orang lain ya?????)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;"oo......"&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;lain hari, kusempatkan beli pisang lagi. kini kuajak ngobrol baik- baik.(yang kemarin sambil nodong bapaknya soalnya.☺).&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;"pak kalo boleh tau istri bapak di mana pak?"&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;"ada dek di rumah.sering sakit-sakitan."(weleh ini bapak serius ato mendramatisir keadaan ni?)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;"ooo...."&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;"yah gmn lagi dek. anak berandalan. istri sakit-sakitan. yang lain udah berkeluarga walaupun ga lebih baik juga nasibnya. kalo bapak gak jualan pisang, buat makan keluarga pake apa."&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;"emang sehari laku berapa pak?"&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;"yah kadang laku 10 rebu. 25 rebu. mentok - mentok 30 rebu. gak laku hampir sering."&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;"......"&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;"tapi seneng dek.(seneng dari mana coba kaya gitu??????tiap pagi, istri bangunin bapak, nganterin bapak berangkat. senyum. kalo pulang, istri langsung bikinin teh panas. gak peduli dagangan bapak laku apa nggak. itu yang bikin bapak terus jualan."&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;"oo....ya udah pak pulang dulu. mari pak"&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;"mari"&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;aku pulang. makan mie instan. lalu tidur.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; "&gt;cosmas sakti wijaya adi&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-1172655871487292897?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/1172655871487292897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/05/eyang-penjual-pisang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1172655871487292897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1172655871487292897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/05/eyang-penjual-pisang.html' title='eyang penjual pisang'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-8730693804662038061</id><published>2010-04-19T01:22:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T01:23:35.099-07:00</updated><title type='text'>DOA ORGAN TUBUH</title><content type='html'>Doa Organ Tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapa, yang menciptakan kebaikan&lt;br /&gt;Bapa, yang menyelenggarakan kehidupan                                          Datanglah ke dalam hatiku&lt;br /&gt;Bapa, yang melindungi kami dari godaan dan dosa&lt;br /&gt;                Mulut ini menyanyikan dan mewartakan sabda Injil-Mu *&lt;br /&gt;                                Jangan kau pakai untuk berkata jorok dan berbohong&lt;br /&gt;                Telinga yang menjadi peka akan suara Tuhan *&lt;br /&gt;                                tak pernah ragu tuk menolak bujuk rayuan&lt;br /&gt;                Mata menjaga pintu hati dan pikiran kami *&lt;br /&gt;                                untuk mengusir ilusi dan fantasi&lt;br /&gt;                Otak yang mau merencanakan kebaikan demi kebahagiaan *&lt;br /&gt;                                waspadalah rasionalisasi yang menyesatkan dan cari aman&lt;br /&gt;                Hati singgasana Tuhan yang teramat peduli dan mengasihi *&lt;br /&gt;                                Dengarlah kehendak-Nya, dosa bukan untuk disesali&lt;br /&gt;                Tangan dan kaki bekerja dengan ketulusan dan tanggungjawab *&lt;br /&gt;                                demi pelayanan dan pengorbanan sebagai persembahan pada Tuhan &lt;br /&gt;                Tubuh menampung secukupnya makanan dan minuman *&lt;br /&gt;                                Walau sakit kita syukuri, kesehatan senatiasa kita jaga&lt;br /&gt;Tuhan, engkau menciptakan kami baik adanya, *&lt;br /&gt;                                dengan segala kerapuhan dan besarnya rahmat-Mu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-8730693804662038061?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/8730693804662038061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/04/doa-organ-tubuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/8730693804662038061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/8730693804662038061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/04/doa-organ-tubuh.html' title='DOA ORGAN TUBUH'/><author><name>Fr. Agung Bram</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02903163179937769256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sp0u4RkgJtU/S5MlFnYzMLI/AAAAAAAAAA0/SOV7slGy_HA/S220/agung+smile.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-8241871693775190937</id><published>2010-04-12T04:22:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T04:24:59.895-07:00</updated><title type='text'>Sabda Allah dlm Al-Quran</title><content type='html'>Antara Percaya dan Tidak Percaya&lt;br /&gt;                Di kalangan umat muslim, mereka beriman sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an sangat dihormati karena berasal dari sabda Allah yang dibawa oleh Malaikat Jibril dan disampaikan kepada Muhammad. Ayat-ayat suci Al-Qur’an tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan profan. Karena itu, umat muslim meyakini peran sentral Allah yang menuntun dan membimbing manusia. Allah mengirimkan kepada nabi petunjuk-Nya. Pewahyuan yang ekslusif ini merupakan aktivitas Illahi untuk menanggapi sebuah situasi tertentu (h.17). Menurut F. Essack, percakapan oral antara Allah dan nabi Muhammad ini dinyatakan secara berulang-ulang. Inilah fungsi nabi yang mengingat dan mengungkapan pesan yang disampaikan untuknya dalam pengalaman relevasi(h.23).&lt;br /&gt;            Relevasi Allah dalam Al-Qur’an dapat ditunjukan melalui eksistensinya yaitu sebagai furqan, dhikr, kitab (h.24-29). Furqan mau menonjolkan keunikannya, yaitu memisahkan (faraqa) yang benar dari yang buruk dan membedakan antara orang muslim yang tidak berkitab dengan penerima revelasi sebelumnya. Eksistensi dhikr (pengingat) dipertegas dengan substansi Al-Qur’an sebagai teguran dan peringatan. Makna dhikr mengungkapkan kebanggaan kaum muslim dalam mematuhi perintah-Nya. Kitab adalah realitas kompleks dari pewahyuan yang ditangkap oleh manusia melalui akal budi dan otoritas Allah. Di situlah dapat dirasakan kebijaksanaan yang mana insight ditemukan dari apa yang Allah tahu dan Allah perintahkan.&lt;br /&gt;            Berkaitan dengan kanonisasi Al-Qur’an yang masih problematis, kanonisasi dilaksanakan sekitar abad 7M dan menghasilkan lima versi. Al-Qur’an yang sekarang ini bukanlah salah satu dari lima versi itu, tetapi diperoleh dari proyek Uthman. Mushaf  Uthmanik dikumpulkan dalam rangka menyatukan semua umat berdasarkan teks tunggal baik oral maupun tertulis (h.43). Jika melihat historisitas revelasi Muhammad, cukup mencengangkan bahwa dia adalah buta huruf. Apa yang ia dengar disampaikan pada masyarat sekitar dan disusun dalam tulisan-tulisan. Charles J. Adams berpendapat mungkin ada bagian Al-Qur’an yang hilang dengan tiga pertimbangan: 1. Muhammad menerima revelasi awal yang disimpannya sendiri sebelum berkarya, 2. Al-Qur’an sendiri menyebut posibilitas dari revelasi-revelasi yang terlupakan, 3. Ada sebuah fakta bahwa tradisi menceritakan kisah hilangnya bagian Al-Qur’an baik saat Muhammad masih hidup dan khususnya selama proses pengumpulan teks itu oleh Uthman.&lt;br /&gt;            Dalam konteks teologis, kita ingin mendapatkan pemahaman iman yang dapat dipertanggungjawabkan ‘fides quarens intelectum’. Al-Quran mengandung tiga sisi iman yang bisa kita refleksikan bersama, yaitu eksistensi Allah, panggilan manusia, dan dunia akhirat. Tiga tema besar ini masih menjadi masalah yang aktual dewasa ini. Umat muslim memandang bahwa ‘tiada tuhan selain Allah’ yang dimanifestasikan dalam ibadah. Allah menciptakan segala sesuatu yang Ia kehendaki dan mencipta dengan sabda-Nya sehingga di hadapan kuasa-Nya manusia ‘menyerahkan diri’. Sikap penyerahan diri membangun relasi yang personal dimana Allah memanggil manusia untuk melakukan kehendak Allah dengan kepatuhan dan kerendahan hati. Tentang dunia akhirat, Al-Quran mengajarkan bahwa hidup manusia adalah perjalanan menuju yang akhirat itu.&lt;br /&gt;            Dengan mengetahui seluk beluk pewahyuan Allah kepada manusia dalam wujud Al-Quran, saya percaya bahwa Allah menganugerahkan iman untuk keselamatan hidup kekalnya (DV 3). Manusia beriman adalah dia yang mampu menangkap adanya Allah yang bersuara (dalam hati) sehingga dia mau taat pada kehendak Allah (DV 5). Allah telah menunjukan keteladan iman dari para nabi yang mewartakan firman Allah dan melalui itu kita membaca, mendengar serta berbuat sesuai firman Allah. Perjumpaan antara Allah dan manusia dapat memunculkan reaksi emosional yaitu rasa kagum dan takut. Iman tidak terpisahkan dari emosional dan rasionya sehingga kita berharap menemukan kebaikan dan kebenaran yang illahi.&lt;br /&gt;            Kita senantiasa berjumpa dengan situasi gamang karena kita merasa kesulitan menemukan kehendak Allah dalam pengalaman konkret. Mungkin iman kita sedang ditantang untuk berhadapan dengan hal-hal yang problematis dan dilematis. Kiranya, kita perlu memahami persoalan hidup itu dengan jernih dan merefleksikan setiap pilihan, peristiwa, dan nilai yang muncul. Seandainya itu adalah masalah hidup yang sangat berat dan kita adalah manusia terbatas secara kemampuan dan ruang-waktu, menurut saya Tuhan sedang mempertanyakan iman kita. Masihkah kita percaya pada Tuhan yang sungguh-sungguh luar biasa besar kasih-Nya kepada manusia? apakah kita justru tidak percaya bahwa Tuhan tidak ada karena tidak berbuat apa-apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-8241871693775190937?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/8241871693775190937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/04/sabda-allah-dlm-al-quran.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/8241871693775190937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/8241871693775190937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/04/sabda-allah-dlm-al-quran.html' title='Sabda Allah dlm Al-Quran'/><author><name>Fr. Agung Bram</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02903163179937769256</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_sp0u4RkgJtU/S5MlFnYzMLI/AAAAAAAAAA0/SOV7slGy_HA/S220/agung+smile.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-4306557644521740853</id><published>2010-03-24T08:13:00.000-07:00</published><updated>2010-03-24T08:18:24.835-07:00</updated><title type='text'>21 03 2010 Rajam, Maria dari Magdala, Maria, dan Sheila Marcia</title><content type='html'>Prolog (oleh Paulo Coelho)&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu kala, ada seorang pelacur bernama Maria. Nanti dulu, Kalimat “Pada zaman dahulu kala” biasanya digunakan untuk mengawali cerita anak-anak, sementara kata “pelacur” hanya cocok untuk orang dewasa. Bagaimana mungkin saya memulai cerita ini dengan pilihan kata yang begitu kontradiktif? Tapi berhubung setiap saat dalam hidup ini kita jalani dengan satu kaki di negeri dongeng dan satu lagi di jurang tak berdasar, biarlah kalimat tersebut dipertahankan untuk memulai kisah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman dahulu kala, ada seorang pelacur bernama Maria. Pada jaman itu pula, hiduplah seorang Nabi yang kudus dan sangat bijaksana. Mereka berdua inilah yang menjadi tokoh utama cerita berikut ini. Dua karakter yang bertolak belakang bagaikan Timur dan Barat atau Utara dan Selatan (memangnya Utara dan Selatan itu bertolak belakang ya?? Haha…) toh mereka masih menginjak bumi yang sama; dan tak ada pengecualian bagi mereka, takdir dan kebetulan pun berlaku bagi mereka, menghampiri dan mempertemukan mereka. &lt;br /&gt;Sekali peristiwa, pelacur itu tertangkap oleh ahli-ahli hukum dan tokoh-tokoh agama sedang berbuat zinah.&lt;br /&gt;Sekali peristiwa, Sang Nabi sedang berada di Bait Allah dan seluruh rakyat datang kepadanya. Ia duduk dan mengajar mereka.&lt;br /&gt;Kemudian ahli-ahli Hukum dan orang-orang Farisi membawa kepadanya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepadanya: "Guru, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Di dalam Hukum Musa ada peraturan bahwa wanita semacam ini harus dilempari dengan batu sampai mati. Bagaimana pendapat Guru tentang hal itu?" Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkannya.&lt;br /&gt;Tetapi Sang Nabi membungkuk lalu menulis dengan jarinya di tanah. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepadanya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, biarlah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Kemudian Ia membungkuk lagi dan menulis di tanah.&lt;br /&gt;Setelah mendengar perkataan itu, pergilah mereka meninggalkan tempat itu, satu demi satu mulai dari yang tertua. Akhirnya Sang Nabi tinggal sendirian di situ dengan wanita yang masih berdiri di tempatnya. &lt;br /&gt;Lalu Yesus mengangkat kepala-Nya dan berkata kepada wanita itu, "Di manakah mereka semuanya? Tidak adakah yang menghukum engkau?" &lt;br /&gt;"Tidak, Guru," jawabnya. "Baiklah," kata Sang Nabi, "Aku juga tidak menghukum engkau. Sekarang pergilah, jangan berbuat dosa lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya lebih suka kisah ini dengan happy ending, benih cinta tumbuh di antara mereka dan mereka hidup bahagia selamanya. Tapi sayangnya tidak sesederhana itu, banyak misteri melingkupi kehidupan keduanya.&lt;br /&gt;Banyak sumber mengatakan Sang Nabi tetap setia menjalankan tugas kenabiannya, mengajar, mewartakan kabar gembira dan keselamatan. Dan wanita itu menjadi salah satu pengikutnya yang paling setia di masa-masa terberat dalam hidup Sang Nabi ketika kebencian ahli-ahli hukum dan tokoh-tokoh agama mencapai puncaknya dan menghasut pemerintah dan rakyat untuk menghukum Sang Nabi dengan hukuman yang paling hina, salib. Wanita ini mengikuti Dia di sepanjang jalan salibnya dan mendampinginya ketika Dia tergantung dan wafat di salib sementara murid-muridnya yang lain tercerai berai menyelamatkan diri sendiri entah kemana. Wanita ini pula yang kemudian menjadi saksi pertama yang mengetahui bahwa Sang Nabi telah bangkit dari kematian. Sang Nabi kemudian naik ke surga. Sama sekali tidak disebutkan kisah cinta di antara keduanya.&lt;br /&gt;Sumber lain mengatakan, di masa sulit tersebut, Sang Nabi berhasil lolos dari hukuman mati (orang lain yang menyerupai dialah yang dihukun). Sang Nabi melarikan diri ke Perancis. Wanita itu menyertai Sang Nabi dalam pelarian ini. Dan –ini dia- benih cinta tumbuh di antara mereka, disebutkan bahwa wanita itu menjadi teman hidup –istri- Sang Nabi; disebutkan pula bahwa mereka kemudian beranak pinak; namun tidak disebutkan apakah hidup mereka berakhir bahagia selamanya. Ada sebuah dinasti –yang sempat sangat berkuasa di Eropa- yang mengklaim sebagai keturunan mereka, Merovingian. Konon dinasti ini menyimpan harta karun yang sangat berharga dan tidak terkira nilainya. Harta karun masih menyimpan misteri tersendiri dan sampai sekarang terus dicari-cari, Holy Grail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya dan apakah benar&lt;br /&gt;Tidak pernah ada yang tahu, apakah yang disalibkan benar-benar Sang Nabi atau orang lain atau salah seorang muridnya yang dibuat sedemikian rupa menyerupai dia. Seandainya benar bahwa Sang Nabilah yang disalib, apakah dia benar-benar wafat atau hanya semacam mati suri. Seandainya Sang Nabi benar wafat di salib, apakah benar kemudian Dia bangkit dari antara orang mati. Seandainya benar Sang Nabi bangkit dari kematian, apakah kemudian Dia benar-benar naik ke surga. Seandainya Sang Nabi benar-benar bangkit dari antara orang mati ataupun seandainya Sang Nabi tidak sungguh-sungguh wafat namun hanya mati suri ataupun seandainya bukan Sang Nabi yang salib, apakah benar Dia kemudian melarikan diri dan hidup bersama wanita itu. Dan seterusnya, others seandainya dan the others Apakah benar.&lt;br /&gt;Apakah kebenaran itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epilog&lt;br /&gt; Ada banyak sumber yang membingungkan karena satu sama lain tidak hanya berbeda namun seringkali sangat bertentangan. Anda bisa membuat versi Anda sendiri, menyebarkan kepada keluarga Anda, teman-teman Anda, relasi Anda, dan orang-orang lainnya. Dua ribu tahun kemudian, mungkin cerita (versi) Anda dibacakan di tempat-tempat ibadah dan ditafsirkan oleh teolog-teolog. Dan tentu saja, akan menambah kebingungan orang-orang pada jaman itu, haha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Additional dan Optional&lt;br /&gt; Sekitar tiga puluh tahun sebelum kisah itu (Sang Nabi dan Wanita), ada seorang wanita –yang entah karena takdir atau/dan kebetulan, juga- bernama Maria. Wanita ini sudah bertunangan dengan seorang pria bernama Jusuf. Maria mengandung namun Jusuf merasa itu bukan anaknya, mereka belum pernah berhubungan suami istri. Menurut Hukum Agama, bila Jusuf melaporkan kepada publik, ahli-ahli hukum, dan tokoh-tokoh agama, Maria bisa dianggap telah berbuat zinah dan Maria bisa menerima hukuman dilempari batu sampai mati. Akan tetapi Jusuf lebih memilih diam, tetap menikahi Maria dan kemudian dengan rendah hati menerima bayi itu sebagai anaknya. Anak ini ketika sudah dewasa menjadi seorang Nabi yang kudus dan sangat bijaksana.&lt;br /&gt; Mungkin baru-baru ini Anda merasa agak familiar dengan kisah seorang pria yang dengan Lillahi ta’Alla menerima seorang wanita yang hamil dan mengandung bukan anaknya. Kisah semacam ini muncul di dalam film Legion.&lt;br /&gt;Sekitar dua ribu tahun setelah itu, ada seorang wanita –yang entah karena takdir atau/dan kebetulan, juga- bernama Maria, lengkapnya Sheila Mar(c)ia –hehe.. maksa- mempunyai anak tanpa diketahui siapa bapaknya. Untunglah di agamanya dan di negaranya tidak ada hukuman rajam sehingga dia (dan orang-orang yang menyayanginya) tidak perlu khawatir dia akan dilempari batu sampai mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 21 Maret 2010 saya mengikuti perayaan ekaristi di gereja; bacaan Injilnya tentang Perempuan yang Berzinah (Yohanes 8:1-11) –dan entah karena takdir dan/atau kebetulan- saya bertemu dengan Sheila Marcia yang menggendong bayinya. Dan sebagai seorang pria, saya tetap menyayanginya, menerima dia dan bayinya, meskipun bayi itu bukan anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonus&lt;br /&gt;Download Subtitle Legion Berbahasa Indonesia di sini:&lt;br /&gt;http://www.4shared.com/file/248060371/f8f625a3/Legion_2010.html&lt;br /&gt;AMDG777.Blogspot.Com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download pula foto dan video bugil, naked, nude Sheila di sini:&lt;br /&gt;mesum-ngarep.com&lt;br /&gt;Haha.. p:&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-4306557644521740853?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/4306557644521740853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/03/21-03-2010-rajam-maria-dari-magdala.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/4306557644521740853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/4306557644521740853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/03/21-03-2010-rajam-maria-dari-magdala.html' title='21 03 2010 Rajam, Maria dari Magdala, Maria, dan Sheila Marcia'/><author><name>Thomas Irwan Kristanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07348124979022705347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0HyOCQL91vg/TK_Gu4EISJI/AAAAAAAAACo/8yDYq9abG6c/S220/Thomas+Depend+On+God+(5).jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-9061425208881631780</id><published>2010-03-02T03:35:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T03:36:44.982-08:00</updated><title type='text'>good luck</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;&lt;div class="note_header" style="background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: rgb(255, 255, 255); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-bottom-color: rgb(216, 223, 234); border-top-style: solid; border-top-width: 0px; border-top-color: rgb(255, 255, 255); padding-top: 4px; padding-right: 6px; padding-bottom: 5px; padding-left: 6px; margin-left: 0px; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; "&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix" style="display: block; "&gt;&lt;div class="note_title" style="font-size: 13px; font-weight: bold; line-height: 15px; float: left; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1px; padding-left: 0px; width: 440px; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; line-height: 14px; font-size: 11px; "&gt;seperti juga note2ku yang lain, ini adalah note joke. yang mau ketawa silahkan yang mau marah, janganlah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix" style="display: block; direction: ltr; text-align: left; clear: both; margin-left: 6px; padding-top: 10px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; word-wrap: break-word; width: 460px; "&gt;&lt;div style="clear: none; line-height: 14px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;lanjut. seperti judulnya, good luck. barusan aku ikutan uas. dan tertarik sama kata2 good luck yang ada di soalnya. biasanya, soal2 ujian itu ada kata2 mutiara kaya gitu seperti good luck, semoga sukses, semoga berhasil dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang membuat aku mir2 itu,kenapa ditaruh di belakang?kenapa tulisan good luck itu ditulis di akhir dari soal?kalo dirunut logikanya, kita ngerjain pekerjaannya ato uasnya dulu baru semoga sukses. aneh. hehehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo diterjemahkan dalam kegiatan lain menjadi : nyangkul di sawah dulu, baru pas pulang si istri bilang semoga sukses. hahahahaha. begini jadi keliatan deh anehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau aku yang aneh? kenapa urusan se-sepele itu harus diributkan? atau memang kaidah penulisan atau penggunaan semoga sukses itu memang di akhir kegiatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hehehehe. dunia memang aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;good luck.(mengikuti kaidah penggunaannya yang dianggap benar.hahahahaha)&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: none; line-height: 14px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: none; line-height: 14px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;nb:sekedar pingin mengisi. berbagi. dan ingin tetap ada dalam angkatan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: none; line-height: 14px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; "&gt;cosmas sakti wijaya adi&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-9061425208881631780?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/9061425208881631780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/03/good-luck.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/9061425208881631780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/9061425208881631780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/03/good-luck.html' title='good luck'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-506464876287558447</id><published>2010-02-28T04:13:00.000-08:00</published><updated>2010-02-28T07:34:42.993-08:00</updated><title type='text'>Mengubah Cobaan menjadi Berkat...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UXKv2VLNxCk/S4qMToCPNmI/AAAAAAAAAI8/1TJ-V-be02Q/s1600-h/danasmara+050.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UXKv2VLNxCk/S4qMToCPNmI/AAAAAAAAAI8/1TJ-V-be02Q/s200/danasmara+050.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443317368422872674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;Dalam sejarah Gereja kita bisa ngelihat bagaimana Gereja melawan ajaran-ajaran bidaah para Teolog sesat... apakah sejarang ada?? entahlah! tapi yang pasti saat ini perlawanan entah apapun itu bentuknya masih ada.. kadang suatu perlawanan tidak harus diawali atau diakhiri dengan Konflik... jujur aja aku merupakan orang yang senang berkonflik... konflik ga harus dalam suasana yang panas..konflik justru bisa membawa kita kepada sebuah kemajuan... Mau bukti? ini dia sebuah konflik singkat antara Saya, sebagai Frater (gendon_merto), melawan dua penggoda...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;Settingnya ini Chating YM... Percakapan ini asli dari percakapan kami..tanpa diedit sedikitpun.... lawan percakapan saya mencoba menawari saya unntuk berpaling dari jalan panggilan ini... awkakwak.... bwat para penggoda Thx ya..kalian membuat saya semakin matang dalam PANGGILAN ini.......&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#33FF33;"&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; jjiiiaahhhh.............&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;bali_buduh: ngger.. yakin kowe tahan klo digoda cewe cantik?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; puji tuhan mpe skrg masih kuat Tak...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; ga tau besok2...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; tapi yg penting mpe skrg gw yakin ada Tuhan d balik jubahku!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#FF0000;"&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: *abis nyalain rokok&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: lanjutt&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: ngger, jadi awam itu lebih mulia lho&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: tahun 2020 mungkin umat sudah tidak perlu gembala lagi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: HAHAHAHAHA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; mungkin...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; tapi aku jadi imam tidak hanya utnuk umat...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: angger lagi khotbag&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; paling tidak aku jadi imam&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;krn aku ingin mempersembahkan kurban (misa) demi Allah!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: khotbah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: *duduk manis mendengarkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; para imam hanya menjadi sarana utnuk menghantarkan krban dan persembahan umat kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; gyaaaa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; krrn umat tdak bisa mempersembahkan kor ban misa!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: khotbah berlanjut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt;  -----------------Sempat Break krn pembicaraan coba dialihkan kehal lain----------------&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: @ANGGER: goleki selfi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: hihih&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; yoh...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; wes tak add bocah'e!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: jiaahahhahaha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; nopo??&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: ki bocahe ilang nang ndi mbuh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; bocahe sopo??&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: selfi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; ga bakal tergoda ma selfi..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; ra pati ayu....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; wkawkwakwakaw..........&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: ayu len&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; aq wes delok FBne...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; ra doyan!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;bali_buduh: hahahahah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;bali_buduh: selera tinggi ngger? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;bali_buduh:..................&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: wah, kowe rung delok jerone og&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: ganasss&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; ra seneng jeroan...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 255, 51); "&gt;gendon_merto:&lt;/span&gt; marakke kolesterol!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: kolesterol, tapi kan pas dipangan penakkk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: hahha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0); "&gt;indra wardana&lt;/span&gt;: tak, angger nggaya kie..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt;Sungguh pengalaman yang menyenangkan berdebat bersama dua orang penggoda... memang di satu sisi mereka merupakan penggoda... tapi di sisi lain mereka adalah orang yang memeberikan kekuatan bwat aku...&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kadang godaan atau pegalaman tidak enak membuat kita sakit, tapi dari sanalah kita semakin dimampukan untuk melangkah lebih jauh... analoginya seperti ini... Bejo sedang berjalan di sebuah gunung yang curam dan licin... egh... tiba2 ada puluhan krikil dari atas... krikil itu dilempar oleh Tuhan.. dan mengenai badan Bejo... sakit memang... dan ia tidak mencoba mengambil krikil tersebut dan melemparkannya entah kemana...Ia membiarkan krikil tersebut jatuh ke tanah... dan apa yang terjadi... krikil-krikil tersebut membuat tanah tidak lagi licin... krikil yang awalnyya menyakitkan kini menjadi tumpuan... pijakan yang cukup kuat untuk terus mendaki gunung...&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Jelas saja, godaan atau cobaan tidak hanya dialami oleh teman-teman yang masih berjuang di jalur imamat... cobaan dan godaan juga dirasakan oleh teman-teman yang memilih jalan untuk berkarya di luar jalur Imamat.... So, kalau Anda menghadapi cobaan atau masalah janganlah berdoa "Tuhan jauhkanlah aku dari masalah yang berat ini..." tapi berdoalah "Tuhan berikanlah aku kekuatan lebih untuk menghadapi masalah  ini..."&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt;Nb: &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt;Don't : "Oh God...I have a biig problem!"&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-CA"&gt;&lt;o:p&gt;Do : " Hi Problem... I have A big God!"&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-506464876287558447?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/506464876287558447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/02/mengubah-cobaan-menjadi-berkat.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/506464876287558447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/506464876287558447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/02/mengubah-cobaan-menjadi-berkat.html' title='Mengubah Cobaan menjadi Berkat...'/><author><name>Fr. Angger Poenya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13611675753364133997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_UXKv2VLNxCk/STjRQij5-YI/AAAAAAAAAB4/Vi-XtKxq4j4/S220/yups+480.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UXKv2VLNxCk/S4qMToCPNmI/AAAAAAAAAI8/1TJ-V-be02Q/s72-c/danasmara+050.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-4063232237942326684</id><published>2010-02-19T06:30:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T06:31:21.067-08:00</updated><title type='text'>AKU INGIN KAYA</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CQuickNet%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dulu, kalau nggak salah sewaktu masih MM2 dan sedang mengalami pergulatan sekitar keputusan bertahan atau njebling, saya pernah ditanya oleh seorang teman (lupa, nggak tau siapa), begini:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;"&lt;i style=""&gt;Mbeng, kowe nek njebling pengin dadi opo&lt;/i&gt;?"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Langsung, singkat, tanpa ragu-ragu saya menjawab,"&lt;i style=""&gt;Dadi wong sugih tho&lt;/i&gt;!"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ephraem dan &lt;st1:place st="on"&gt;Rosa&lt;/st1:place&gt; yang pada waktu itu juga menyimak percakapan itu pun tertawa, terbahak-bahak sepertinya. Saya nggak ngerti apa yang ada di pikiran mereka ketika itu, kenapa mereka mentertawakan jawaban saya, apakah jawaban saya aneh, lucu, &lt;i style=""&gt;pekok&lt;/i&gt;, atau mereka tau kalau hal itu tidak akan pernah terjadi pada saya. &lt;i style=""&gt;Hhaahahiheho&lt;/i&gt;, tapi kalau saya ingat kejadian itu saya jadi malu sendiri, kok &lt;i style=""&gt;isa-isane aku njawab koyok ngono, gendheng&lt;/i&gt;. Tapi jujur saja , saya memang pengin kaya. &lt;i style=""&gt;Rasah munafik, sopo tho sing ora pengin sugih. Nek kowe ra pengin, sakkarepmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Mungkin salah satu alasan kenapa 'kaya' menjadi jawaban utama dari pertanyaan itu adalah saya merindukan keadaan kaya. Beberapa teman mungkin tau kalau saya &lt;i style=""&gt;ini wong cilik, wong kere. Sopo sih cah xsem sing kaose elek dewe, sablon sing tulisane MSD wis nglothok, warnane kusem tur kumal, nek dolan futsalan opo kuliah ra tau ganti, kuiiiii... terus. Sopo tho nek dijak futsalan mesti takon dishik urunane piro, nek luwih seko 5ewu trimo ndelok thok. Sopo tho nek dolan mesti sangune korek, udut-e njaluk. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dulu sewaktu SD saya sempat punya sepeda federal, sangat trendy, gagah, dan sempat digandrungi anak-anak waktu itu. Saya namai sepada itu "si Fedy". Sepeda biru yang berpelek alumunium dan tahan karat itu sangat saya sayangi, kemanapun saya pergi selalu dengannya &lt;i style=""&gt;(lha yo nduwene je&lt;/i&gt;), ke sekolah, ke gereja, ke sawah, ke kali, ke rumah teman. Si Fedy setia menemani saya di kala suka dan duka. Tetapi satu hal buruk terjadi, kami terpaksa harus berpisah. Bapak saya menjual si Fedy untuk biaya masuk SMP saya. Kejam!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Faktor ekonomi juga sangat mendukung saya masuk seminari (&lt;i style=""&gt;tapi aku juga ono kepinginan dadi romo lho&lt;/i&gt;). Dan topik pertengkaran utama antara saya dan bapak saya ketika saya memutuskan untuk njebling adalah topik ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Kadang-kadang saya sangat meri dengan teman-teman, kenapa mereka bisa begitu, dan kenapa saya tidak. Kenapa mereka bisa membeli ini-itu, dan saya tidak, bahkan untuk kebutuhan yang penting sekalipun. Kenapa mereka diberi kemudahan dan saya tidak. Kadang-kadang saya mengeluh kepada Tuhan kenapa Dia membuatkan saya &lt;i style=""&gt;account&lt;/i&gt; di dunia ini dengan &lt;i style=""&gt;avatar&lt;/i&gt;, &lt;i style=""&gt;image profile&lt;/i&gt; yang seadanya, dan dengan point yang sedikit. Nggak adil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; yang bilang,"Lihatlah ke bawah dan bersyukurlah!" Tapi itu malah membuat saya yakin bahwa hidup ini memang nggak adil, pada kenyataannya memang ada orang yang sangat-sangat miskin. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang menjawab,"&lt;i style=""&gt;Lha nek sugih kabeh ra wangun dong&lt;/i&gt;?!" Sudahlah, jangan berandai-andai, jangan menggunakan kata nek, kalau, andaikan, kenyataannya di dunia ini memang harus ada yang sangat kaya dan sangat miskin. &lt;i style=""&gt;Sing sugih soyo sugih, sing kere soyo kere&lt;/i&gt;. Saya juga pernah bertanya kepada Fr. Heri soal simbah di perempatan jalan yang meminta-minta kepada bapak-bapak yang sedang asyik mengendarai mobil mewahnya. Fr. Heri hanya mengatakan bahwa simbah itu punya pahala yang lebih besar daripada bapak itu, karena simbah itu mampu mengingatkan dan memberikan nilai-nilai kehidupan kepada bapak itu. Kalau disuruh memilih, saya lebih memilih menjadi bapak itu, dia kaya dan pastinya mampu membuat pahala dengan cara lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada akhirnya saya harus proaktif, hidup saya memang begitu, mau diapain lagi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nek dipikir ra -enake ra ono enteke, &lt;/span&gt;mendingan mikirin ke depannya. Kalau ditanya apa kamu pengen punya banyak perusahaan multinasional dan internasional, ladang sawit berhektar-hektar, uang bermilyar-milyar dolar di SwissBank? Enggak jugak, sebenarnya saya tidak terlalu pengin kaya, saya hanya ingin kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Kalau mau sekolah bisa langsung mbayar tanpa nyicil trus duitnya nggak usah &lt;i style=""&gt;digolek-golekke&lt;/i&gt;, kalau mau alat-alat sekolah bisa langsung beli, nggak usah nunggu kalau ada keberuntungan rejeki. Ya... sukur-sukur bisa memenuhi kebutuhan tersier.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Seperti kata Plengeh,"Uang memang penting tetapi bukan yang terpenting". Dan seperti ungkapan Lukman Sardi dalam pilem 9 Naga,"Banyak hal terpenting dalam hidup yang tidak bisa didapatkan dengan uang". Saya mulai berpikir bahwa lebih baik sederhana tetapi merasa tercukupi, ketimbang berlebihan tetapi selalu merasa kurang. Toh, uang bukan jaminan akan kebahagiaan hidup. Contohnya?! Pangeran Kelantan. Kata Cik Amirul (adik Bos saya ketika saya jadi kuli gambar di Selangor), orang-orang seperti dia adalah orang yang mempunyai pendapatan per bulan di atas 50 ribu ringgit (hitung sendiri, satu ringgit rp 2700,-). Tetapi kenapa dia malah memukuli Manohara, istrinya yang cantik, &lt;i style=""&gt;shintal, sembledot&lt;/i&gt;, dan &lt;i style=""&gt;kimplah-kimplah&lt;/i&gt;. Kenapa dia tidak hidup makmur dan mesra bersama istrinya, terus beranak-pinak, setiap pagi nganter anak-anaknya pergi ke sekolah, trus kalo malam bisa sarungan bareng istri. Kenapa dia tidak membagi-bagikan saja uangnya pada yang nggak mampu, membuat pahala dan lain-lain, dia senang orang lain juga senang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tetapi menjadi kaya memang nggak ada salahnya, bagus malah. Kalau temen-temen sudah kaya dan ingin jadi kaya, nggak masalah asal tetap berpegang pada prinsip-prinsip sejati kehidupan. Sukur-sukur bisa membantu orang lain kaya, membuka lapangan pekerjaan atau ngenei aku duit... hahahe.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Buat frater-frater juga... tolong umat yang miskin papa juga diperhatikan, nggak hanya yang cantik, mulus, kaya dan bisa facebookan saja yang digubris.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;NB: Tulisan ini hanya untuk menyambung sharing Berna, terutama soal kata-kata 'uang adalah segalanya'.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Agri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Suwun&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-4063232237942326684?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/4063232237942326684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/02/aku-ingin-kaya.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/4063232237942326684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/4063232237942326684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/02/aku-ingin-kaya.html' title='AKU INGIN KAYA'/><author><name>agri mbeng</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02597686895598636904</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_ckDGF3mz5Uk/S3zQcLK9uLI/AAAAAAAAAAM/lU8Te8y2DDg/S220/DSC_0438.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-4837510779610005043</id><published>2010-02-18T01:36:00.000-08:00</published><updated>2010-02-18T01:54:39.053-08:00</updated><title type='text'>Terlalu Lelah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku bukanlah superman&lt;br /&gt;Aku &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD4"&gt;bisa&lt;/span&gt; nangis&lt;br /&gt;Jika kekasih hatiku&lt;br /&gt;Pergi meninggalkan aku&lt;br /&gt;Ayahku selalu berkata padaku&lt;br /&gt;Laki-laki tak boleh nangis&lt;br /&gt;Harus slalu kuat&lt;br /&gt;Harus slalu tangguh&lt;br /&gt;Harus bisa jadi tahan banting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin lirik itu membuat aku tergelitik. Seorang laki - laki adalah sosok kuat (fisik) didunia ini dan dibanyak belahan dunia menjadi trend centris untuk berbagai urusan strategis. Laki - laki juga banyak menjadi tulagn punggu malahan menajdi jiwa dari sebuah keluarga. Di dalam budaya timur pun sosok laki - laki menjadi unsur penting di berbagai intitusi , perusahaan, lembaga dan sebagainya.&lt;br /&gt;Begitu pula takdirku yang terlahir sebagai orang laki - laki dari sebuah keluarga kecil di Muntilan. Bagaimana pun aku menjadi harapan bagi keluargaku dalam hal menjaga nama baik maupun dukungan finansial dimasa depan. Entah bagaimana aku melakoninya sebagai anak laki - laki aku pun selau ingin terlihat sempurna di mata keluargaku dan teman - temanku walau aku sadar benar dengan kemampuanku yang sangat pas - pasan.&lt;br /&gt;Kini beban berat sudah di depan mata seiring dengan bertambahnya umurku yang mendekati 25 tahun. Artinya jika perkiraanku tepat yaitu lulus di tahun depan aku harus secepat mungkin bekerja dan menghasilkan nilai ekonomi bagi keluargaku. Memang tidak ada tuntutan lebih dari keluargaku untuk menyisihkan dari penghasilan untuk keluarga namun disinilah etika dan persaanku secra otomatis mengarah ke arah itu. Sebenarnya sekarang pun aku sudah merasakan beban berat cukup melelahkan meski tidak untuk keluargaku. BPM adalah beban terberatku saat ini. Menjadi pemimpin tertinggi di fakultas ini membuatku kehabisan waktu dan tenaga untuk semua ini. Kadang aku merasa semua yang aku lakukan ini jauh dari kemauanku dan jauh dari harapanku. Aku memang bisa berbicara dengan indah dan bersemangat di depan teman - teman. Namun apa artinay jiak itu semua tidak didukung oleh tindakan nyata. Semoga apa yang kau lakukan kepada kalian akan berbuah pada waktunya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-4837510779610005043?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/4837510779610005043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/02/terlalu-lelah.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/4837510779610005043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/4837510779610005043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/02/terlalu-lelah.html' title='Terlalu Lelah'/><author><name>YanChin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18193288380522827439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OxNCO0mEOyY/S2hYW-UvYMI/AAAAAAAAAAc/0QkvkesbrXs/S220/5075_1103327579496_1115931646_30331821_2802805_n.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-8607125024975081699</id><published>2010-02-09T08:39:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T08:58:17.485-08:00</updated><title type='text'>Sharing pengalaman aja....</title><content type='html'>Weitz.. sorry pke nama samaran...&lt;br /&gt;nih aku, -Berna-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku di suruh ngisi corat-coret ni blog ini.. (indra tuh yg nyuruh)&lt;br /&gt;oke aku bikin deh... :)&lt;br /&gt;biar gak ngambek aja dia............ :p&lt;br /&gt;wah jujur aku dah pengen ketemu temen2 semua... sayangnya aku gak bisa ikut reuni yg lalu..&lt;br /&gt;yah, aku mesti menemani ibuku yg sekarang cuma sendiri setelah ditinggal bapakku menghadap Bapa di surga....&lt;br /&gt;selain itu juga karena gak ada biaya buat ke sana hahaha :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oya... pengen sedikit cerita2 deh..&lt;br /&gt;pengalaman hidup di luar, terutama di Bali...&lt;br /&gt;jujur aku ngrasa kaget banget ketika kluar dari "sangkar emas" seminari mertoyudan...&lt;br /&gt;aku menghadapi kenyataan hidup di luar sana...&lt;br /&gt;ternyata gak sesuai yg aku bayangkan selama ini... gak semudah yang aku bayangkan..&lt;br /&gt;betapa waktu begitu berharga..&lt;br /&gt;betapa uang adalah segalanya...&lt;br /&gt;banyak orang memakai topeng dalam hidup... ketemu berhadapan menyapa dengan senyum...&lt;br /&gt;tapi kemudian menusuk dari belakang...&lt;br /&gt;dan aku baru sadar betapa keras hidup ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang pergaulan...&lt;br /&gt;wah gila..&lt;br /&gt;baru terbuka mataku betapa bebasnya anak muda..&lt;br /&gt;pacaran udah gak tau sampai mana batas2nya...&lt;br /&gt;aku pernah tanya ke temenku: "apa gak takut cewekmu hamil?"&lt;br /&gt;dia jawab: "pakai kondomlah bro.. gitu aja kok repot"&lt;br /&gt;wah.. parahnya..&lt;br /&gt;betapa keperawanan udah ampir gada harganya lagi, dan dikorbankan atas nama cinta.. yg gak tau jelas itu cinta atau nafsu.. :)&lt;br /&gt;jujur aja.. aku gak mau munafik.. aku juga sempet tertarik...&lt;br /&gt;gila aja.. liat kemolekan tubuh wanita... &gt;.&lt;" wih sebagai laki2, rasanya udah gak kuat aku dengan godaan itu...&lt;br /&gt;untung aja.. hati nurani masih berjuang melawan... fiuh...&lt;br /&gt;betapa godaan itu sudah sangat dekat...&lt;br /&gt;hahahahahahah....&lt;br /&gt;apalagi nih di Bali.. rumahku di sekitar seminyak...&lt;br /&gt;wah.. tiap hari liat pemandangan indah..&lt;br /&gt;hahahahha... terbakar rasanya hasratku..&lt;br /&gt;untungnya aku masih bisa berpikiran positif...&lt;br /&gt;tapi aku gak tau sejauh mana aku kuat&lt;br /&gt;ya.. tetep berjuang aja...&lt;br /&gt;(ayo sapa mau berlibur ke Bali ? hahahah :p )&lt;br /&gt;duh udah gada yg mau aku omongin lagi nih.. bingung..&lt;br /&gt;sambung lain kali aja ya :)&lt;br /&gt;tengkyu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam dari Bali buat temen2 semua..&lt;br /&gt;yg masih bertahan di jalur menuju imamat... tetep semangat aja.. klo gak kuat jangan dipaksa hahahha :p&lt;br /&gt;kidding..&lt;br /&gt;pokoknya banyak2 berdoa aja :p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-8607125024975081699?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/8607125024975081699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/02/sharing-pengalaman-aja.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/8607125024975081699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/8607125024975081699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/02/sharing-pengalaman-aja.html' title='Sharing pengalaman aja....'/><author><name>Standalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04877321095291905741</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-4634297725542090264</id><published>2010-01-04T06:24:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T06:25:04.427-08:00</updated><title type='text'>Sebuah Kesan....</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Akhirnya, setelah lebih dari dua (yang sampai MU), tiga (yang sampai MM II), empat (yang sampai MM I), dan lima tahun (yang jebling MP) tidak berjumpa, tanggal 29-30 Des 09 kemarin, saya bertemu dengan teman-teman seperjuangan dalam panggilan dan teman berbagi cerita kala SMA. Pertemuan itu masih terlalu awal untuk disebut sebagai sebuah reuni. Namun, dalam Temu Kangen itu, saya menemukan sebuah kesan mendalam, atas pilihan dan kesetiaan kita dalam menjalani pilihan masing-masing. Saya sempat merasa agak sungkan memanggil kalian dengan sebutan 'Frater' (bagi yang masih setia melanjutkan pilihan... yang lain jangan GR... hehehe...). Kalian yang pernah mengisi lembar putih kisah hidup kami, kini menjadi sosok 'calon gembala' yang satu tingkat lebih 'sangar' dibandingkan awam pada umumnya. Kalian yang dulu pernah berbagi ceria bersama kami nantinya akan menjadi Imam, pemimpin Gereja kami. Betapa bangganya kami dan betapa tidak sabarnya saya menanti saat-saat itu, saat saya memanggil kaliandengan sebutan 'Romo'. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Dalam balutan rasa enggan dan pelukan rasa sungkan itu, saya mencoba memaksakan diri untuk tetap memanggil 'Frater'. Bukan karena saya hendak meledek atau 'ngenyek'. Namun, sapaan itu murni berasal dari hati yang paling dalam. Sapaan yang menghargai betapa setianya kalian dalam menghayati pilihan itu. Sapaan yang juga hendak mengingatkan sekaligus menguatkan bahwa kami senantiasa mendukung pilihan kalian menghayati panggilan suciNya. Sapaan yang juga sekaligus menegaskan pilihan hidup saya sebagai hamba Tuhan alias domba yang kelak akan kalian gembalakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Saya pribadi berhadap, sapaan itu tetap melekat dalam diri kalian seiring kesetiaan kalian menapaki jajak langkah perjalanan panggilan. Biarlah dan semoga hanya tahbisanlah yang akan mengubah sapaan itu menjadi kian berarti. Kami yang memutuskan untuk sejenak berhenti, akan selalu mendukung kalian dari sini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Amien.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-4634297725542090264?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/4634297725542090264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/01/sebuah-kesan_04.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/4634297725542090264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/4634297725542090264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2010/01/sebuah-kesan_04.html' title='Sebuah Kesan....'/><author><name>Wahyu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08911751592371565660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-1916306491930337542</id><published>2009-12-29T20:17:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T03:07:48.749-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seminari mertoyudan'/><title type='text'>SMS ( Semua Masih Sama)</title><content type='html'>NOTULEN REUNI MAWUD 1&lt;br /&gt;Setelah beberapa abad tak ketemu:&lt;br /&gt;kita reunian di merto dengan besar biya sebesar biaya 1 SKS ku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cosmaz masih nglinduran..." lawuhe opo...lawuhe opo..?"&lt;br /&gt;Agrie yg tanpa baju TKI nya, nek crita masih bermuka polos nan lucu,&lt;br /&gt;Iphe masih sadis ngeceni "gigitannya" Adel,&lt;br /&gt;Prayogi masih telat gara-gara ngising, hingga ga dpt Bis,,&lt;br /&gt;kejamnya&lt;br /&gt;sementara yg lain rapat pagi ini, dia TIDUR...&lt;br /&gt;Roy masih ngganteng,&lt;br /&gt;Bramantya masih lemu,&lt;br /&gt;clekopan Fr Angger masih GERRR,&lt;br /&gt;Ephraem masih berpandangan "miring",&lt;br /&gt;Doni masih ga doyan perkedel n telor,&lt;br /&gt;Hendy masih seneng film India,&lt;br /&gt;Rosa masih ngejak mendem atas nama persahabatan,&lt;br /&gt;Ryan masih "disentimene" pasal ras-nya,&lt;br /&gt;Irwan n Asonk masih kelihatan pinter, meski Asonk tambah kurus,&lt;br /&gt;Mikael, Ade, Andes, Ijonk, Yudho, Ardi, Damar, Wahyu, Cahyo, Jemmy, Heri, Galih, dkk&lt;br /&gt;masih kelihatan sama seperti dulu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, bagas memakai baju yang sama waktu MP..hehe, koq o aku eling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qta masih nggosipin FLow soal perempuan, dipimpin Fr hendy,&lt;br /&gt;dan slama beberapa hari ini aku memakai clana dalam yang sama...hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi kutarik kesimpulan,&lt;br /&gt;Semuanya Masih Sama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setidaknya ada bedanya,&lt;br /&gt;Qta dah makin dewasa (semoga),&lt;br /&gt;Qta dah makin banyak pengalaman (seiring bertambahnya umur),&lt;br /&gt;Qta dah makin banyak dosa (pastinya),&lt;br /&gt;dan yg paling berbeda dari REUNI yg dulu:&lt;br /&gt;- Gogon sudah kuliah -&lt;br /&gt;Hwaka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/Sz8oiAR_1-I/AAAAAAAAAKs/hWn3ZERwlEs/s1600-h/17533_1228016093475_1021247852_30643412_976859_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 212px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/Sz8oiAR_1-I/AAAAAAAAAKs/hWn3ZERwlEs/s320/17533_1228016093475_1021247852_30643412_976859_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422097041033517026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Vic Homo colo cum,&lt;br /&gt;sum anum bene kondo lemantur,&lt;br /&gt;jika ada salah kata mohon maklum,&lt;br /&gt;bhs latin di atas memang ngawur,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wasalam...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-1916306491930337542?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/1916306491930337542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/12/sms-semua-masih-sama.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1916306491930337542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1916306491930337542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/12/sms-semua-masih-sama.html' title='SMS ( Semua Masih Sama)'/><author><name>Inunesia loved by earth</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01658624782046559779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/Sz8oiAR_1-I/AAAAAAAAAKs/hWn3ZERwlEs/s72-c/17533_1228016093475_1021247852_30643412_976859_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-8497025704821385116</id><published>2009-12-29T07:47:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T19:04:26.824-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seminari mertoyudan'/><title type='text'>DAFTAR NAMA PARA PEJUANG DANASMARA</title><content type='html'>Berikut nama-nama pejuang Danasmara yang sudah terdaftar. Bagi yang belum terdaftar harap segera mendaftarkan diri dengan comment di bawah postingan ini. &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No.  Nama    No HP/Telp  Alamat e-mail&lt;br /&gt;1 Rosa Indra Wardana, Yustinus 0897 5045 672 xsemhuazu@gmail.com&lt;br /&gt;www.indrahuazu.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Hendy Kiawan 0857 2791 9945 tak_ilikitik@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Vishnu Satyagraha 0856 4385 1885 Mahavishnu.58@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Yohanes Wahyu Setia Jati 085 743 192 069 estahislau_rivera@yahoo.co.id&lt;br /&gt;estahislau.rivera@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Stefanus Agri Kurniawan 0857 4341 3066 Grey.stompz@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Angger Putranto 0858 5203 8458 Gendon_merto@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Ryan Alvian 0857 2995 5449 Ryan_elservantes@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Cosmas Sakti Wijaya Adi 085643437715 Cosmas_xm_103@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 Adel Riyadi 0899 5404 555 Adelbertus_dp10@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Gogon Suherman 0856 4395 6997 Fr.go2n@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Aska  0812 3012 057&lt;br /&gt;0817 0414 221 adhibhaskara@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 Idjong 0852 2598 0842 Idjontj8sem@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Damar Handoko 0899 5123 404  damarwidie@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Cahyo Bantul 0856 2924 954 cahyosilvester@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Roy Kristiadi 085729346060 christiadi_sandya@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 Michael 0856 2931 056 Struggler_mc@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Galih Dabjoe 0856 4378 2407 Psy_nyowfrans@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Ade Ivan  0856 4366 3335 Ambon_cumics@yahoo.com&lt;br /&gt;Ade_ivan88@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Very  021 999 27702 bospery@yahoo.co.id&lt;br /&gt;bospery@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 Bagas Semarang 0819 3194 0237 perjakapengenkaya@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Iphe Morbus 0857 2968 2121 hanyaseorangiphe@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Jemmi kentu 0819 1555 1795 Jemmi_andrian@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 Toro 0852 9268 2028 Kristantoro_87@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Heri bin heru   Wah_grimiz@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 Zum2   Dimmascahya@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Pam2 Surapraja 0818 0854 8108 Ch3_mm@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 Eph 0856 4749 4633 Ephramusthebest@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Ardy 0897 6881 018&lt;br /&gt;0852 2884 9490` only0ne_blue07@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Thomas Irwan 08988099876 Tomchrist.ixoye@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31 Adiputra Kenthus 085647478867 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32 Andes 085740246325 Tulkenyut_oye@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33 octavianus adventura  085737215625 jeruk_purut20@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34 bram mahendra 0857 2654 7868   bram.inaction@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35 vetri tekek  0856 4348 8304&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36  saddam  0856 4748 4273     nicolevicius_stradivarius@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37 rosihan arifin      hi_rosi_poenya@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38  aryanto   085228855442           Planter_ashy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39  Bathang  0856 4192 8419 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40 Towo   0856 4008 6197&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41 Isti   085 292 297 032&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42 Genjo   0857 4302 1113 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43  Ashyong  08 191 00 919 75   rio_hartoanto@ymail.com planter_ashy@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44  doyok   0856 9352 2375    bram_soa@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-8497025704821385116?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/8497025704821385116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/12/daftar-nama-para-pejuang-danasmara.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/8497025704821385116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/8497025704821385116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/12/daftar-nama-para-pejuang-danasmara.html' title='DAFTAR NAMA PARA PEJUANG DANASMARA'/><author><name>Thomas Irwan Kristanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07348124979022705347</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0HyOCQL91vg/TK_Gu4EISJI/AAAAAAAAACo/8yDYq9abG6c/S220/Thomas+Depend+On+God+(5).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-61194577030540415</id><published>2009-12-19T10:29:00.000-08:00</published><updated>2009-12-19T10:30:12.944-08:00</updated><title type='text'>reuni danasmara</title><content type='html'>teman2&lt;br /&gt;akan diadakan reuni danasmara tgl 29-30 des 2009 di Seminari Mertoyudan&lt;br /&gt;garis besar acaranya nostalgia, ormed, n forum santai tentang keberadaan qt sbg sebuah angkatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demi kelancaran acara, peserta dikenakan biaya keikutsertaan senilai 20000 rupiah. teman2 juga diharap memberikan konfirmasi paling lambat tanggal 23 des 2009 agar administrasi dapat berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;acara ini tidak akan bjalan tanpa kedatangan teman2 empe 2003. maka, tolong informasi ini disampaikan kepada seluruh teman2 danasmara. tolong juga teman2 qt yang sudah hilang jejaknya turut dikabari (terutama yg jebling empe, jg tekek)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ttd&lt;br /&gt;panitia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;konfirmasi kedatangan n informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor d bawah ini&lt;br /&gt;CP: 085729346060 (Baciro) atau 0856729955449 (Ryan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-61194577030540415?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/61194577030540415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/12/reuni-danasmara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/61194577030540415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/61194577030540415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/12/reuni-danasmara.html' title='reuni danasmara'/><author><name>indrahuazu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/TT12sy4MBLI/AAAAAAAAAYM/dQU5nnORBNY/s220/rose2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-7316441761812479506</id><published>2009-10-24T08:40:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T08:55:22.690-07:00</updated><title type='text'>asenk dan derita hidupnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/SuMhK6yCA5I/AAAAAAAAAHQ/3C3I9wpgcyA/s1600-h/9733_1156381302707_1022943710_30410621_3569348_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 149px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/SuMhK6yCA5I/AAAAAAAAAHQ/3C3I9wpgcyA/s200/9733_1156381302707_1022943710_30410621_3569348_n.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396193249981498258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;hahaha, melihat foto di atas, kita pasti udah bisa menebak siapa dia. Fr Hendy Kiawan yang tenar dengan kesombongan akan ketampanan orientalnya (ha??). Kita yang pernah hidup bersama dengan dia di seminari pasti sudah mengenal teman kita ini dengan cukup dalam, tahu tentang segala macam seluk beluk kehidupannya, kisah-kisah cinta yang dibanggakannya, sampai segala derita hidupnya.haha&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;posting ini cuma ingin memberitakan, sahabat kita kemaren baru saja mengalami derita hidup, jatuh kecelakaan saat mengendarai sepeda motor. Hari sabtu tanggal 17 okt saya datang ke Panti Rapih untuk tilik dia, tapi ternyata jam besuk sudah habis, alhasil saya diusir dari sana. wah, mau jenguk frater saja susah ya.. Tapi gpp, doa saya selalu menyertai kok.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;cepat sembuh frater, cepat beraktifitas kembali.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-7316441761812479506?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/7316441761812479506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/10/asenk-dan-derita-hidupnya.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/7316441761812479506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/7316441761812479506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/10/asenk-dan-derita-hidupnya.html' title='asenk dan derita hidupnya'/><author><name>indrahuazu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/TT12sy4MBLI/AAAAAAAAAYM/dQU5nnORBNY/s220/rose2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/SuMhK6yCA5I/AAAAAAAAAHQ/3C3I9wpgcyA/s72-c/9733_1156381302707_1022943710_30410621_3569348_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-3860208899934926996</id><published>2009-09-15T02:03:00.001-07:00</published><updated>2009-09-15T02:56:22.075-07:00</updated><title type='text'>Melawan Sang Senior</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mungkin tahun ini adalah tahun terberatku dimana aku harus dihadapkan dengna banyak sekali masalah. statusku sebagai pelayan mahasiswa FE UAJY mempunyai konswekwensi yang berat untuk diriku. aku harus mempunyai kepribadian ganda yang harus aku olah supaya apa yang telah aku perbuat menjadi tidak sia - sia. selama ini aku dikenal sebagai sosok yang selalu melakukan hal yang bodoh dan memang kenyataan yang ada aku memang tidak sepintar teman - teman di angkatanku ini. hal ini pun sebenarnya pernah membuatku selalu kecil hati ketika aku harus berhadapan dengan temanku yang nota bene adalah teman seminari mertoyudan. alasan kedua adalah aku dikenal dengan sosok yang tidak pernah menanggapi semua hal dengan serius. ini lah metode yang selalu aku gunakan untuk selalu bisa fleksibel di lingkungan yang baru, mungkin dengan perkataan yang lucu jinggal cerita yang jorok.&lt;br /&gt;akhir - akhir ini aku sendang dihadapkan dengan berbagai masalah meskipun jika aku bukan sebagai pelayan mahasiswa itu bukan menjadi masalahku. IT di FE UAJY menjadi biang keladi masalha yang aku hadapi kali ini. semenjak semester sisipan tahun 2009, FE UAJY mengalami gangguan yang fatal akibat perubahan kepengurusan IT. isu ang muncul pertam kalinya yang datang adalah tentang pemecatan seorang pengurus yang selama ini menjadi seorang tenaga ahli dalam bidang IT FE UAJY yang bernama Mas Aris (walau sering dipermasalahkan dan sangan terkenal di kampus, aku sendiri belum bernah belum tahu orang nya yang mana). isu kedua yang muncul adalah karena adanya integrasi yang akan dilakukan oleh FE UAJY demi adanya penghematan dari segi finansial. dan isu ketiga adalah karena adanya politik yang akan dilakukan dari pihak petinggi fakultas sebut saja namanya R. maryatmo (seorang dekan FE UAJY). R. maryatmo adalah seorang exsem juga seperti aku namun bedanya dia adalah seorang yang sangat pintar dan dihargai dimana - mana dan hebatnya lagi dia adalah ketua dari paguyuban exsem se indonesia.  permasalah bukan dari r. maryatmo yang mengintimadasi aku, namun ada beberapa sebuah masukan informasi yang bertentangan antara satu dengan yang lain. adalah pihak yang bertentangan dengan seluruh argumentasi r. maryatmo sehubungan dengan integrasi adalah p. siswanto. dia adalah seorang dosen tetap selama 27 tahun di FE UAJY dan terkenal pro mahasiswa dengan pemikirannya yang kritis.  bagi saya argumen dari p.siswanto yang paling mengena adalah tentang konsep bagaimana UAJY secara keseluruhan bisa bersaing dengan universitas yang lain adalah dengan pengembangan di segi IT dan memunculkan FE sebagai icon dan top brand di UAJY ini. namun realita yang terjadi sekarang ini adalah kemunduran IT yang terjadi di FE UAJY karena peng integrasian yang dilakukan sebagai dampak kebijakan r.maryatmo. dari pihak mahasiswa sendiri sudah beredar isu baru yang menyangkut tentang reaksi p. siswanto yang berlebih itu karena didasari persepsi negatif suhubungan dengan pencalonan r.maryatmo sebagai rektor UAJY.&lt;br /&gt;sungguh pekerjaan yang sangat melelahakan ketika harus selalu diceramahin dengan pemikiran kedua pihak itu. dalam diriku sendiri sebenarnya ada perasaan perlawanan dan selalu ingin melawan segala tindak ketidak jujuran yang ada di kamus ini. menurutku r.maryatmo adalah seorang yang paling bertanggung jawab dengan keadaan IT yang sekarang ada di FE UAJY. sangat memungkinkan ketika besok ada akreditasi yang menyebabkan FE menjadi turun akreditasinya maka r. maryatmo adalah seorang yang bertanggung jawab. namun dibalik semua itu aku juga tidak bisa menganggap p.siswanto sebagai dosen yang spotif. bagiku dia melakukan dua kesalahan fatal di dunia pendidikan. yang pertama, dia enggan mengajar hingga kini malahan melakukan aksi mogok mengajar sebelum web FE UAJY dibereskan. dan kedua, p.siswanto telah melakukan tindak provokasi yang memicu keadaan menjadi keos di FE UAJY.&lt;br /&gt;aku menganggap mahasiswa adalah pihak yang paling dirugikan dengan keadaan seperti ini dan tentunya ini adalalah pekerjaan yang sangat melelahkan bagi seluruh pengurus lembaga dalam menyampaikan keluh kesah dari mahasiswa sehubungan dengan keadaan ini. namun yang aku bingungkan, mengapa sebagian mahasiswa yang ada tidak ada reaksi dari keadaan seperti ini. mungkinkah mereka merasa tidak dirugikan dan tidak menguntungkan ketika ikut kerlibat dalam acara menuntut hak mereka? jadi siapa yang harus aku bela dan aku perjuangkan? dan siapakah yang harus aku lawan di FE UAJY ini?&lt;br /&gt;ya Tuhan ini hanya keluh kesahku daris seorang hamba yang selalu meminta lebih dna ketika pemberian itu datang, hambamu yang kecil ini tidak mampu menampung semua berkat yang Engkau berikan..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-3860208899934926996?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/3860208899934926996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/09/melawan-sang-senior.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/3860208899934926996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/3860208899934926996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/09/melawan-sang-senior.html' title='Melawan Sang Senior'/><author><name>YanChin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18193288380522827439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OxNCO0mEOyY/S2hYW-UvYMI/AAAAAAAAAAc/0QkvkesbrXs/S220/5075_1103327579496_1115931646_30331821_2802805_n.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-7299530641288001281</id><published>2009-09-09T18:35:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T02:26:43.519-07:00</updated><title type='text'>angger oh angger</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cnKDT-eGsa4/SqheXdMfSKI/AAAAAAAAACI/DP4lUzdzaaA/s1600-h/coba.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 348px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cnKDT-eGsa4/SqheXdMfSKI/AAAAAAAAACI/DP4lUzdzaaA/s400/coba.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379653511961069730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Baru saja &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Tuhan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;datang..Ia melawat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="IN"&gt;aku&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt; putranya yang Hina ini....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Dalam sebuah pertemuan keuskupan, seorang teman&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;ku memilih untuk mundur! &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Berarti udah ada 2 teman frater dari keukupan SBY yang mengundurkan diri. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Salah satu faktornya ialah relitas komunitas TOR malang yang dirasa tidak pantas disebut komunitas calon Imam. Kebetulan 2 teman tadi mengungkapkan hal itu. Ya tau sendiri gimana. Khan udah tak ceritain tho… Nah aku tahu benar dan meng-Amini alasan dua temanku itu, karena aku juga merasakannya. Hal ini membuat aku tidak terima!, aku ga terima dengan Angkatanku. (sayup-sayup terdengar lagu “ku tak bsia terima..bila harus... hahakakaka) Mereka telah membunuh panggilan 2 temanku. Kendati mereka hanya faktor kecil tapi mereka juga turut menyebabkan panggilan teman2ku mati. Diibaratkan temanku terbunuh oleh seklompotan orang dengan pisau tertancap di sekujur tubuh temanku itu. Namun selain itu temanku juga mati karena tertusuk oleh tusuk gigi…nah faktor komunitas itu ibarat tusuk gigi diantara beberapa pisau yang membunuh 2 temanku itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Hal itu jadi beban pikiranku terus…apakah aku harus mengambil keputusan seperti mereka? Karena aku juga mengalami hal serupa dengan mereka. Ada keprihatian besar dalam diriku atas komunitas ini. Apakah memang Tuhan memberikan tanda2 kepada ku lewat 2 temanku itu? Apakah aku harus keluar? Ataukah aku harus bertahan di sini? Hingga akhrinya aku menghadiri suatu adaorasi di TOR malang ini, Kamis (15/2). Aku masih tetap dengan pikiran pikiran tentang panggilan tadi. Nah kebutulan aku sedang membaca buku “mukjizat-mukjizat jaman Moderen” tulisan Sr. Brige McKenna yang di terjemahkan oleh Mgr. Suharyo. Dalam buku itu ditulis bagaimana kekuatan ekaristi terutama Hosti yang setiap hari kita terima. Dan akupun ingin merasakan kekuatan itu malam pada saat adorasi itu, ada kerinduan untuk bertemu dan bersentuhan dengan Tuhan, walau sekejap…nah kebetulan bacaan Injil hari Kamis, 15 Februari, ialah Mat 7:7-12 tentang, “Mintalah maka kamu akan diberi ketuklah maka kamu kan dibukakan” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Adorasi hampir dimulai. Pikiranku tetap dipenuhi tentang panggilan…tapi aku juga mengimani kata-kata dari Injil mintalah maka kamu akan diberi, ketuklah maka kamu akan dibukakan” Aku minta supaya Tuhan hadir lewat hosti suci yang akan ditahtakan dan menjawab semua pertanyaanku…terutama pertayanan “Tuhan &lt;i&gt;What Must I Do&lt;/i&gt;? Lagu pembukaan mengantar Rm. Kristanto masuk ke Kapel… Aku masih membatin, “Mintalah maka kamu akan di beri, ketuklah kamu akan dibukakan.” Tuhan aku ingin menemui-Mu dengan segala kerendahan hatiku… terimalah aku jawablah aku…!” Hosti ditahtakan… aku pandangi Hosti itu dengan kerinduan terdalam dan aku percaya akan apa yang dikatan Sr. Brige... Bahwa “Yesus hadir dalam hosti itu.” Ya Yesus hadir! Tuhan aku melihat-Mu... Sekarang Aku ingin mengetuk rumah kudus-Mu…bukakan pintu-Mu aku mau ngobrol… Aku meminta dan aku akan di beri…” Hal itu aku imani terus! semakin dalam aku mengimani semakin membuat aku rindu pada hadirat Allah! Hingga akhirnya waktu hening tiba… Aku merasakan Allah hadir… Ia membuakan pintu untukku Ia menerimaku untuk ngobrol… Dia membiarkan aku bercerita tentang keluh kesahku, tentang keprihatinanku terhadap komunitas, tentang ketidakterimaanku karena mereka telah membunuh 2 benih panggilan itu! Dia tidak menjawab…aku terus bercerita… sampai akhirnya Rm. Kristanto memberi tanda pada Tim Musik untuk memainkan lagu TAIZE…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;“Kita nyayiakan lagu Nada de Turbe!” intro lagu dimainkan… Aku masih belum ngeh... lagu ini lagu yang mana? Aku kembali tetap berkonsentrasi pada Hosti di depanku… sampai akhirnya “Janganlah takut...Janganlah cemas…” Argh...Tuhan…Engkau kini telah berkata…. “di dalam Tuhan berlimpah rahmat” Tuhan... Aku mendengarkan sabda-Mu… tak terasa aku mulai minitikkan air mata... kerinduanku berbalas… aku meminta dan kini aku mendapatkannya… Ia menjawab aku… “Janganlah takut... Jaganlah cemas... di dalam Tuhan berlimpah rahmat” akh…ini dia... Aku menemukan jawabanya… Ya Tuhan… kau telah menjawabku… inilah sabdamu yang hidup… Engkau memintaku supaya aku tidak takut dan tidak cemas... ya aku percaya Tuhan... karena aku yakin bersama Engaku aku selalu berlimpah rahmat… “&lt;i&gt;Akh…ini cuma kebetulan…. Ini bukan suara Tuhan!&lt;/i&gt;” lho..lho..koq ada gerakan dan suara batin seperti itu? Aku tahu ini Roh Jahat! Enyalah kau jahat… setelah itu aku benar-benar merasa damai… aku benar-benar menikmati saat-saat ini… mungkin ini yang dirasakan oleh murid-murid Yesus saat Yesus dimuliakan (Mat 17:1-17) para murid berkata “Tuhan aku sangat senang berada disini…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Air mataku terus mengalir deras… tangisku muncul di sela-sela lagu yang masih mengalun… tangisku terlihat dominan saat lagu itu berhenti dimainakn dan Rm. Kris kembali melanjutkan adorasi ini… pujian dan mazmur yang dikidungkan masih diiringi oleh sesenggukan yang diakibatkan oleh tangisku… tanpa terasa… Rm Kris sudah berdiri di depan Monstran dan mengangkat monstran itu… batinku tergerak… aku histris… tangisku semakain menjadi… “Tuhan… Engkau sungguh hadir dalam Rupa Hosti Suci itu…!” aku masih menangis sampai adorasi selesai…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Lord You Touch Me Today&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Tangisku pecah, embun penglihatanku meleleh,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Sukma tercabik, tersayat!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Tulang bercabang lima berbalut daging masuk ke dalam kegelapan sukma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Dirogohnya sukma ku itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Embun penglihatanku terus meleleh, deras...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Tulang-tulang itu masuk tepat sasaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Ya, dia menemukannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Cabang-cabangnya mencengkramnya, kuat...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Balutan tulang itu bergerak menjauh, kembali ke tempat semula&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Ia keluar meninggalkan kegelapan sukma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Bercak kebusukan menodainya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Cabang lima itu masih memegang sesuatu dalam cengkeramannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Tangisku pecah, embun penglihatanku meleleh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Sukma tercabik, ditutupnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Tak berbekas...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Akupuas saat tulang berbalut daging bercabang lima itu keluar dari diriku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Aku senang kendati embun itu terus meleleh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Aku tanya kepada dia Si Empunya tulang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Apa yang Kau ambil dari sukma ku yang busuk ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Dia tersenyum, ia membawa genggaman-Nya di depan mataku yang masih meneteskan embun...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Cabang lima itu masih menggenggam sesuatu dari dalam sukma tadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Dibukanya cabang-cabang itu sambil berkata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;“Aku telah mengambil ketakutanmu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Jangalah takut, janganlah cemas, di dalam Aku, kamu akan berlimpah rahmat”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Embun penglihatanku semakin deras&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Dibawah lututku tercuipta sungai, Sungai sukacita...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Sukacita karena Ia telah mengambil ketakutanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Aku tidak takut, aku tidak cemas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;Karenaku percaya di dalam Dia aku berlimpah rahmat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pengalaman ini aku alami 2 tahun yg lalu di TOR Malang.... moga membuat kita iling ama yang kuasa...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tur nuwun Angger bin Temus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;Nb: Fotoq itu tolong dipajang kalo aku mati ya....wkwkwk&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-7299530641288001281?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/7299530641288001281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/09/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/7299530641288001281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/7299530641288001281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/09/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html' title='angger oh angger'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cnKDT-eGsa4/SqheXdMfSKI/AAAAAAAAACI/DP4lUzdzaaA/s72-c/coba.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-6632405815665937475</id><published>2009-09-05T23:40:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T23:45:13.971-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita kita'/><title type='text'>Cerita Waktu Pulang</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAdmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} p.MsoNoSpacing, li.MsoNoSpacing, div.MsoNoSpacing 	{mso-style-priority:1; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:56.7pt 1.0in 56.7pt 1.0in; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: center; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; -Sebuah Khayalan-&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: center; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada yang pernah berkata bahwa musik adalah jembatan untuk mencapai kedamaian jiwa. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Aku pernah menyangsikannya. Siapa yang menyangka susunan angka-angka itu bisa mengisi hati yang kata orang bisa membawa perubahan buat dunia. Sekali lagi, dulu aku pernah menyangsikannya. Bahkan, aku juga pernah mendengar seorang tokoh dunia yang mengatakan bahwa musik merupakan lambang dari dunia harmonis. Kosmos. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kesangsianku berubah ketika aku mengenal seseorang yang memberikan benda ini. Benda berat dan panjang. Bentuknya seperti bilah kerucut dari logam. Penuh dengan pencetan-pencetan tidak jelas. Tidak simetris dan tak teratur. Pertama kali, aku mengangkatnya, mungkin beratnya sepersepuluh dari berat tubuhku waktu itu. Maklum, saat itu, aku menjadi anak gembala.kurus kering tubuhku. Lidahkupun belum terlalu gamblang mengucapkan kata saxophon. Namun, sejak memegangnya, aku juga mulai berkenalan dengan bunyi-bunyi teratur. Musik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ini saxophon sopran. Bentuknya paling panjang. Tapi, suaranya...emmm” begitu kata orang yang memberikan benda ini kepadaku dulu sambil mengajungkan jempol tangannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Orang sering memanggilnya Romo Van Stook. Hidungnya mirip saxophon. Itu sebabnya, dia sungguh senang membawa barang kesayangannya kemana-mana. Mungkin, itu citra diri. Dia bukan orang yang mempunyai kulit coklat sepertiku. Matanya yang coklat tapi kulitnya putih. Orang sekampungku sungguh menundukkan kepala saat berjumpa dengannya. Bahkan bapak-simbokku juga harus menurunkan derajatnya saat bicara dengan orang asing itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saxophon adalah alat musik pemberontak. Dia harus mau terima saat tidak diterima dalam kalangan pencinta klasik. Dia tidak mau diatur. Senang bebas meliuk-liukkan nada. Bunyinya indah saat mengisi ruang kosong. Suaranya yang kadang melengking membuat orang harus menggigit bibir bagian bawah. Aku menganggapnya saat itulah sopran menampilkan keanggunannya. Maksudku saxophon sopran ini. Yang kukatakan ini adalah pendapat pribadiku. Maaf, aku terlalu sayang pula &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan benda ini sampai-sampai menganggapnya terlalu spesial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Suatu sore, aku tidak sengaja mendengar suara aneh ketika selesai menggiring kambing-kambingku pulang mencari makan. Kutelusuri jejak suara itu. Lama-kelamaan alunan suara membawa aku ke sebuah gereja kecil. Gereja itu gerejaku pula. Tempat dimana Romo Van Stook tinggal. Tepatnya, dia tinggal di sebuah rumah di belakang gereja. Tapi sore itu, aku melihatnya di dalam gedung gereja yang kosong. Tidak ada umat sama sekali. Aku mengintip lewat pintu samping. Kebetulan, saat itu, sedang terbuka sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dia tampak sibuk memencet dan memencet koin-koin yang ditempel di sepanjang benda panjang. Mulutnya seakan-akan meniup seperti Simbok meniup bambu kecil untuk membesarkan api pada tungku. Aku heran untuk pertama kalinya. Benda panjang itu bisa bunyi. Tidak pernah aku melihat alat musik seperti itu. Karena, waktu itu, aku hanya tahu kalau benda-benda yang bisa berbunyi adalah benda-benda yang dipukul. Saron, demung, slenthem, bonang, peking, gong, kendang,...semuanya dipukul to? Bukan dipencet dan ditiup seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seperti tahu akan ada cecunguk kecil yang ada di gereja, Romo Van Stook berhenti bermain. Dia menoleh ke arahku. Dia mencoba menghampiriku. Aku lari terbirit-birit. Takut kalau-kalau dia datang untuk marah padaku karena aku mengganggunya. Tapi, yang aku tahu Romo Van Stook tidak pernah marah dengan anak-anak sebayaku. Dia sangat bersahabat dengan kami. Kami berlomba-lomba bersalaman dengannya setelah misa. Semua anak medapat giliran salaman, lalu Romo Van Stook memberi beberapa pertanyaan dan yang bisa menjawabnya diberi permen manis. Permen yang spesial karena lidah kami terbiasa dengan &lt;i style=""&gt;ngemut&lt;/i&gt; gula jawa. Tapi, mengapa saat itu aku sungguh takut. Padahal, ia mengejar aku dengan tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku jadi tuman mendengarkan Romo Van Stook bermain saxophon. Aku sengaja melepas kambing-kambingku di belakang gereja. Kebetulan di sana banyak rumput. Toh, Romo Van Stook juga kurang waktu untuk mencabuti rumput-rumput itu. Disamping kambing-kambingku kenyang, aku juga menikmati gratis mendengarkan suara yang membuat damai hatiku. Selama aku mengikuti lagu-lagu yang dimainkan Romo Van Stook, ada satu lagu khusus yang menjadi penanda aku pulang. Ia selalu memainkannya beberapa menit setelah azan magrib dan lonceng gereja. Setelah lagu selesai, aku baru memulangkan kambing-kambing ke kandang. Itulah lagu yang senantia kunanti tiap hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada satu sore dimana Romo Van Stook tidak memainkan saxophonnya. Aku kecewa berat. Tidak ada suara yang menjadi hiburanku menggembalakan kambing-kambing setelah pulang sekolah. Aku mengira Romo Van Stook sakit hingga tidak bisa melangsungkan ritualnya bermain saxophon di sore hari. Aku mencoba mencari tahu mengapa. Dengan sedikit takut-takut, aku masuk gereja melalui pintu samping yang dikunci hanya waktu malam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku heran ketika menjumpai Romo Van Stook duduk diam dengan saxophon di tangannya. Kupandangi dia, tampaknya sedang kosong. Ia melamun. Akhirnya, dia sadar untuk kedua kalinya ada cecunguk kecil yang masuk ke gereja. Kali itu, dia membiarkan aku memandangnya. Tentunya sambil tersenyum seperti tempo lalu. Setelah agak lama, aku menjadi tenang. Tampaknya tidak akan terjadi apa-apa denganku. Romo Van Stook tidak mungkin marah denganku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Tomo, masuk” sapanya dengan sungguh ramah. Aku tak menyangsikannya lagi. Tak terpikir kambing-kambingku, aku masuk ke gereja menjumpai Romo Van Stook.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“&lt;i style=""&gt;Dalem Romo...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Tiap sore aku menunggumu. Aku memanggil-manggil kamu. Berharap ketika kamu mendengar suara alat musik ini, kamu mau datang lagi.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“&lt;i style=""&gt;Nyuwun ngapunten Romo” &lt;/i&gt;aku menjadi kikuk. Aku menjadi diam. Tidak pernah aku berbicara dengan Romo Van Stook sedekat itu. Namun, lebih dari itu, aku benar-benar terpana saat melihat benda ditangan Romo Van Stook. Aku pertama kalinya melihat lekuk saxophon. Sungguh mempesona.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Romo Van Stook mengurkan tangannya. Memberikan saxophon itu kepadaku. Aku disuruhnya memegang dan akhirnya saxophon itu pindah tangan. Aku semakin terpana. Tanganku terlalu kotor untuk memegang logam yang mengkilat itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Setidaknya ada tiga jenis saxophon. Alto, tenor, sopran, dan baby –itu yang kecil-. Berapa umur kamu?” tanya Romo Van Stook membuyarkan rasa kekaguman dan kahayalanku untuk bisa memainkannya. Ia mempersilakan aku duduk di sampingnya; di depan patung Bunda Maria yang sedang menggendong bayi Sang Penebus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Empat belas Romo” jawabku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Saat umurku tujuh belas tahun, Bapak memberikan ini kepadaku. Katanya tidak ada yang akan meneruskan Bapak untuk memainkan alat musik ini kecuali aku. Bapakku dulu tukang musik seperti bapakmu yang pandai bermain bonang. Dia ingin aku menjadi tukang musik sepertinya; menjadi peniup saxophon.” Aku manggut-manggut mendengar ceritanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Aku senang bisa meniupnya. Bapak dengan telaten mengajari aku hingga aku sedikit bisa memainkan lagu yang biasa bapakku mainkan. Namun, aku meninggalkan alat musik ini ketika masuk pendidikan untuk menjadi romo. Aku sempat membawanya pertama kali di sekolah para calon imam. Tapi, kata Romo yang mendampingi aku, biola, piano atau flute lebih cocok untukku. Mungkin, karena dia tidak senang dengan kebisingan. Alat musik ini kan terlalu keras. Aku tidak bisa mengelak. Berapa puluh tahun aku tidak menyentuhnya. Baru kemarin itu, aku meminta adikku mengirimkannya ke Jawa.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Romo Van Stook tampak sangat bersemangat menceritakan pengalamannya. Aku masih saja terpaku menatap benda asing di tanganku. Cepat-cepat aku memimpikan untuk dapat memainkannya. Tapi, aku takut untuk meminta Romo Van Stook mengajariku. Namun, nampaknya ia tahu kegelisahanku. Ia mengambil saxophon itu dari tanganku. Mengajari caranya memegang yang benar dan posisi bibir yang pas untuk mengepit bilah bambu tipis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Namanya rit, rit ini harus tepat pada tempatnya –legatur- lalu kalau sudah pas dikunci. Saxophon ini siap dibunyikan.” Kemudian, Romo memainkan sebuah lagu sederhana. Suaranya mengagumkan. Aku dibuat merinding mendengarnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Ini Twingle-Twingkle Star. Lagu ini diciptakan oleh anak umur lima tahun. Percaya, kamu bisa memainkannya.” Romo Van Stook memberikan saxophon itu kepadaku. Aku memegangnya. Dengan lembut, dia membetulkan posisi jari-jariku. Berat sekali. Selesai mengatur posisi tangan, aku mulai meniup. Tidak ada suara yang keluar. Hanya angin yang mendesis dari antara bilah bambu dengan besi. Ternyata tidak semudah seperti yang kupikir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“&lt;i style=""&gt;Awrat Romo.&lt;/i&gt;” Aku menyerahkan saxophon itu dan berniat untuk mengurungkan niat untuk bisa memainkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Pertama kali aku belajar, tidak ada apapun suara yang keluar. Kamu lebih cakap memainkannya daripada aku. Datanglah sering-sering kemari saat sore hari. Aku akan mengajarimu.”katanya lembut. Aku hanya bisa mengangguk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tak lama kemudian, terdengarlah suara azan magrib. Suaranya menggaung ke seluruh desa. Anak-anak manusia mulai pulang kerumah. Takut dicolong wewe gombel dan dibawa di pohon kluwih dekat sumur. Suasana jadi tenang. Romo Van Stook pun tidak bergeming apapun. Segera setelahnya, lonceng gereja berbunyi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“&lt;i style=""&gt;Sembahyang Malaikating Allah&lt;/i&gt;, Tomo”pinta Romo mengajakku berdoa. Romo Van Stook yang memimpin berdoa. Rasanya teduh sekali waktu itu. Ada kedamaian saat ketika melulu dekat dengannya. Aku kagum dengan pribadi yang sungguh sayang dengan orang kecil sepertiku. Ketika aku membuka mata, tiba-tiba saja aku terkesan melihat baju indah Romo Van Stook yang jadi pembalut hati murninya. Aku jadi bermimpi suatu saat akan memakai baju panjang seperti punya Romo Van Stook.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ini menjadi saat yang kunanti. Lagu kesayangan setelah magrib dan lonceng gereja akan segera ditayangkan secara langsung. Romo Van Stook sudah mengambil ancang-ancang untuk memainkan saxophonya. Dipegangnya benda itu, tampak sangat meyakinkan gayanya. Dia mulai mencoba meniup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Judul lagunya Ave Maria. Yang mengarang lagu ini sungguh istimewa, namanya Scubert. Kamu bisa sepertinya. Jadi tentaranya Maria dengan meniup saxophon ini...dottt...tot.”kata Romo Van Stook sambil memperagakan gaya serdadu parade fanfare.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dia mulai melagukannya. Sungguh aku tak percaya menyaksikan. Dekat sekali aku melihatnya. Dia bermain dengan hati. Jiwanya seakan larut didalamnya. Tidak untuk pamer denganku. Dari alat musik itu seperti ada kata-kata yang keluar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Indah sekali. Rasa-rasanya menjadi selimutku saat mulai gelap. Dia berdoa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ave Maria gratia plena, Dominus tecum; benedicta tu in mulieribus, et benedictus fructus ventris tui, Iesus. Sancta Maria, Mater Dei, ora pro nobis peccatoribus, nunc et in hora mortis nostrae. Amen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Aku tak tahu, berapa ribu magrib aku tidak menjumpai gereja kecil ini. Berapa puluh ribu magrib aku lewatkan tanpa kehadiran Romo Van Stook di sini. Di kursi ini, pertama kalinya aku belajar saxophon, memencet tombol yang tak jelas dan hanya mengeluarkan angin. Tapi, justru dari pengalaman itu menjadikan aku sekarang. Cinta Romo Van Stook menyadarkan aku tentang harapan untuk menjadi berkat. Menjadi tentaranya Maria...itu yang kuingat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saxophon Romo Van Stook kini masih disampingku. Dia memberikan padaku saat purna tugas di gereja ini. Entah dimana dia. Aku tak yakin tubuhnya masih bernafas namun jiwanya tetap hidup. Jiwa itu pula yang menjiwaiku untuk meniup saxophon ini. Untuk berdoa setelah Magrib –Ave Maria-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;“Lho...Romo Tomo kapan kondur anggenipun sinau musik?”&lt;/i&gt;ada suara yang membuyarkan fantasiku. Hilang sudah semua kenangan romantis tentang gereja ini. Aku kembali melihat senja yang telah ditandai suara azan membahana di bumi bagian ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Pak Banjir...Berkah Dalem Pak, kala wingi membe dugi griya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="IN"&gt; jawabku sambil menjabat tangan koster gereja. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Mangga Romo, kula badhe nglonceng rumiyin”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“Mangga...mangga”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketika lonceng berbunyi, aku kembali ingin mengulang kembali bagaimana cara Romo Van Stook berdoa. Caranya terlalu dalam untuk menyelami sebuah doa. Dia berdoa dengan seluruh jiwanya. Bukan hanya pelafalan kata walau dengan jembatan yang tidak mudah ditiru. Aku membuka kotak saxophon. Mengepas rit pada legatur dan mulai mencoba berdoa...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ave Maria gratia plena, Dominus tecum; benedicta tu in mulieribus, et benedictus fructus ventris tui, Iesus. Sancta Maria, Mater Dei, ora pro nobis peccatoribus, nunc et in hora mortis nostrae. Amen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.35pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; text-indent: 28.35pt;" align="right"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Suwun...Hendy Kiawan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-6632405815665937475?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/6632405815665937475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/09/cerita-waktu-pulang.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/6632405815665937475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/6632405815665937475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/09/cerita-waktu-pulang.html' title='Cerita Waktu Pulang'/><author><name>berdanasmaralah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14475493694707599622</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_88XcHfibSVE/SqNZG6IoDpI/AAAAAAAAAAM/qeprgi4Y_Oo/S220/nyusu+segar.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-8375543918440595686</id><published>2009-08-27T01:17:00.000-07:00</published><updated>2009-08-28T23:39:22.738-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita kita'/><title type='text'>Tentang impian...</title><content type='html'>Untuk semua orang&lt;br /&gt;yang pernah mewarnai hidup saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan bahwa setiap orang terlahir dengan takdir dan nasibnya masing-masing. Yang lain mengatakan bahwa setiap manusia dilahirkan dengan sebuah cerita besar yang harus diselesaikannya. Ada pula yang mengatakan bahwa �manusia dilahirkan dengan kemampuan untuk memilih. Dia tidak bisa memilih hidup atau mati saturut kehendaknya sendiri. Namun, dia bisa memilih bagaimana dia akan hidup dan bagaimana dia akan mati� (B. B. Triatmoko SJ, 2005). Saya sendiri mengatakan bahwa manusia mendapat karunia untuk memilih dan mengejar apa yang menjadi impiannya yang paling dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya mengapa saya memilih mundur dari jalan panggilan, jawaban pasti yang senantiasa saya ungkapkan adalah karena saya ingin mengejar impian. Mudah bagi saya untuk menjelaskan, tetapi barangkali sulit bagi Anda untuk menerimanya. Berbicara soal impian terdalam, saya merasakan bahwa pergulatan di jalan panggilan selama 65 bulan (5 tahun 5 bulan) telah mengantar saya pada sebuah kehendak untuk mengejar apa yang selama ini saya dambakan. Perjalanan selama menjalani pendidikan di Seminari (4 tahun) telah membawa saya pada sebuah idealisme, sebuah cita-cita yang bukan cuma digerakkan oleh semangat muda semata, melainkan sungguh muncul dari dalam lubuk hati. Keberpihakan pada orang kecil, keinginan untuk memperjuangkan keadilan, telah lahir dari detik-detik merangkai jejak kehidupan seorang pembela keadilan yang telah wafat dalam perjuangan jihad melawan penindasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan keinginan itu pun semakin muncul kuat ketika saya mencoba mengenali diri saya sendiri dengan jujur dan terbuka. Ada banyak hal yang saya dapatkan selama menjalani masa formasi di Novisiat (17 bulan). Setiap hari, saya selalu dihadapkan pada kenyataan diri sendiri yang mengantar saya pada sebuah pertanyaan untuk apa saya hidup di dunia ini. Belum lagi, pengalaman melihat kembali untaian manik kehidupan yang coba kembali dirangkai dengan komposisi yang lebih proporsional, membuat saya semakin sadar bahwa saya dilahirkan untuk sebuah impian, menjadi manusia bagi sesama. Saya menyadari bahwa saya pernah keliru menilai diri sendiri. Sampai pada akhirnya, saya merasakan bahwa kasih yang begitu besar dari keluarga turut menjadi faktor penyusun molekul-molekul harapan yang semakin hari semakin mewujud menjadi sebuah impian. Saya pengen meneladan mereka, meneladan keluarga yang senantiasa memberikan contoh mulia; bahwa kebahagiaan tidak terletak pada kekayaan, tetapi terletak pada kemauan untuk membuat orang lain bahagia. Memberikan diri bagi sesama adalah kata kunci yang selalu dikatakan bapak dan ibu saya sekalipun tanpa suara. Agak absurd memang. Namun, bagi saya pilihan ini jauh lebih realistis daripada memaksakan diri terhadap apa yang sebenarnya tidak saya kehendaki walau sudah saya jalani. Saya tidak bisa mengingkari hati nurani yang hendak mengejar mimpi dengan cara saya sendiri tanpa harus bergabung dengan sebuah institusi yang memang dari segi kualitas hidup rohani tergolong paling mumpuni. Karena itulah, saya memilih untuk berjalan sendiri, sembari manundukkan kepala untuk semakin mengenali dan menyadari cara bagaimana saya akan mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu dan tidak berani meyakinkan diri tentang apa yang bakal terjadi nanti. Satu hal yang saya yakini adalah bahwa saya telah berani menuruti kata hati dan tidak lagi menutupi apa yang sebenarnya ingin saya jalani. Saya berterima kasih kepada siapapun yang telah mengisi hari-hari saya sehingga menjadi berwarna dan penuh arti. Juga mohon maaf seandainya pilihan ini menjadi sesuatu yang sulit diterima dan menjadi bahan kecewa. Saya berharap, kita semua masih boleh berjumpa dan bekerja sama, mewujudkan semua impian yang kita punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriring salam dan  doa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yohanes Wahyu Setia Jati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-8375543918440595686?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/8375543918440595686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/08/tentang-impian.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/8375543918440595686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/8375543918440595686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/08/tentang-impian.html' title='Tentang impian...'/><author><name>Wahyu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08911751592371565660</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-5516590446709881457</id><published>2009-08-23T08:20:00.000-07:00</published><updated>2009-08-28T23:37:34.515-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita kita'/><title type='text'>jadi adek kelas</title><content type='html'>halo kawan2....salam jumpa...&lt;br /&gt;setelah satu tahun menyelesaikan TOR sekarang gw dah mulai kuliah filsafat&lt;br /&gt;tentunya bersama boni, teman seperjuangan di projo Jakarta.&lt;br /&gt;kita berdua jadi adik kelas bayu golo dan aan...hahaha....&lt;br /&gt;tapi enak juga jadi adek kelas, bisa tanya macem2 ma golo bayu sebagai tutor yang sabar dan setia laksana naysilla mirdad yg sabar tuk jadi peran yang selalu lemah dalam setiap sinetron...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i'm happy with this way...&lt;br /&gt;thx.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-5516590446709881457?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/5516590446709881457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/08/jadi-adek-kelas.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/5516590446709881457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/5516590446709881457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/08/jadi-adek-kelas.html' title='jadi adek kelas'/><author><name>Pius Novrin Arimurthi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02830627468190657223</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-3660789178874838381</id><published>2009-08-22T20:34:00.001-07:00</published><updated>2009-08-22T20:35:57.836-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita kita'/><title type='text'>mari bernyanyi!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/SpC45mEAgrI/AAAAAAAAAEA/dhnzP94Hi5Q/s1600-h/5573_1093621104792_1354483229_30229759_2251517_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 291px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/SpC45mEAgrI/AAAAAAAAAEA/dhnzP94Hi5Q/s400/5573_1093621104792_1354483229_30229759_2251517_n.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372997655062414002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-3660789178874838381?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/3660789178874838381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/08/mari-bernyanyi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/3660789178874838381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/3660789178874838381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/08/mari-bernyanyi.html' title='mari bernyanyi!'/><author><name>indrahuazu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/TT12sy4MBLI/AAAAAAAAAYM/dQU5nnORBNY/s220/rose2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/SpC45mEAgrI/AAAAAAAAAEA/dhnzP94Hi5Q/s72-c/5573_1093621104792_1354483229_30229759_2251517_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-3131765935418511105</id><published>2009-08-07T07:03:00.000-07:00</published><updated>2009-08-28T23:37:18.275-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita kita'/><title type='text'>Keputusan Itu Momok</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kamis,6 Agustus 2009 adalah momen yang tidak pernah aku lupakan dalam hidupku. waktu itu aku diposisikan dalam suatu keadaan yang sangat membingungkan dimana lembaga di FE UAJY merebutkan uang jatah kemahasiswaan dari universitas. aku selaku pemimpin sidang dan pemeggang kekuasaan tertinggi dari lembaga FE UAJY harus dihadapkan dengan pilihan yang sangat memusingkan kepalaku. berbagai pemaparan tentang agenda dan analisis keuangan dipaparkan di mataku. SEMA sebagai pengurus lembaga non-akademik menuntut porsi anggaran paling banyak diikuti HMPS sebagai pengurus bidang akademik menuntut porsi yang sama dengan tahun lalu. berbagai pertanyaan tentang keadilan juga dilemparkan kepadaku namun aku sendiri tidak tahu tentang keadilan itu sendiri. sedih sebetulnya melihat teman - temanku saling mencerca program yang telah direncanakan oleh lembaga lain. aku sendiri mencoba untuk bijak dalam menagani semua ini namun sayangnya aku masih ragu dan kurang berani memutuskan karena takut salah dalam mengambil keputusan. aku jadi ingat ketika para romo memutuskan para seminarian yang badung untuk keluar pastilah susah juga karena banyak pertimbangan yang harus dinilai. aku sendiri harus mengulur waktu hingga H+1 dari rencana awal dalam memutuskan itu.akhirnya sampai sore hari, aku melewati sebuah jalan di gajah mada dan disana sangat sepi dan jauh dari orang - orang dan disanalah aku mulai merenung akan semua permasalahan ini. sembari jalan aku melihat cemara tujuh yang pernah dikatakan rm.mangun tentang filosofi pohon ini. namun sekarang pohon ini tinggal lima dan ini sangat relevan dengan permasalahanku. aku melihat ketika pohon ini ditiup angin ke barat maka lima pohon ini juga aka kebarat dan ketika pohon ini ditiup ke timur maka pohon ini juga akan ke timur. mungkin artinya ketika tuntutan itu ke arah barat mungkin kita harus juga ke barat namun jika tuntutan kita ke timur maka kita harus konsisten dengan tuntutan itu. akhirnya aku aplikasikan aja ke rapat itu dan akhirnya mereka terima walau SEMA masih setengah hati.hahahaha. semoga dengan keputusan ini aku diajari untuk bisa bijaksana dikemudian hari.huff..In Finem Omnia intinya lah..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-3131765935418511105?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/3131765935418511105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/08/keputusan-itu-momok.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/3131765935418511105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/3131765935418511105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/08/keputusan-itu-momok.html' title='Keputusan Itu Momok'/><author><name>YanChin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18193288380522827439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OxNCO0mEOyY/S2hYW-UvYMI/AAAAAAAAAAc/0QkvkesbrXs/S220/5075_1103327579496_1115931646_30331821_2802805_n.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-573121111279956364</id><published>2009-08-05T06:13:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T05:16:24.694-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita kita'/><title type='text'>percikan.........kobaran!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;kemaren, entah tanggal berapa saya lupa, beberapa awak danasmara memeriahkan tahbisan imamat jesuit, kenapa kami datang? karena salah satu formator kami dulu, Romo Bujenk..hhahaha...adalah salah satu diakon yang akan ditahbiskan. Sungguh menarik, tema yang dipaparkan para pastor-pastor baru (bukan pastor-pastor muda...hehhe) ini, tentang sebuah percikan yang mampu menjadi sebuah kobaran. saya juga mau, menjadi setitik debu di semesta ini, tapi jika keberadaan saya hilang, semesta ini akan kehilangan kobarannya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;*menjadi bermakna bagi sesama&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/SnRF_6SHwyI/AAAAAAAAADE/RVareTRlw9s/s1600-h/6011_1157361864567_1543370979_412681_5028809_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/SnRF_6SHwyI/AAAAAAAAADE/RVareTRlw9s/s320/6011_1157361864567_1543370979_412681_5028809_n.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364990020384441122" /&gt;&lt;/a&gt;*balas cinta bagi sesama&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sosok yang kami rindukan, juga salah satu formator kami. Apalagi ephraem, pasti sangat merindukan beliau, Romo Galih..huahaha..yang sibuk dengan Boston activities nya.....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;masih terasa, tatapan romo ketika kami melakukan kesalahan-kesalahan, sungguh tajam...tapi kurang terpercaya..hahaha&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/Snl2qgjTr0I/AAAAAAAAADU/GvdnJFYisw8/s320/6011_1157382705088_1543370979_412886_5939378_n.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366450903653265218" style="display: block; margin-top: 0px; margin-right: auto; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px; " /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Danasmara, eksis dengan segala esensinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#0000EE;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); -webkit-text-decorations-in-effect: underline; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-573121111279956364?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/573121111279956364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/08/percikankobaran.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/573121111279956364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/573121111279956364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/08/percikankobaran.html' title='percikan.........kobaran!!'/><author><name>indrahuazu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/TT12sy4MBLI/AAAAAAAAAYM/dQU5nnORBNY/s220/rose2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_en80lKvtDAg/SnRF_6SHwyI/AAAAAAAAADE/RVareTRlw9s/s72-c/6011_1157361864567_1543370979_412681_5028809_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-8127881209288381649</id><published>2009-08-01T08:21:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T05:25:07.703-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Aku Masih Begulat Dengan Jalanku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah tahun ke empat setelah aku meninggalkan Seminari Menengah Mertoyudan. Hampir semua kebiasaan yang ada disana telah aku tinggalkan. Aku pun jarang sekali mengikuti misa harian yang dulu telah menjadi kebutuhan hidupku. Aku sendiri tidak tahu apakah ini suatu perubahan hidup atau malah menjadi kebobrokan hidupku. Dan yang pasti hidupku kini telah berubah dan masih saja mencari jalan terbaik untuk hidupku. Keangan manis dan pahit masih saja melekat di pikiranku dan terkadang alam bawah sadarku mengatakan kalau kenangan itu adalah kenangan paling indah dalam hidupku. Sungguh sebuah anugrah menurutku jika bisa mengimpikan hidup semasa di Seminari Menengah yang aku kira dahulu adalah neraka bagi hidupku. Jujur, aku menyesal dengan segala perbuatanku di Seminari yang akhirnya membuatku terdepak dari sana. Andai kata Tuhan masih mengijinkan aku untuk mengulanginya sekali lagi, pastinya aku akan melakukan dengan sebaik-baiknya karena aku percaya "panggilan itu adalah anugrah". Aku tidak akan memaksakan kehendak itu, tapi aku juga sudah banyak terlena dengan hidup ini. Aku merasa nyaman dengan segala persoalan tentang bisni yang nota bene harus dipisahkan dengan pekara duniawi dan menurutku talenta terbaiku hanya ada di sana. Aku juga merasakan jika talenta ini mulai berkembang ketika aku duduk di bangku kuliah. Gelar Young Entrepenuer sudah aku sandang dan kini aku harus menyadang gelar ketua BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa) yang menurutku itu adalah sebuah kepercayaan dari sebagian mahasiswa. Aku kian bimbang juga ketika aku harus berada dipilihan untuk hidup berdampingan dengan wanita yang aku cintai saat ini karena sosok manja dan cerianya telah meluluhkan hatiku untuk saat ini.&lt;br /&gt;Akhir kata, aku akan selalu memimpikan panggilan itu karena aku yakin Tuhan akan menentukan jalan hidupku pada saat yang tepat yaitu pada umurku ke 32. Menikah atau Tertakbis ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-8127881209288381649?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/8127881209288381649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/08/aku-masih-begulat-dengan-jalanku.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/8127881209288381649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/8127881209288381649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/08/aku-masih-begulat-dengan-jalanku.html' title='Aku Masih Begulat Dengan Jalanku'/><author><name>YanChin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18193288380522827439</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_OxNCO0mEOyY/S2hYW-UvYMI/AAAAAAAAAAc/0QkvkesbrXs/S220/5075_1103327579496_1115931646_30331821_2802805_n.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-1951353347680239892</id><published>2009-07-27T21:33:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T08:06:24.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita kita'/><title type='text'>Danasmara's Phuto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cnKDT-eGsa4/Sm6GTvskplI/AAAAAAAAABk/eT-hyZv3d9E/s1600-h/s1022943710_30045732_1932.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 130px; height: 97px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cnKDT-eGsa4/Sm6GTvskplI/AAAAAAAAABk/eT-hyZv3d9E/s400/s1022943710_30045732_1932.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363371880023893586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;photo&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt; Djaman doeloe....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_cnKDT-eGsa4/Sm6D-7VYJ2I/AAAAAAAAABc/8Q6nKtxYIlg/s1600-h/s1022943710_30045726_21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 130px; height: 97px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_cnKDT-eGsa4/Sm6D-7VYJ2I/AAAAAAAAABc/8Q6nKtxYIlg/s400/s1022943710_30045726_21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363369323347322722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;cciiee...tjah2 IPS nJadul tenan...photo jaman pak Karno...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cnKDT-eGsa4/Sm6BU2SbZ1I/AAAAAAAAABU/0wetpRG09K8/s1600-h/Tiika+075.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cnKDT-eGsa4/Sm6BU2SbZ1I/AAAAAAAAABU/0wetpRG09K8/s400/Tiika+075.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363366401415014226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ciiee...Laskar Danasmara mejeng sesaat setelah tugas misdinar waktu misa bersama Nunctio Mgr. Leopoldo Gireli dan Uskup Agung Semarang saat itu, Mgr Ign. Soeharyo, Pr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_cnKDT-eGsa4/Sm6Ae-1j3HI/AAAAAAAAABM/7zcPrt9yJyg/s1600-h/Hari+terakhir+005.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_cnKDT-eGsa4/Sm6Ae-1j3HI/AAAAAAAAABM/7zcPrt9yJyg/s400/Hari+terakhir+005.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363365475996916850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;yups...ini dia..warungnya Budhe Pri...yang suka keluar malem untuk beli nasgor pasti tau tempat ini....wkwkwkw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-1951353347680239892?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/1951353347680239892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/danasmaras-phuto.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1951353347680239892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1951353347680239892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/danasmaras-phuto.html' title='Danasmara&apos;s Phuto'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_cnKDT-eGsa4/Sm6GTvskplI/AAAAAAAAABk/eT-hyZv3d9E/s72-c/s1022943710_30045732_1932.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-1779115859310537448</id><published>2009-07-26T02:23:00.001-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.717-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Rahmat Puasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya karena dorongan pribadi aku berpuasa penuh. Artinya, makan kenyang hanya sekali. Bagi orang lain hal ini mungkin bukan sesuatu yang hebat. Tetapi, bagiku ini hebat karena aku melakukannya di tengah budaya makar (baca: makan mi) yang menjangkiti medanku. Aku katakan “budaya” karena tidak kurang dari 5 bungkus perhari selalu ditemukan bungkus mi di tempat sampah. Bukan hanya mi, masih ada berbagai macam bungkus minuman, seperti energen, milo, berbagai merk kopi, dan lainnya. Aku rasa apa yang aku lakukan ini adalah agere contra.&lt;br /&gt;Pagi sampai sore aku tidak memasukkan apa-apa ke dalam mulutku. Siang hari perutku berontak. Sampai sore, perut ini begitu meringis dan merintih. Tidak ada isinya. Aku terus mencoba bertahan, walaupun ada banyak teman yang makar. Efeknya, kaki dan tangan sedikit-sedikit terasa keram. Aku merasa kurang bertenaga. Tetapi, tugas-tugas tetap kujalankan dengan semangat. Sampai saat jalan salib, aku merasakan badan yang lemah. Namun, itulah rahmat. Aku mencoba merasakan sedikit sengsara Kristus dan belajar menghayatinya.&lt;br /&gt;Di dalam hati ada perasaan bangga dan bahagia karena dapat berpuasa. Dengan berpuasa aku dapat mengontrol keinginan-keinginan yang tidak penting. Aku juga bisa menghargai nasi, sayuran, lauk pauk, dan air minum yang telah disediakan para pegawai. Dan, dengan berpuasa yang aku dapatkan adalah rahmat berlimpah karena aku merasa damai dan bahagia. Berbeda dengan makar yang hanya menghasilkan kenikmatan yang tidak tahan lama.&lt;br /&gt;Bagiku orang sehat adalah orang yang bisa mengatur napsu dalam dirinya. Orang yang tidak mudah mengeluh. Bukan orang yang tidak bisa merasa lapar. Makar mencerminkan mental kerupuk yang melempem kalau kena air. Makar harus dilawankan dengan puasa. Kalau kamu pemakar tangguh, agere contra-nya adalah puasa. Berani coba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.B. Wetty&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-1779115859310537448?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/1779115859310537448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/rahmat-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1779115859310537448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1779115859310537448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/rahmat-puasa.html' title='Rahmat Puasa'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-1375281355460489517</id><published>2009-07-26T02:22:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.718-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Orang Berpengaruh Dipegaruhi Pengaruh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;By: Temus-a-um&lt;br /&gt; Sudah tiga tahun aku bergumul bareng anak-anak Danasmara. Sejak di MP aku sudah mulai berjuang dengan 72 teman dari berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke. Aku sadar bahwa dari merekalah aku dibentuk dan dari akulah mereka kubentuk. Sejak MP, aku merasa sudah bisa dekat dengan beberapa teman karena talenta supel dan aktif yang ada padaku. Jujur (lah padaku….ha’ lah…) aku senang dan bangga dengan talenta yang ada padaku itu karena ga’ semua orang bisa mempunyai talenta itu. Talenta aktif yang ada pada beberapa orang itu  ga’ dijual umum, hanya untuk orang-orang tertentu. Paling dijual, tapi secara terpisah… tapi aku dapat gratis ga’ terpisah. Bumbu-bumbu humor bisa membuat kedekatan dengan teman-teman semakin kental dan itulah yang membuat aku bisa supel dalam bergaul. Aktif, humoris, dan supel itu, ditambah dengan setetes talenta wibawa yang juga aku miliki dan jadilah Mas TM THE MOST INFLUENCE PEOPLE No. 4.  Tiga hal tadi (humor, supel, dan wibawa) udah aku gunain baik-baik untuk mempengaruhi teman-teman seangkatan maupun di luar angkatan&lt;br /&gt; Waktu MP misalnya, aku sudah bisa memimpin satu angkatan untuk demo menentang larangan pulang libur natal waktu Malam Puncak MK. Di MM 1, aku mempengaruhi beberapa teman untuk mau membatu aku berkelahi dengan seorang teman.  Di MM 2 aku mengajak teman-teman untuk me-“monggo mas”-i anak-anak MP yang dianggap ga’ hormat dengan kakak kelas. Dalam komunitas , aku sering menjadi koordinator lapangan bersama WATERS.&lt;br /&gt;Awalnya aku bangga bisa menjadi pemberi pengaruh bagi orang-orang sekitar, tapi setelah aku renungkan juga dibantu dari refleksi medan, kadang aku merasa malu dan kecewa terhadap diriku sendiri. Pengaruh yang aku berikan selama ini ga’ semuanya pengaruh yang baik. Bahkan, cenderung banyak yang ke arah buruk. Ya, aku telah membawa teman-temanku jatuh ke dalam lembah hitam nan kelam (melebihi Ambon). Apakah ini murni kesalahanku? Apakah orang-orang yang mau dipengaruhi juga ikut salah karena mereka juga mau dipengaruhi?&lt;br /&gt;Para The Most Influence diibaratkan melempar bola dan teman-teman lain mau menerima lemparan bola tersebut. Kalau para The Most ga’ melempar maka teman- teman ga’ mendapat bola tersebut, kalo para The Most melempar tapi teman-teman ga’ mau menangkap juga bisa. Bisa juga The Most ga’ bermaksud melempar tapi teman-teman mengambil sendiri bola itu. So it’s so complicated…&lt;br /&gt;Untuk menjadi sebuah angkatan yang solid dibutuhkan orang-orang berpengaruh di medan yang bisa memberi pengaruh baik, bagi orang orang yang ga’ berpengaruh jangan hanya menikmati kenikmatan orang tertindas. Hiduplah dengan prinsip kalian dan yang pasti masing-masing jangan saling merugikan.&lt;br /&gt;Di akhir tulisan ini aku mencoba menawarkan sebuah spritualitas yang kuberi nama “Spiritualitas Ndugem”. Jangan terlalu sering melihat orang-orang yang lebih “rendah” dari mu dan memandang dirimu lebih “tinggi” dari pada orang lain karena sebenarnya di “atas” mu ada yang lebih dari pada mu, jangan juga sering melihat orang-orang yang ada di “atas”-mu dan kamu merasa dirimu paling rendah. Melihat “atas” terus membuat dirimu rendah diri dan merasa minder, melihat bawah terus membuat dirimu sombong dan besar kepala. So, kadang ke atas kadang ke bawah kaya orang Nge-Dugem  atas….bawah… atas… bawah… Jep…Ajeb..Ajeb..ajeb…ajeb…. Ampun DJ…….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-1375281355460489517?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/1375281355460489517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/orang-berpengaruh-dipegaruhi-pengaruh.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1375281355460489517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1375281355460489517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/orang-berpengaruh-dipegaruhi-pengaruh.html' title='Orang Berpengaruh Dipegaruhi Pengaruh'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-5911328617246594687</id><published>2009-07-26T02:16:00.001-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.718-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Seksualitas itu Anugerah, menurutku!?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;Sebelum masuk Seminari, ketika aku mendengar kata seksualitas pasti aku menafsirkan bahwa kata itu mempunyai makna pertemuan (maaf) penis (alat kelamin pria) dengan vagina (alat kelamin wanita). Semua yang berbau tubuh seksi dan alat kelamin adalah seksualitas. Namun berbeda dengan sekarang. Melalui berbagai pengolahan seperti bimbingan kepribadian, bimbingan rohani, sex education, baca buku yang tepat, dsb. Semasa di Seminari aku menjadi sadar bahwa seksualitas tidaklah terlalu sempit maknanya. Makna kata tersebut begitu luas, komplek dan agung. Agung karena seksualitas merupakan sebuah anugerah Tuhan bagi manusia. Kita sebagai manusia pasti sadar bahwa kita punya akal budi sehingga kita pun mampu menempatkaqn diri dalam menghargai anugerah tuhan tersebut.&lt;br /&gt;Berbicara soal pengolahannya, sebenarnya aku agak malu sebab aku baru benar-benar tahu saat MM II akhir. Tahu tidak sekedar mengerti tetapi tahu sehingga benar-benar menyadari bahwa seksualitas adalah anugerah Tuhan.&lt;br /&gt;Aku sejak SMP sangat menyukai hal-hal yang berbau porno. Porno itu asyik, bikin semangat, begitu pikiranku dulu. Hingga aku pun rajin ke warnet buat nonton “ehem-ehem......”. Selain dari warnet, aku juga senang baca tabloid, koran, majalah yang kaya gituan. Meskipun dilarang orang tua tapi aku tetap melakukannya. Eh, ternyata hobiku didukung sama teman-teman di Seminari. Banyak temanku yang hobinya sama denganku. Waktu di MM II, aku suka lihat film dan kutonton bareng-bareng atau kadang sendirian. Namun lama-kelamaan aku jadi bosan dan jenuh. Hingga akhirnya aku berani bimbingan ke Romo. Atas bimbingannya, aku menjadi sadar kalau aku kurang mampu menempatkan diri. Aku terlalu mengumbar nafsu. Beberapa kali aku refleksi dan aku menemukan arti sesungguhnya dari seksualitas yaitu sebuah anugerah terindah dari Tuhan di mana anugerah tersebut dapat mempengaruhi seluruh aspek dalam hidupku. Sekarang aku jadi malas masturbasi, mbokep atau berpikiran jorok sebab tidak ada gunanya dan bikin capek, lemes, buang-buang tenaga saja. Mendingan nonton film berwarna daripada nonton film biru.mendingan cari berita di warnet daripada nyari gambar atau film atau video yang ga jelas. Mendingan baca Kompas atau Bola daripada baca koran khusus dewasa. Semuanya berubah karena aku sadar akan arti dari seksualitas sesungguhnya. Seksualitas itu anugerah, menurutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Petrus Paulus-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-5911328617246594687?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/5911328617246594687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/seksualitas-itu-anugerah-menurutku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/5911328617246594687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/5911328617246594687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/seksualitas-itu-anugerah-menurutku.html' title='Seksualitas itu Anugerah, menurutku!?'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-4621973847869522410</id><published>2009-07-26T02:15:00.002-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.718-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>KETIKA PERASAAN CINTA MUNCUL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Witing Tresna Jalaran Saka Kulina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan ini, aku hidup dengan banyak orang entah cowok atau cewek. Dan sebagai cowok normal aku kadang merasakan  jatuh cinta dengan seorang cewek. Aku tidak menolak apa  yang telah aku alami  tersebut. Cinta adalah sebuah anugrah yang amat besar dari Tuhan kepada aku. Tapi bagiku, yang notabene seorang seminaris, akan menjadi sebuah masalah. Aku tidak sama dengan anak cowok di luar. Aku punya predikat sebagai calon imam (dan calon imam itu tidak boleh menikah). Banyak sekali peluangku untuk berhubungan dengan seorang cewek, salah satunya lewat PIA (walaupun aku bukan pendamping PIA) . Jalan ini sebenarnya sudah menjadi jalan yang klasik untuk berhubungan dengan seorang cewek. Begitu seringnya bertemu aku menjadi tergantung untuk terus bertemu dengan dia terus. Dan aku menjadi cuek atas omongan orang lain atas tingkah lakuku . Awalnya aku senang dengan hubungan yang aku jalani. Aku bisa sheering dan bercerita banyak dengan dia. Jika aku ada masalah dia mau membantu aku untuk menyesaikannya dan jika dia ada masalah aku mau membantu dia. Tapi suatu saat  masalah telah menjadi yang amat besar, lalu aku menjadi bingung dan ngedown (walaupun dari luar aku kelihatan biasa saja). Aku menjadi tidak konsen dengan segala kegiatan yang aku ikuti karena semua pikiranku berpusat pada hubunganku tersebut.  Tapi aku tidak boleh larut dalam perasaan tersebut. Aku harus tegas dengan apa yang sedang aku alami ini. Perasaanku sakit memang dalam mengambil sebuah keputusan sulit antara apa yang aku sebut persahabatan dan panggilan. Tapi aku harus tegas bagaimanapun sakitnya hatiku.&lt;br /&gt;Jika perasaan itu muncul aku tidak pernah mengatakan tidak atas perasaan itu kerena setiap kali aku mengatakan tidak, perasaan itu semakain dalam. Jika semakin dalam akan sulit untuk "menyembuhkannya". Aku tidak  mengungkapkan perasaan itu kepada dia. Sebab jika aku mengungkapkannya, dia akan menjadi semakin tertekan jika apa yang aku katakan tidak sesuai dengan perasaan dia (aku tahu cewek lebih mementingkan perasaan dari pada pikiran). Biarkan yang mengetahuinya hanya aku dan Tuhan. Biar yang sakit hanya aku saja, sebab itu akan membuat aku semakin dewasa. Jika perasaan itu muncul, aku menyalurkan energiku ke hal yang lain (olahraga, bikin kartul, baca buku, bikin tugas, intinya bikin otakku sibuk). Lalu aku mulai intropeksi diri atas apa yang telah aku jalani atau aku rasakan. Kadang aku  bisa sendiri dalam menyelesaikan salah satu bagian dari masalah itu. Tapi ada kalanya aku minta bantuan kakak kelas atau pembimbing rohani dalam menyesaikan bagian dari masalahku ini. Dalam perasaan ini yang penting adalah sikap penerimaanku terhadap perasaan yang muncul. Jika aku menolaknya maka perasaan itu akan semakin mendalam. Tapi jika aku menerimanya maka sikap penerimaanku tersebut akan membantu aku untuk semakin mendewasakan diriku. Yang penting jangan sampai melukai perasaan si cewek, cukup yang terluka adalah aku sendiri.&lt;br /&gt;Memang memerlukan waktu yang lama untuk "menyembuhkan" apa yang aku alami. Aku tidak menyalahkan sahabatku tersebut, karena akulah yang salah dalam bergaul. Aku lupa bahwa cara bergaul di sini berbeda dengan di rumahku. Setelah berproses cukup lama aku menyadari bahwa cinta itu mendukung panggilanku. Aku boleh berhubungan dengan seorang cewek, tapi aku harus tahu batas dan tahu tempat. Akhirnya dalam bergaul dengan seorang cewek, aku mmepunyai falsafah yaitu "Biarkan bunga bersemi untuk memuji Tuhan". Akhirnya aku bisa kembali bangkit dari masalah yang aku hadapi. Dan mencoba memperbaiki kasalahanku tersebut. Aku menganggapnya sebagai sebuah bagian dari cerita besar yang sedang aku buat.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With Peace ‘n Love&lt;br /&gt;V. Andrian Kristiyanto&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-4621973847869522410?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/4621973847869522410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/ketika-perasaan-cinta-muncul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/4621973847869522410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/4621973847869522410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/ketika-perasaan-cinta-muncul.html' title='KETIKA PERASAAN CINTA MUNCUL'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-6931011173919293794</id><published>2009-07-26T02:15:00.001-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.718-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Karena Wanita Ingin Dimengerti</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Wahyu Setia Jati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sepenggal lirik sekaligus judul dari lagu yang tengah dipolulerkan oleh ADA band tersebut memberikan ide sekaligus gambaran tentang seluk beluk pengalaman saya dalam hal relasi dengan wanita. Secara umum, dinamika relasi saya dengan wanita begitu dipengaruhi oleh pengalaman cinta semasa SMP dulu. Pada awalnya, pengalaman itu begitu memberikan kekecewaan sekaligus rasa sakit yang mendlam. Betapa tidak, cinta pertama (first love) – yang  kata orang sulit dilupakan – yang saya alami semasa remaja itu menjadi pengalaman cinta yang menyakitkan yang pada akhirnya membuat luka dan mawarnai kisah-kisah cinta saya selanjutnya.&lt;br /&gt; Pada dasarnya, kebutuhan hidup manusia yang paling besar adalah keinginan untuk dicintai. Saya tidak bisa memungkiri hal itu karena itulah kodrat manusia. Kekecewaan yang saya alami itu membawa kerinduan yang bagitu mendalam akan cinta dari orang lain lebih-lebih dari seorang wanita. Dan kerinduan itu terus-menerus membayangi kehidupan saya, sehingga saya berubah menjadi seorang yang haus akan cinta dari seorang wanita.&lt;br /&gt; Kerinduan itu terus saya bawa hingga saya menginjakkan kaki ke Seminari ini. Awalnya, saya tidak begitu mempedulikan pengalaman itu karena pada tahun pertama, saya mencoba untuk beradaptasi dan menata diri selaras dengan kehidupan baru yang mulai saya hidupi sehingga pengalaman itu terpendam dalam daras lubuk hati saya. Baru pada tahun kedua, pengalaman itu muncul kembali dan membuat saya kembali ragu pada panggilan yang saya rasakan karena saya masih begitu ingin mengalami apa yang inamakan pacaran. Sebagian teman mengatakan kalau hal itu wajar-wajar saja sebagai seorang laki-laki normal, tetapi bagi saya, persoalan seputar wanita menjadi persoalan yang begitu sensitif yang memerlukan pengolahan yang tidak lama. Sampai pada akhirnya, saya memilih pendamping rohani yang menurut banyak teman adalah pendamping yang tegas. Saya memilih beliau karena saya  ingin memperoleh ketegasan dalam keputusan pangilan saya. Bersama dengan beliau, saya mengolah pengalaman sakit itu hingga saya mulai bisa menerima pengalaman pahit itu dan mulai bisa mengendalikan perasaan setelah sebelumnya saya begitu diganggu oleh keinginan untuk dicintai.&lt;br /&gt; Di tahun ketiga, pengalaman itu saya telusuri kembali dan melalui pengalaman itu saya menemukan sebuah impian terdalam untuk mencintai banyak orang tanpa batas dan tanpa syarat. Berat, saya  sudah membayangkan rasa berat kendati belum mengalaminya. Pengalaman dikecewakan itu membuat saya tidak ingin melihat orang lain mengalami rasa sakit baik sakit yang sama maupun yang tidak sama, sehingga begitu mendorong saya untuk mencoba mencintai banyak orang tanpa batas dan tanpa syarat. Di dalam impian terdalam itu pula, saya menemukan spiritualitas pelayanan Yesus yang selalu mencoba untuk emncintai banyak orang tanpa batas dan tanpa syarat. Dari impian itu pula, saya mempunyai komitmen dan prinsip bagi kehidupan saya, lebih-lebih bagi kehidupan relasi dengan wanita. Saya kemudian berani untuk tidak akan pernah mengatakan perasaan sayang saya pada orang yang saya cintai sekalipun saya begitu mencintainya. Memang berat, apalagi mengingkari perasaan dan mambunuh keinginan untuk mencintai sekaligus menyayangi orang yang bagitu dicintai. Tetapi, saya terus mengusahakan komitmen itu karena saya berasumsi bahwa kehadiran saya dalam hidup seseorang tidak banyak memberi pengaruh, sehingga sekalipun saya mencintainya dan mengungkapkan rasa, dia – orang yang misalnya sedang begitu saya cintai – akan tetap seperti dirinya sebelum adanya saya dalam kehidupannya. Komitmen ini sekaligus merupakan sebuah dasar dan kekuatan saya dalam menjalani hidup panggilan karena dengan komitmen ini, saya tetap memiliki kekuatan untuk terus berjuang dalam jalan panggilan kendati luka itu begitu ingin diobati. Saya menyadari behwa luka itu belum kering benar. Suatu saat akan kembali berdarah dan bernanah. Dan saya pernah takut kalau-kalau suatu saat luka itu berdarah dan membuat saya tidak kuat lagi meneruskan langkah menempuh lika-liku jalan panggilan.&lt;br /&gt; Komitmen itu masih saya pegang hingga sekarang. Dan komitmen itu masih mewarnai sekaligus memberikan kekuatan bagi dinamika relasi saya dengan teman putri. Saat ini, saya sedang dekat dengan seorang teman putri. Dia saya kenal sekitar enam bulan yang lalu. Jujur saja, saya tertarik padanya. Sikapnya yang begitu care menjadi daya tarik tersendiri selain ada beberapa daya tarik lain yang tidak bisa saya bagikan dalam lembar refleksi ini. Saya menjadi dekat dengan dia setelah acara Malam Kreativitas 2006. Namanya Fransisca Georgina Caprini Anita Valencia.&lt;br /&gt;Perkenalan yang sebenarnya terjadi secara tidak sengaja itu berlanjut hingga hubungan pertemanan yang cukup erat. Dia menerima saya sebagai seorang teman yang unik sekaligus aneh. Dia pernah bercerita bahwa dalam menjalin relasi dengan semua orang, ketika mengenal komunitas sekaligus banyak teman baru, pasti selalu saja ada orang yang dekat dengan dia, yang ujung-ujungnya mengungkapkan perasaan sayang pada dia. Kebetulan, pengalaman itu tidak dia temukan dalam jalinan relasi dengan saya. Bukannya tidak ditemukan, tetapi memang sengaja tidak saya ungkapkan karena saya masih setia memegang komitmen yang saya buat.&lt;br /&gt;Kedekatan itu membuat saya mulai berani berbagi kisah hidup saya dengan dia, dan dari dia saya banyak mendapatkan masukan yang berharga bagi perkembangan hidup saya. Ia pun juga semakin kerap cerita berbagai kisah kehidupannya. Saya kerap meluangkan waktu untuk menghubungi dia maupun bertemu dengan dia entah di suatu tempat atau di rumahnya. Relasi saya dengan orang tuanya pun juga baik. Saya menyadari bahwa setiap kali saya bertemu, selalu saja tercipta suasana yang begitu akrab. Dan saya menyadari bahwa dalam setiap kesempatan itu, saya mempunyai kemungkinan untuk mengungkapkan perasaan saya karena suasanannya terlihat begitu indah. Akan tetapi, sampai saat ini saya masih diberi kekuatan untuk tetap setia pada pangilan dan tidak hanya sekedar mengikuti kehendak hati dengan mengungkapkan rasa. Sempat terpikirkan untuk jujur padanya dan mengungkapkan rasa itu daripada terus berlama-lama menyimpan sekaligus membunuh benih cinta. Namun, pikiran itu kalah oleh impian terdalam saya untuk mencintai banyak orang tanpa batas dan tanpa syarat. Saya tidak bisa memungkiri bahwa dalam banyak orang itu, seringkali terdapat orang-orang yang saya cintai dan ingin saya miliki dan di dalam orang-orang itu, saya akan merasa kesulitan untuk mencintai tanpa batas dan tanpa syarat karena rasa ingin memiliki merupakan bukti adanya sayarat dan batas. Saya hanya percaya bahwa komitmen itu akan membuat saya mampu menanggung berat yang harus saya pikul.&lt;br /&gt;Hingga saat ini, relasi saya dengan dia hanya sebatas teman atau tidak lebih dari sahabat. Sekalipun saya begitu mencintainya, saya tetap merelakan dia untuk berbahagia bersama orang lain yang jauh lebih mampu memberikan kebahagiaan. Karena wanita sebenarnya ingin dimengerti, dan saya menyadari bahwa saya tidak mampu mengerti kehidupannya.&lt;br /&gt;Pengalaman cinta yang membawa luka itu dapat saya olah dengan baik hingga pada akhirnya tidak lagi ada keinginan untuk mengobati kerinduan akan cinta dari seorang wanita. Mengolah dengan baik berarti menyertakan semua unsur manusiawi (fisik, perasaan, dan pikiran) serta menghadirkan kehendak Tuhan yang selalu menggema dalam hati. Dan pengolahan yang baik memang memerlukan kesungguhan. Kesungguhan itu akan terekspresikan dalam dalam seluruh segi kehidupan, sehingga dari sanalah dapat dipilah-pilah dengan baik manakah hal yang seharusnya tegas tak boleh ditawar-tawar, manakah yang bisa didiskusikan, dan manakah yang tidak perlu ditanggapi secara serius. Apabila hal-hal semacam itu tidak dapat dilihat dengan baik, seringkali banyak masalah akan muncul dan biasanya, masalah hidup itu muncul bukan dari luar diri melainkan dari dalam diri yang tidak mampu menata batin dengan baik.&lt;br /&gt;Komitmen dan tujuan juga perlu diciptakan, sehingga dalam mengolah pengalaman dan dalam menjalin relasi dengan teman putri akan ada batas-batas yang menjaga agar tidak terjatuh pada keinginan untuk mengikuti rasa. Semua itu masih perlu didasari perjuangan memegang teguh komitmen. Karena hanya dengan komitmen yang kuat, manusia tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh perasaannya.&lt;br /&gt;Semoga, secuil kisah cinta yang membawa luka hingga akhirnya bisa menjadi sebuah daya untuk membalas cinta, bisa memberikan gambaran pengolahan bagi persoalan seputar relasi Seminaris dengan teman putri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-6931011173919293794?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/6931011173919293794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/karena-wanita-ingin-dimengerti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/6931011173919293794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/6931011173919293794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/karena-wanita-ingin-dimengerti.html' title='Karena Wanita Ingin Dimengerti'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-3638608382396530872</id><published>2009-07-26T02:14:00.001-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.718-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>KEPRIBADIAN’Q GANDA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;AS HYANG RATU SHIVA - VISHNU SATYAGRAHA&lt;br /&gt;(Seperti Sang Raja Siwa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin sore setelah lari  keluar dari kamar rama rektor, adik kelasku  nangis di samping q, because dy ga’ naik karna sesuatu yg bagiku ga’ fear…eh…fair. Setelah sempat setengah pingsan,  lemes, dan  nyritain sgala hal yang bikin dy sedih, berat untuk out, n kemaluannya , dy  pun ndleming  “Wah ga` bisa ngrasain desert day, home stay, retret, bimbingan rohani, orkes, pegang majalah seminari,…dst, dsb, dd …” hua…dy terusin nangisnya. Seiring makin hebohnya tangisan,  kata2 yang terakhir ini bikin Aq sadar “AQ BRUNTUNG BANGET” karna aq ngrasain yang ga’ bakal kamu rasain.&lt;br /&gt;Kelas satu, Aq bikin topeng. Topeng itu aq bikin dua wajah. Kata seniman topeng harus bikin orang tertawa atau harus bikin orang takut, satu aja. Nah, aq bikin yang dua2 nya. Kalau dari atas kelihatan tertawa, but dari bawah kelihatan murung. Trus cat nya setengah putih dan hitam. Kelas dua, Mr. Bambang bikin patung burung, tanpa kusadari setelah usai burung itu diliat dari bawah kelihatan burung yang tolol, kalo dari atas seperti burung yang cerdas. Celaka aq ngalami split kepribadian alias kepribadian ganda !!!&lt;br /&gt;Maksudku, ada sisi hidupku yang penuh dengan kata2 moral, sok alim banget, sangat rohaniah, memenuhi harapan org banyak (baca: jadi romo), pasrah pada keadaan, penakut dan lain2. But, ada sisi hidupku yang cenderung hedonis, kampret banget, sangat duniawi, sak penake wudele dewe, membrontak thd keadaan, sangat berani, ikut2 nakal dan lain2 . Parahnya lagi ada yg pengen jadi romo ada yang pengen jadi yg lain.&lt;br /&gt;Jadi mungkin bukan split kepribadian ya? But pribadi terpecah. Paling nyata waktu refleksi tertulis di MP, wah banget aq blajar nulis pemikiran gue yg sumpah samber cewek kadang beda banget sama yang aku lakuin. Baca2 buku dan pemikiran2 orang2 di Merto bikin pikiran ku bergulat. Aq kadang gelisah mengenai aq sendiri. Aq nggak puas dengan keputusan2 q sendiri. Yang satu pengen ke Ipa. Yang lain  pengen ke Ips. Yang satu pengen violin, yg satu pengen cello. Maka, aq putusin untuk memberi nama Vishnu pada Aq yg pertama, dan memberi nama Inu untuk aq yg kedua. Berani nyaingin Shakespeare, buku refleksi ku penuh dengan naskah drama obrolan n debat antara Vishnu dan Inu. Dan obrolan itulah yang bikin nemuin Inu sama Vishnu. Inu tuh artinya Anjing, sedangkan Vishnu adl. Dewa pelindung bumi. Dalam naskah drama itu, kelihatan banget pergulatan konsep2 hidupku yang berlainan, nggak jarang ngambang ga` selesai. But, selalu berakhir damai. Vishnu dan Inu pun menyatakan ultimatum perdamaian dan ambil keputusan n sikap bersama sekarang.&lt;br /&gt;Akarnya? Sebelumnya Ga pernah aq akui, papa qu meninggal terlalu cepat. Waktu itu aq masih umur lima tahun. N ga` nyangka ternyata kematian papaku menjadi semacam tamparan hebat yang bikin aq seperti ini. Trus aq ngalami semacam defisit love: apalagi di rumah aq bungsu, ngrasa ga` ngefek dan ga` dianggep. Aq cari cara gimana caranya jd orang seperti yg diharapkan org lain biar diterima. Padahal, Aq sendiri memiliki kecenderungan untuk jadi diri sendiri. Aq mengingkari diri q sendiri biar diterima orang lain.&lt;br /&gt;Dalam acara-acara yang nggak bakal dirasaain si Sindhunata itu aku nemuin diri q sendiri. Retret2, rekoleksi, pendalaman hidup medan, desert day, aq nemuin diriku yang lama telah kutinggal. Aq yang autentik. Misalnya, Desert Day, aq nemuin keinginan2 pribadi q di situ. Termasuk juga, retret panggilan, Aq menemukan Aq yang sebenarnya. Cukup sulit untuk jujur. Organisasi2 dan teman2 di Merto bikin aq merasa berarti &amp;amp; dicintai apa adanya, so penuhlah Aq :AQ GA` PERLU SAMA SEPERTI  APA YG DIHARAPKAN ORANG LAIN, AQ HANYA PERLU JADI DIRI SENDIRI.&lt;br /&gt;Anyway, akhirnya aku ketemu dengan aq yang selama ini kutinggal sebelum aq masuk Mertoyudan dan berdamai dengannya.  Paling enggak jadi lebih dewasa gara2 masuk ke Bumi mertoyudan ini. dan ultimatum perdamaian dan mejalani hidup yang “Aq banget” meskipun aq tahu sakitnya akan lebih berat. Tapi sakit ini nggak lebih daripada kalau Aq nggak jujur sama diriku sendiri.&lt;br /&gt;Aq belum tahu mengapa aq harus mengalami seperti ini. Ini cukup menjadi luka bagiku. Namun aq yakin, Tuhan akan beri indah pada waktunya. Saat itulah kutahu mengapa…! Di pangkal muda ku ini Aq dah nemuin diriq yg sebenarnya berkat Merto. Mau tahu rasanya? Enak banget deh…! Ma` kasih Merto…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU PUNYA MASALAH&lt;br /&gt;DAN….ACARA-ACARA ITU BIKIN AQ DAMAI DENGAN AQ YG LAIN&lt;br /&gt;PERGULATAN PIKIRANKU&lt;br /&gt;AKHIRNYA AQ SERING KETEMU INU DAN VISHNU&lt;br /&gt;DAN DAMAINYA INI BIKIN AKU MUTUSIN UNTUK OUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS HYANG RATU SHIVA&lt;br /&gt;Seperti Sang Raja Siwa&lt;br /&gt;                            VISHNU SATYAGRAHA.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-3638608382396530872?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/3638608382396530872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/kepribadianq-ganda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/3638608382396530872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/3638608382396530872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/kepribadianq-ganda.html' title='KEPRIBADIAN’Q GANDA'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-898291751002171781</id><published>2009-07-26T02:13:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.719-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Melepas Belenggu S***</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Semua hal yang berhubungan dan berbau seks sudah kupelajari secara otodidak sejak SD. Aku mengetahui hal-hal seperti itu lewat guru, teman-teman, dan sumber lain , namun bukan dari orang tua. Pertama kali aku mempelajari hal tersebut  selalu menimbulkan ketegangan dalam diriku dan kepuasan tersendiri. Senang sekali rasanya mengeksplor bagian tubuh milik orang lain, apalagi yang berlawanan jenis. Keingintahuanku pada hal tersebut semakin menjadi-jadi dan bertambah gila ketika aku memulai studi di SMP Pangudi Luhur 1 Jogjakarta. Aku selalu membuka tirai dunia maya, untuk browsing dan mencari di search engine cukup dengan satu kata, seks. Aku juga pergi ke toko buku pinggir jalan untuk mempelajari kehidupan orang dewasa. Sayangnya, aku tidak bisa menahan gejolak manusiawi dalam diri. Akibatnya, sprei harus selalu diganti karena amis dan kakak adik selalu menggedor kamar mandi saat aku berada di dalam karena terlalu lama melakukan olah raga tangan yang setara 3 kali main tenis. Selama itu pula aku terbelenggu dalam kenikmatan penuh dosa. Hingga, aku tersesat masuk Seminari Mertoyudan, sekolah di mana para calon imam dengan kegiatan sucinya  menghabiskan hari demi hari&lt;br /&gt;Di dalam diriku, aku merasa bersalah karena di saat yang lain berdoa aku malah tidur untuk terbang ke dalam fantasi liarku. Di saat yang lain tidur aku malah “bangun”. Akhirnya, karena aku mulai merasa aku adalah seorang calon imam, aku mulai mengurangi kegiatan-kegiatan itu. Aku sadar, aku telah masuk ke dalam “asrama malaikat”, tempat di mana seorang calon imam dididik. Getir selalu melanda hati, apakah seorang Doni yang kotor karena dosa pribadi, pantas masuk seminari. Namun, aku sadar aku tak mungkin hidup seperti ini selamanya. Aku bertekad untuk berubah. Aku tidak mau hidup seperti itu terus menerus. Karena, aku sangat merasakan hidup seperti ini sama sekali tidak membahagiakan. Hidupku terasa kering, hampa, dan tanpa makna. Hingga, saat refleksi medan diadakan, aku berkonsultasi dengan diriku sendiri untuk mengetahui bagaimana aku bisa menjadi seperti ini.&lt;br /&gt; Aku terus menggali dalam-dalam. Aku terus merobek relung hati untuk menemukan mengapa aku seperti ini. Setelah kusadari, aku mengerti kenapa aku jadi manusia yang penuh dosa ini. Aku terlalu rakus akan napsu dan nikmat duniawi. Aku telah lupa pada roh yang menghidupi aku. Aku terlalu mengutamakan daging yang lezat daripada roh itu sendiri, yang telah menganugerahi jiwa dan tubuh. Ya, aku memang seorang yang selalu menuruti hawa napsu yang berasal dari daging yang lemah ini. Kini aku terus berdoa mohon kuat dalam kehendak yang benar agar terlepas dari belenggu dosa ini.&lt;br /&gt;Aku juga tidak lupa mendoakan semoga teman-teman tidak ada yang seperti aku, manusia yang terbelenggu dalam dosa daging ini. Aku berharap apa yang aku tuliskan ini menggugah jiwa untuk merubah hidup yang kurang benar. Semoga teman-teman semua mampu berkehendak yang benar dalam roh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-898291751002171781?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/898291751002171781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/melepas-belenggu-s.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/898291751002171781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/898291751002171781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/melepas-belenggu-s.html' title='Melepas Belenggu S***'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-7381953814048760259</id><published>2009-07-26T02:12:00.002-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.719-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Pahlawan Bertopeng</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt; Menjadi pahlawan adalah nilai yang ditanamkan oleh kedua orangtuaku. Artinya tentu saja tidak mutlak menjadi pahlawan bertopeng seperti pahlawannya Shincan, melainkan menjadi orang baik. Berdasarkan pengolahanku, ternyata cara yang digunakan ortuku adalah membanding-bandingkan. Aku selalu dipuji dan dianggap lebih baik dari orang lain. Untuk membangun kepercayaan diriku, itu baik. Namun, cara itu terlalu berlebihan dan menjadi kebiasaan sehingga aku menutup mata pada kelemahan yang ada di diriku.&lt;br /&gt; Tak kusadari: aku menjalani hidup hanya untuk mendapatkan pujian dan dianggap baik belaka. Aku belajar keras, mendapat rangking baik kemudian dapat hadiah dan dipuji. Aku senang dan bahagia karena aku dianggap. Aku ADA. Aku penurut karena takut kehilangan ke-ADA-anku. Ya! Segalanya kubuat baik. Formatio itu memang menyelamatkanku dari rusaknya anak usia SMP, di mana mereka berada dalam masa peralihan. Tapi repotnya adalah ...&lt;br /&gt; Hal itu sudah menjadi kelekatanku dan terbawa hingga ke tempat suci ini. Padahal, awalnya di tempat ini jarang kutemui orang yang menganggap aku ADA. Kuakui: situasi dan kondisi semacam itu membuat hidupku jadi meng-ADA-ADA. Aku bertopeng. Topeng kebaikan. Nah, istilah keren-nya adalah MPD (Mekanisme Pembelaan Diri).&lt;br /&gt; Di Medan Pratama, aku benar-benar belum sadar bahwa aku mencari-cari perhatian dengan cara sok baik, sok alim dan sok pahlawan. Tentu saja hal ini kulakukan untuk menyelamatkan diri agar punya citra diri yang positif dan lagi-lagi, dipuji. Apa yang terjadi? Aku merasa asing, tidak krasan hidup bersama angkatan ’03-’04 ini.&lt;br /&gt; Di Medan Madya I, hidup terasa amat kosong dan mengecewakan. Apa yang kukejar-kejar dengan caper (cari perhatian) tidak kuraih. Semua tanggungjawabku kulakukan cukup baik. Aku malah kelelahan sendiri. Ya! Jiwaku lelah dan kosong .... Aku benar-benar merasa TIDAK ADA (Hanya merasa. Kenyataannya tidak demikian). MPD-ku saat itu adalah banyak makan dan tidur agar teman-teman care dan bertanya: Sakit? Aku tidak bersemangat. Aku tidak bisa mengembangkan bakatku secara optimal. I am undoing anything. Aku sempat memilih kematian segera. Aku mengalami kesendirian dan kekosongan yang amat hebat. Ternyata ...&lt;br /&gt; Dari kesendirian dan kekosongan itu, aku dapat belajar berdoa. Di suatu senja, Yesus benar-benar hadir dalam kontemplasiku di bangku dekat gawang depan laboratorium. Dia memelukku. Kedamaian dan kehangatan memancar menyentuh kelelahan jiwaku. Dialah sahabat sejatiku. Saat itulah aku merasa ADA. Aku bisa tersenyum, he... bodohnya aku telah menjadi pahlawan bertopeng. Aku berusaha bangkit.&lt;br /&gt; Kemudian, tiba saatnya retret pemutusan di Medan Madya II. Retret itu menjadi ajang pemurnian motivasi panggilan yang telah terkontaminasi MPD. Memang sukar untuk mengakui, menyadari dan menerima keterbatasan jiwa. Bahkan, air mata pun berpartisipasi aktif. Kini, aku adalah aku. Si Pahlawan Bertopeng telah lelah bertopeng.&lt;br /&gt; Akhirnya, dibutuhkan ke-MAU-an untuk terbuka pada uluran tangan Allah (pembimbing rohani, orangtua dan teman) dan jujur dengan diri sendiri agar menjadi manusia utuh. Utuh, menerima kelebihan dan kekurangan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam DOA aku ADA dan siap ADA dalam realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megandika Wicaksono&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-7381953814048760259?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/7381953814048760259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/pahlawan-bertopeng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/7381953814048760259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/7381953814048760259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/pahlawan-bertopeng.html' title='Pahlawan Bertopeng'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-6521474787686582528</id><published>2009-07-26T02:12:00.001-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.719-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Cinta Yang Menyembuhkan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh Golo Bayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allport, psikolog mengatakan, “pengalaman masa lalu membentuk pribadi di masa sekarang”. Dan, itulah yang aku alami saat mengolah diri di MM2. Pribadiku yang  merasa minder, mudah iri hati, dan tertutup pada orang-orang tertentu ternyata dibentuk oleh pengalaman masa lalu. Pengalaman masa lalu itu kutemukan saat fokus MM2 berbicara soal mengolah luka batin.&lt;br /&gt; Oleh pendampingan Rm. Nano (pembimbing rohani) dan Rm. Galih (pamong), aku terbantu untuk semakin mengerti diriku terutama pada pengenalan luka batin yang membentukku sebagai seorang pribadi seperti ini. Jujur saja, awalnya pengenalan luka batin itu cukup sulit. Karena, harus memutar kembali memori pengalaman hidupku. Hampir selama satu semester aku bergulat mencari akar masalah pribadiku. Hingga, kusadari bahwa pengalaman luka batin itu muncul ketika berada dalam keluarga. Ada pengalaman bahwa aku merasa dibanding-bandingkan dengan orang lain. Dan, secara tidak sadar pengalaman itu kupahami sebagai penolakan atas diriku. Akibatnya, sering aku menolak bakat yang aku miliki. Penolakan itu kulakukan hanya karena bakatku tidak sama dengan orang pada umumnya. Juga, aku harus kehilangan afeksi cinta. Di keluarga aku dididik secara keras, meskipun tidak menggunakan kekerasan fisik. Tetapi, secara mental ayahku adalah orang yang cukup keras dan pernah membuatku takut.&lt;br /&gt; Namun, semua luka batin mulai tersembuhkan ketika aku menerima pengalaman itu. Hingga, aku berani mengungkapkan pengalaman itu pada orang tuaku saat HOT MM2. Dari kemauan untuk terbuka dan berdialog dengan orangtua, aku merasakan cinta mereka. Aku bersyukur karena aku tidak sendiri mengolah masa laluku. Roh Kudus telah membimbingku lewat berbagai pihak. Kini aku semakin mencintai diriku dan keluargaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-6521474787686582528?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/6521474787686582528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/cinta-yang-menyembuhkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/6521474787686582528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/6521474787686582528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/cinta-yang-menyembuhkan.html' title='Cinta Yang Menyembuhkan'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-6275748353715892340</id><published>2009-07-26T02:11:00.002-07:00</published><updated>2009-09-05T23:53:27.810-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Dari Heart Park Sampai Golgota</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 10"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-hyphenate:none; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-language:AR-SA;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:318732606; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:332032790 953983840 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:image; 	list-style-image:url("file:///C:/DOCUME~1/user/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif"); 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:64.35pt; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol; 	color:windowtext;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_0"&gt;pesan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_1"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_2"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_3"&gt;kotak&lt;/span&gt; &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_4"&gt;surat&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_5"&gt;siang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_6"&gt;tadi&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_7"&gt;Bunyinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_8"&gt;singkat&lt;/span&gt;. “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_9"&gt;Aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_10"&gt;menunggumu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_11"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_12"&gt;tempat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_13"&gt;biasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_14"&gt;kamu&lt;/span&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_15"&gt;menghabiskan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_16"&gt;malam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;…&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_17"&gt;td&lt;/span&gt;: ---”. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_18"&gt;Jelas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_19"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_20"&gt;surat&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_21"&gt;kaleng&lt;/span&gt;; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_22"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_23"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_24"&gt;kepastian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_25"&gt;siapa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_26"&gt;mengirimnya&lt;/span&gt;.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_27"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_28"&gt;mengerti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_29"&gt;benar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_30"&gt;maksudnya&lt;/span&gt;.&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_31"&gt;Tapi&lt;/span&gt;, Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_32"&gt;tampak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_33"&gt;sudah&lt;/span&gt; tau. Ia &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_34"&gt;tenang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_35"&gt;tenang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_36"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_37"&gt;menunggu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_38"&gt;malam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_39"&gt;datang&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_40"&gt;Malampun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_41"&gt;selalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_42"&gt;datang&lt;/span&gt;.&lt;span style="" lang="IN"&gt; Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_43"&gt;menyiapkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_44"&gt;pertemuan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_45"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_46"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_47"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_48"&gt;istimewa&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_49"&gt;Disisirnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_50"&gt;rapi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_51"&gt;rambut&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_52"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_53"&gt;minyak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_54"&gt;rambut&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_55"&gt;elegan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_56"&gt;Tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_57"&gt;segan&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_58"&gt;segan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_59"&gt;pula&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_60"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_61"&gt;mengeluarkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_62"&gt;pakaian&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_63"&gt;baru&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_64"&gt;dibeli&lt;/span&gt;; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_65"&gt;pakaian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_66"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_67"&gt;merek&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_68"&gt;mahal&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_69"&gt;dimamerkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_70"&gt;kecil&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_71"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_72"&gt;depan&lt;/span&gt;. Dan &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_73"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_74"&gt;lupa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_75"&gt;pula&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_76"&gt;sepatu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_77"&gt;pantofel&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_78"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_79"&gt;jas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_80"&gt;hitam&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_81"&gt;kasual&lt;/span&gt;. Kali &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_82"&gt;ini&lt;/span&gt;, Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_83"&gt;benar&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_84"&gt;benar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_85"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_86"&gt;berjumpa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_87"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_88"&gt;Pribadi&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_89"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_90"&gt;penting&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_91"&gt;bagi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_92"&gt;hidupnya&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_93"&gt;Tempat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_94"&gt;biasa&lt;/span&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_95"&gt;bagi&lt;/span&gt; Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_96"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_97"&gt;menhabiskan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_98"&gt;malam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_99"&gt;adalah&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_100"&gt;taman&lt;/span&gt; &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_101"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_102"&gt;Tepatnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_103"&gt;diujung&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_104"&gt;kompleks&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_105"&gt;perumahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_106"&gt;ini&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_107"&gt;Orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_108"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_109"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_110"&gt;menyebutnya&lt;/span&gt; &lt;st1:place&gt;&lt;st1:placename&gt;Heart&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype&gt;Park&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; -&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_111"&gt;taman&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_112"&gt;hati&lt;/span&gt;-. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_113"&gt;Jika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_114"&gt;pagi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_115"&gt;hingga&lt;/span&gt; sore, paling-paling &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_116"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_117"&gt;anak&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_118"&gt;anak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_119"&gt;kecil&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_120"&gt;bermain&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_121"&gt;diikuti&lt;/span&gt; para &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_122"&gt;pembantunya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_123"&gt;Orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_124"&gt;dewasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_125"&gt;datang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_126"&gt;pula&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_127"&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_128"&gt;taman&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_129"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_130"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_131"&gt;melepas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_132"&gt;penat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_133"&gt;sambil&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_134"&gt;membaca&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_135"&gt;buku&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_136"&gt;Juga&lt;/span&gt; para &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_137"&gt;penjual&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_138"&gt;makanan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_139"&gt;mencoba&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_140"&gt;mengadu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_141"&gt;nasib&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_142"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_143"&gt;kalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_144"&gt;saingan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_145"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_146"&gt;toko&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_147"&gt;toko&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_148"&gt;besar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_149"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_150"&gt;sekitar&lt;/span&gt; &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_151"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_152"&gt;ini&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_153"&gt;Semua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_154"&gt;hiruk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_155"&gt;pikuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_156"&gt;taman&lt;/span&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_157"&gt;bertambah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_158"&gt;gempita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_159"&gt;ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_160"&gt;malam&lt;/span&gt;. &lt;st1:place&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_161"&gt;Taman&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_162"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_163"&gt;diterangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_164"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_165"&gt;cahaya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_166"&gt;lampu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_167"&gt;berwarna&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_168"&gt;warni&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_169"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_170"&gt;bintang&lt;/span&gt;. &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_171"&gt;Banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_172"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_173"&gt;berjubel&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_174"&gt;memadati&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_175"&gt;taman&lt;/span&gt;. Di &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_176"&gt;depan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_177"&gt;taman&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_178"&gt;itu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_179"&gt;tepatnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_180"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_181"&gt;seberang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_182"&gt;jalan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_183"&gt;terdapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_184"&gt;pusat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_185"&gt;perbelanjaan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_186"&gt;termewah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_187"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_188"&gt;terlengkap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_189"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_190"&gt;kota&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_191"&gt;itu&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_192"&gt;Ironisnya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_193"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_194"&gt;samping&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_195"&gt;kemewahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_196"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_197"&gt;kemegahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_198"&gt;itu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_199"&gt;tetap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_200"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_201"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_202"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_203"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_204"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_205"&gt;bernasib&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_206"&gt;baik&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_207"&gt;Pengemis&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_208"&gt;pemulung&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_209"&gt;pengumpul&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_210"&gt;sisa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_211"&gt;makanan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_212"&gt;anak&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_213"&gt;anak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_214"&gt;terlantar&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_215"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_216"&gt;sejenisnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_217"&gt;sesekali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_218"&gt;berkelebat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_219"&gt;diantara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_220"&gt;keindahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_221"&gt;taman&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_222"&gt;kota&lt;/span&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;Di Heart Park, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_223"&gt;mereka&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_224"&gt;semua&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_225"&gt;berkumpul&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_226"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_227"&gt;perpaduan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_228"&gt;senjang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_229"&gt;Seolah&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_230"&gt;olah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_231"&gt;Tuhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_232"&gt;menjatuhkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_233"&gt;semuanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_234"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_235"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_236"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_237"&gt;dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_238"&gt;tanpa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_239"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_240"&gt;klasifikasi&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_241"&gt;Bentuknya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_242"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_243"&gt;salat&lt;/span&gt;; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_244"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_245"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_246"&gt;tercampur&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_247"&gt;aduk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_248"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_249"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_250"&gt;tempat&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_251"&gt;Mungkin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_252"&gt;Tuhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_253"&gt;sengaja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_254"&gt;melemparkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_255"&gt;semuanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_256"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_257"&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_258"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_259"&gt;dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_260"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_261"&gt;asumsi&lt;/span&gt; “&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_262"&gt;Bertambah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_263"&gt;banyaklah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_264"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_265"&gt;penuhilah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_266"&gt;bumi&lt;/span&gt;!”. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_267"&gt;Akibatnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_268"&gt;taman&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_269"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_270"&gt;menjadi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_271"&gt;sesak&lt;/span&gt;. Ya, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_272"&gt;kepenuhan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_273"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_274"&gt;harmonis&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_275"&gt;antara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_276"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_277"&gt;kaya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_278"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_279"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_280"&gt;miskin&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_281"&gt;semuanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_282"&gt;ditakar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_283"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_284"&gt;kepemilikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_285"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_286"&gt;dunia&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_287"&gt;Agak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_288"&gt;jauh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_289"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_290"&gt;seberang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_291"&gt;jalan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_292"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_293"&gt;seseorang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_294"&gt;duduk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_295"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;i style=""&gt;Bus Stop&lt;/i&gt;. Ia &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_296"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_297"&gt;tampak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_298"&gt;sedang&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_299"&gt;menanti&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_300"&gt;seseorang&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_301"&gt;Ketika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_302"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_303"&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_304"&gt;melihat&lt;/span&gt; Dana, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_305"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_306"&gt;langsung&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_307"&gt;melambaikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_308"&gt;tanggannya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_309"&gt;Danalah&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_310"&gt;dicari&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_311"&gt;Kemudian&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_312"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_313"&gt;segera&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_314"&gt;medekat&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_315"&gt;Selamat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_316"&gt;malam&lt;/span&gt; Dana…&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_317"&gt;Duduklah&lt;/span&gt;!” &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_318"&gt;sapa&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_319"&gt;Sosok&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_320"&gt;menanti&lt;/span&gt; Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_321"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_322"&gt;ramah&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_323"&gt;Terima&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_324"&gt;kasih&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_325"&gt;Engkau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_326"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_327"&gt;memberiku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_328"&gt;keselamatan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_329"&gt;Tuhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_330"&gt;Yesus&lt;/span&gt;.” Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_331"&gt;duduk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_332"&gt;disamping&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_333"&gt;seseorang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_334"&gt;dikenal&lt;/span&gt; Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_335"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_336"&gt;sebutan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_337"&gt;Tuhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_338"&gt;Yesus&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_339"&gt;Selalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_340"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_341"&gt;cerita&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_342"&gt;baru&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_343"&gt;tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_344"&gt;dirimu&lt;/span&gt;” &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_345"&gt;Tuhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_346"&gt;Yesus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_347"&gt;memulai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_348"&gt;pembicaraan&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_349"&gt;Tentang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_350"&gt;diriku&lt;/span&gt; yang&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_351"&gt;gamang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_352"&gt;ini&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_353"&gt;Kapan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_354"&gt;aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_355"&gt;benar&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_356"&gt;benar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_357"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_358"&gt;berbalik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_359"&gt;kepada&lt;/span&gt;-Mu? &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_360"&gt;Duniaku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_361"&gt;sudah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_362"&gt;membuat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_363"&gt;aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_364"&gt;terlalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_365"&gt;jauh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_366"&gt;dari&lt;/span&gt;-Mu. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_367"&gt;Tapi&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_368"&gt;saat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_369"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_370"&gt;Engkau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_371"&gt;berkenan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_372"&gt;menemuiku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_373"&gt;Bukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_374"&gt;Aku&lt;/span&gt; yang &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_375"&gt;merencanakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_376"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_377"&gt;semua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_378"&gt;Hatimu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_379"&gt;menarik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_380"&gt;malam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_381"&gt;ini&lt;/span&gt;.”&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_382"&gt;Dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_383"&gt;pandangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_384"&gt;kosong&lt;/span&gt;, Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_385"&gt;mulai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_386"&gt;melihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_387"&gt;sekelilingnya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_388"&gt;Terpandang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_389"&gt;semu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_390"&gt;apa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_391"&gt;biasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_392"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_393"&gt;lakukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_394"&gt;di&lt;/span&gt; Heart Park &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_395"&gt;ini&lt;/span&gt;. Ia &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_396"&gt;ingin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_397"&gt;sekali&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_398"&gt;duduk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_399"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_400"&gt;sebuah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_401"&gt;kedai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_402"&gt;kopi&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_403"&gt;biasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_404"&gt;dibelinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_405"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_406"&gt;uang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_407"&gt;ratusan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_408"&gt;ribu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_409"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_410"&gt;segelas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_411"&gt;kopi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_412"&gt;sambil&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_413"&gt;menghisap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_414"&gt;rokok&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_415"&gt;dengan&lt;/span&gt; label &lt;i style=""&gt;made of select clove and tobacco&lt;/i&gt;. Ia &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_416"&gt;rindu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_417"&gt;membaca&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_418"&gt;koran&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_419"&gt;seratus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_420"&gt;lebar&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_421"&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_422"&gt;berisi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_423"&gt;iklan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_424"&gt;semalaman&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_425"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_426"&gt;membuang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_427"&gt;kertas&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_428"&gt;sudah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_429"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_430"&gt;berguna&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_431"&gt;lagi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_432"&gt;itu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_433"&gt;Tiba&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_434"&gt;tiba&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_435"&gt;pula&lt;/span&gt; Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_436"&gt;ingin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_437"&gt;pula&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_438"&gt;memesan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_439"&gt;makanan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_440"&gt;memenuhi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_441"&gt;mejanya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_442"&gt;memakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_443"&gt;sedikit&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_444"&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_445"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_446"&gt;sisanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_447"&gt;dibuang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_448"&gt;begitu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_449"&gt;saja&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_450"&gt;Hari&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_451"&gt;hari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_452"&gt;ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_453"&gt;aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_454"&gt;mencoba&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_455"&gt;melepas&lt;/span&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_456"&gt;teman&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_457"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_458"&gt;menghabiskan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_459"&gt;malam&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_460"&gt;Tuhan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_461"&gt;Kopi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_462"&gt;mahal&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_463"&gt;rokok&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_464"&gt;bermerek&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_465"&gt;koran&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_466"&gt;dipenuhi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_467"&gt;iklan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_468"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_469"&gt;makanan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_470"&gt;kesenanganku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;” &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_471"&gt;kata&lt;/span&gt; Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_472"&gt;terdengar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_473"&gt;agak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_474"&gt;lirih&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_475"&gt;Tuhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_476"&gt;Yesus&lt;/span&gt; diam &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_477"&gt;saja&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;Dana &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_478"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_479"&gt;terdiam&lt;/span&gt; lama. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_480"&gt;Tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_481"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_482"&gt;sesuarapun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_483"&gt;keluar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_484"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_485"&gt;mulutnya&lt;/span&gt;. Ia &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_486"&gt;mematung&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_487"&gt;tanpa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_488"&gt;gerak&lt;/span&gt;.&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_489"&gt;Tangan&lt;/span&gt; Dana yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_490"&gt;mulai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_491"&gt;mendingin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_492"&gt;dipegan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_493"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_494"&gt;Tuhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_495"&gt;Yesus&lt;/span&gt;. Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_496"&gt;memejakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_497"&gt;mata&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_498"&gt;Sekonyong&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_499"&gt;konyong&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_500"&gt;terlihatlah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_501"&gt;hamparan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_502"&gt;kebun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_503"&gt;kopi&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_504"&gt;luas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_505"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_506"&gt;anak&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_507"&gt;anak&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_508"&gt;bekerja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_509"&gt;memetiknya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_510"&gt;hutan&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_511"&gt;hutan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_512"&gt;rusak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_513"&gt;tertebang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_514"&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_515"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_516"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_517"&gt;aturan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_518"&gt;penebangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_519"&gt;hutan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_520"&gt;petani&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_521"&gt;tembakau&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_522"&gt;gagal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_523"&gt;panen&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_524"&gt;karena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_525"&gt;terkena&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_526"&gt;angin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_527"&gt;bahorok&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_528"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_529"&gt;anak&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_530"&gt;anak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_531"&gt;Afrika&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_532"&gt;kurus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_533"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_534"&gt;terurus&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_535"&gt;Spontan&lt;/span&gt; Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_536"&gt;terperanjat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_537"&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_538"&gt;menangis&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_539"&gt;Inilah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_540"&gt;relita&lt;/span&gt; Dana. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_541"&gt;Kamu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_542"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_543"&gt;pernah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_544"&gt;menyadari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_545"&gt;apa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_546"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_547"&gt;dibelakang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_548"&gt;kekayaanmu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_549"&gt;Anak&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_550"&gt;anak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_551"&gt;dibawah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_552"&gt;umur&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_553"&gt;diperkerjakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_554"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_555"&gt;upah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_556"&gt;murah&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_557"&gt;Hutan&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_558"&gt;hutan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_559"&gt;terjarah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_560"&gt;sia&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_561"&gt;sia&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_562"&gt;Petani&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_563"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_564"&gt;menanggung&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_565"&gt;gagal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_566"&gt;panen&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_567"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_568"&gt;tengkulaknya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_569"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_570"&gt;pernah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_571"&gt;mau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_572"&gt;tahu&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_573"&gt;Juga&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_574"&gt;timbang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_575"&gt;timbanglah&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_576"&gt;sisa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_577"&gt;makanan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_578"&gt;dibuang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_579"&gt;selama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_580"&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_581"&gt;bulan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_582"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_583"&gt;kota&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_584"&gt;ini&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_585"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_586"&gt;memberi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_587"&gt;makan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_588"&gt;tiga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_589"&gt;ribu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_590"&gt;anak&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_591"&gt;kelaparan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_592"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_593"&gt;Afrika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_594"&gt;sana&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;“&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_595"&gt;Cukup&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_596"&gt;Tuhan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_597"&gt;Apa&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_598"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_599"&gt;kuperbuat&lt;/span&gt;?” &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_600"&gt;tanya&lt;/span&gt; Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_601"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_602"&gt;getir&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_603"&gt;Mengapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_604"&gt;aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_605"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_606"&gt;menjawab&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_607"&gt;pertanyaanmu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_608"&gt;itu&lt;/span&gt;? &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_609"&gt;Kamu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_610"&gt;sudah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_611"&gt;mengenaliku&lt;/span&gt; lama &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_612"&gt;tapi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_613"&gt;mengapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_614"&gt;kamu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_615"&gt;belum&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_616"&gt;berbuat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_617"&gt;apa&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_618"&gt;apa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_619"&gt;anak&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_620"&gt;Ku&lt;/span&gt;.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_621"&gt;tercengang&lt;/span&gt;. Ia &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_622"&gt;mengingat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_623"&gt;rasa&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_624"&gt;rasanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_625"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_626"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_627"&gt;kemewahan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_628"&gt;lagi&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_629"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;st1:place&gt;&lt;st1:placename&gt;Heart&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype&gt;Park&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_630"&gt;Terlihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_631"&gt;jelas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_632"&gt;kini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_633"&gt;olehnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_634"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_635"&gt;orang&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_636"&gt;selama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_637"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_638"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_639"&gt;diinginkan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_640"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_641"&gt;kotanya&lt;/span&gt;; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_642"&gt;Pengemis&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_643"&gt;pemulung&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_644"&gt;pengumpul&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_645"&gt;sisa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_646"&gt;makanan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_647"&gt;anak&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_648"&gt;anak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_649"&gt;terlantar&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_650"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_651"&gt;sejenisnya&lt;/span&gt;. Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_652"&gt;teringat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_653"&gt;sebuah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_654"&gt;pesan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_655"&gt;muncul&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_656"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_657"&gt;hati&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_658"&gt;terdalamnya&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_659"&gt;Anak&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_660"&gt;ingatlah&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_661"&gt;bahwa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_662"&gt;engkau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_663"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_664"&gt;menerima&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_665"&gt;segala&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_666"&gt;baik&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_667"&gt;sewaktu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_668"&gt;hidupmu&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_669"&gt;sedangkan&lt;/span&gt; Lazarus &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_670"&gt;segala&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_671"&gt;buruk&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_672"&gt;Sekarang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_673"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_674"&gt;mendapat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_675"&gt;hiburan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_676"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_677"&gt;engkau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_678"&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_679"&gt;menderita&lt;/span&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_680"&gt;Tuhan&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_681"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_682"&gt;apa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_683"&gt;hidupku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_684"&gt;selama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_685"&gt;ini&lt;/span&gt;? &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_686"&gt;Aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_687"&gt;hidup&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_688"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_689"&gt;diriku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_690"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_691"&gt;acuh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_692"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_693"&gt;sekitarku&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_694"&gt;Apalah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_695"&gt;arti&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_696"&gt;hidup&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_697"&gt;sementara&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_698"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_699"&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_700"&gt;nantinya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_701"&gt;aku&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_702"&gt;benar&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_703"&gt;benar&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_704"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_705"&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_706"&gt;melihat&lt;/span&gt;-Mu?!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 1cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_707"&gt;Engkau&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_708"&gt;buat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_709"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_710"&gt;saudara&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_711"&gt;Ku&lt;/span&gt; yang paling &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_712"&gt;hina&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_713"&gt;ini&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_714"&gt;kamu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_715"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_716"&gt;melakukannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_717"&gt;untukku&lt;/span&gt;.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 64.35pt; text-align: center; text-indent: -18pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="15" height="13" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_718"&gt;mengakhiri&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_719"&gt;doanya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_720"&gt;Dipandanginya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_721"&gt;salib&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_722"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_723"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_724"&gt;depannya&lt;/span&gt;. Ada &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_725"&gt;sosok&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_726"&gt;bercakap&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_727"&gt;cakap&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_728"&gt;dengan&lt;/span&gt; Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_729"&gt;selama&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_730"&gt;beberapa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_731"&gt;waktu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_732"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_733"&gt;keheningan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_734"&gt;malam&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_735"&gt;Sosok&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_736"&gt;terbujur&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_737"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_738"&gt;palang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_739"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_740"&gt;penuh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_741"&gt;kepasrahan&lt;/span&gt;. Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_742"&gt;merasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_743"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_744"&gt;mengorbankan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_745"&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_746"&gt;hal&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_747"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_748"&gt;dunia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_749"&gt;ini&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_750"&gt;Namun&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_751"&gt;seakan&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_752"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_753"&gt;pengorbanannya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_754"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_755"&gt;sebanding&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_756"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_757"&gt;penebusan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_758"&gt;dilakukan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_759"&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_760"&gt;Sosok&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_761"&gt;tersalib&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_762"&gt;itu&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_763"&gt;Masa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_764"&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_765"&gt;merupakan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_766"&gt;masa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_767"&gt;menuju&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_768"&gt;Golgota&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_769"&gt;bagi&lt;/span&gt; Dana. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_770"&gt;Banyak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_771"&gt;hal&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_772"&gt;mencoba&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_773"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_774"&gt;salibkan&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_775"&gt;Dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_776"&gt;pengurbanan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_777"&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_778"&gt;kesenangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_779"&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_780"&gt;kerinduan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_781"&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_782"&gt;berbela&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_783"&gt;rasa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_784"&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_785"&gt;Sosok&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_786"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_787"&gt;jumpai&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_788"&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_789"&gt;doanya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_790"&gt;Satu&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_791"&gt;harapan&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_792"&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_793"&gt;tertinggal&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_794"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_795"&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_796"&gt;ingin&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_797"&gt;membalas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_798"&gt;cinta&lt;/span&gt; yang &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_799"&gt;telah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_800"&gt;diberikan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_801"&gt;Tuhan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_802"&gt;kepadanya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_803"&gt;melalui&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_804"&gt;orang&lt;/span&gt;-&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_805"&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_806"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_807"&gt;sekitarnya&lt;/span&gt;. &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_808"&gt;Itulah&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_809"&gt;niat&lt;/span&gt; Dana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_810"&gt;Keesokan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_811"&gt;harinya&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_812"&gt;ketika&lt;/span&gt; Dana &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_813"&gt;bangun&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_814"&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_815"&gt;tidurnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_816"&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_817"&gt;melihat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_818"&gt;secangkir&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_819"&gt;kopi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_820"&gt;wangi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_821"&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_822"&gt;meja&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_823"&gt;kamarnya&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_824"&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_825"&gt; pesan&lt;/span&gt; “Coffee morning &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_826"&gt;buat&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_827"&gt;Danasmara&lt;/span&gt;, &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_828"&gt;jangan&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_829"&gt;lupa&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_830"&gt;membalas&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_831"&gt;cinta&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_832"&gt;bagi&lt;/span&gt; &lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_833"&gt;sesama&lt;/span&gt;…:&lt;span class="blsp-spelling-error" id="SPELLING_ERROR_834"&gt;td&lt;/span&gt;---“&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-6275748353715892340?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/6275748353715892340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/obsesi-dan-kenangan-masa-lalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/6275748353715892340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/6275748353715892340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/obsesi-dan-kenangan-masa-lalu.html' title='Dari Heart Park Sampai Golgota'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-3017773032143907481</id><published>2009-07-26T02:11:00.001-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.720-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Aja Sakpenake Dhewe !</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Besarnya pengaruhku terhadap komunitasku sama dengan besarnya niatku untuk bertindak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebagai seminaris, kita punya potensi atau bakat baik jasmani (olahraga, teater, jurnalistik, dll) maupun rohani (memimpin, berteman, indra keenam,dll). Awalnya, bakat ini belum disadari dan kita perlu menyadarinya karena akan lebih mudah untuk bersosialisasi dengan dan mengaktulisasikannya kepada orang lain.&lt;br /&gt; Aku mau sharing mengenai bakat olahragaku, yaitu basket. Lewat basket, aku banyak menimba pelajaran hidup seperti kerjasama, tidak egois, dan menerima kekalahan. Karena kemampun basketku lumayan, aku diijinkan untuk gabung di IFO besar. Perasaanku senang karena bakatku sekaligus hobi bisa kusalurkan lewat IFO. Dan, perasaan senang membuatku semangat dalam tiap latihan.&lt;br /&gt; Latihan yang kulakukan bertujuan untuk menyiapkan teamku apabila ditantang atau menantang team SMA luar. Aku bersyukur, karena kemudian aku dipilih menjadi pemain inti untuk melawan SMA Van Lith (VL). Bagiku mereka bukan lawan yang mudah, karena mereka bermain di kandang. Porsi latihanku tambah secara pribadi untuk memoles teknik dan fisik, supaya aku main bagus, teamku menang. Motivasiku sederhana yaitu ingin menang karena teamku yang menantang dan kalau kalah malu dong (ah).&lt;br /&gt; Hari yang dinanti telah tiba. Pertandingan pun berjalan 3s (seru, sengit, spektakuler). Nggak hanya akal yang main, okolpun dikeluarkan. Kesabaranku ada batasnya, aku jangan sampai dikasari. Sekarang bola yang ada digenggaman tanganku dan siap ku-shoot. Lalu, seolah-olah aku mau nge-shoot dan ternyata musuhku berusaha ngeblok, kemudian dia limbung dan badannya menimpaku. Aku juga ikut jatuh. Karena saking gemesnya, bola yang masih ada di tanganku hampir saja kulempar ke mukanya. Tidak jadi. Akhirnya pertandingan dimenangkan VL dan aku yang mengalahkan perasaankku.&lt;br /&gt; Pelajaran penting yang kuambil dari pengalaman ini yaitu aku bisa memilih sikap yang tepat yang tidak didasarkan atas perasaan senang atau jengkel saja. Aku mampu mengendalikan perasaanku sehingga aku tidak salah bertindak. Apa jadinya apabila aku melempar bola itu ke mukanya, mungkin yang ada bukan pertandingan persahabatan tapi pertandingan tawuran. Hanya satu pesanku “semua dari kita punya potensi untuk menjadi influence man untuk hidup komunitasnya”. Namun pertanyannya sekarang adalah pengaruh baik atau buruk apa yang kuberikan bagi komunitasku lewat sikap dan tindakanku ? Silahkan pertanyaan itu direfleksikan. Tuhan serta kita, amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bramanthya Putranto, G..A.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-3017773032143907481?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/3017773032143907481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/aja-sakpenake-dhewe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/3017773032143907481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/3017773032143907481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/aja-sakpenake-dhewe.html' title='Aja Sakpenake Dhewe !'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-889402260341911014</id><published>2009-07-26T02:10:00.001-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.720-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Atur Posisinya!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;    Oleh U. Vigo Milandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, emang harus ditekankan bahwa seksualitas itu luas, tidak sesempit yang kita kira. Seksualitas kerap dipandang dari satu sisi saja, sebagai hal yang melulu berkaitan dengan fungsi alat genital. Padahal, ya itu tadi: luas. Seksualitas merupakan kualitas kepriaan dan kewanitaan yang mempengaruhi seluruh kepribadian seseorang.&lt;br /&gt;Wah, sekarang jelas nih kalo seksualitas ngga cuma soal esek-esek doang. Seksualitas ternyata juga menyangkut gimana kita tertarik pada gravitasi lawan jenis, gimana kita mengolah itu semua, dan seterusnya.&lt;br /&gt;Biar kelihatannya kalem dan alim, saya ini dulu sempat kelabakan ngolah seksualitas: ya ngolah seks, ya ngolah ketertarikan pada lawan jenis. Soal seks, pas SMP hasrat ingin tahu saya lagi gede-gedenya. Segala hal yang berkaitan dengan esek-esek saya cari. Dari majalah dan koran, aku bisa tahu banyak soal seks. Selain itu, saya juga sempat lihat beberapa film yang berkaitan dengan hal itu. Eh, hasrat seks saya malah tambah gede. Bahkan, saya pernah ke-gep sama guru nggambar bokep  pas di sekolah. Matilah aku! Orangtua saya lantas tahu, dan meskipun tidak diapa-apain, justru saya semakin merasa tidak enak. Yang saya tahu, ketika Ibu memenuhi panggilan ke sekolah, beliau nangis seketika di BP. Air mata Bapak juga mengalir tanpa suara ketika di kamar, saya memijit punggung dan kepalanya. Saya remuk. Sejak itu, saya bertekad ngolah seks sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Di seminari, kesempatan buat nostalgia kayak dulu terbuka lebar. Catat, jauh dari ortu, pengawasan ngga terlalu ketat, ada temen sepantaran yang pasti ngalamin gejolak sama, dan banyak man sarananya. Want? Everytime, everywhere, you can. Tetapi, ngadepin itu, di sini juga saya selalu kembali pada tekad awal di SMP dulu. Setiap mau “gitu”, saya ingat Bapak dan Ibu. Sedikit demi sedikit, aku berhasil mengolahnya. Yah…sesekali bolong atawa luput sih terjadi juga. But, secara umum saya bisa. Diandaikan, ini adalah sebuah proses yang berjalan terus-menerus.&lt;br /&gt;Soal ketertarikan pada lawan jenis, di Medan Madya II ini saya mengingat-ingat lagi, sudah berapa kali sih saya pernah jatuh cinta. Ternyata, sejak kelas satu SD sampai sekarang, saya telah mengalami sembilan kali jatuh cinta: Anggia, Puput, Widya, Iis, Putri, Metty, Suci, ****, dan ****. Masing-masing punya durasi yang cukup lama, setahun atau dua tahun lah. Nah, belum kehitung juga yang durasinya pendek-pendek. Yah, katakan saja banyak. Intinya adalah saya mudah jatuh hati.&lt;br /&gt;Di seminari, khususnya di Medan Madya II, saya mengolahnya bukan supaya saya tidak mudah jatuh hati, melainkan supaya saya dapat menempatkannya dalam dimensi kemanusiawian saya. Demikian pula dengan seks, saya berusaha menempatkannya dalam dimensi itu. Lalu, saya letakkan dalam orientasi hidup saya, menjadi imam. Jadi, jangan ditolak segala hasrat seks dan mencintai kita, justru tempatkanlah pada posisinya dalam orientasi hidup kita. Lalu, kita persembahkan bersama seluruh tubuh, pikiran, hati, dan nurani kita pada Tuhan Yesus, Tuhan kita, yang pasti akan menguatkan kita.&lt;br /&gt;Pesan terakhir. Kita ini bisa memilih. Dengarkan suara hatimu, dimana nuranimu berbisik, dan pilihlah keputusan yang terbaik bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mertoyudan, 9 Juni 2006,&lt;br /&gt;When World Cup 2006 start in Germany&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-889402260341911014?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/889402260341911014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/atur-posisinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/889402260341911014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/889402260341911014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/atur-posisinya.html' title='Atur Posisinya!'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-7479100665761217584</id><published>2009-07-26T02:09:00.004-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.720-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Pembunuh Panggilan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku secara pribadi melihat bahwa sebuah angkatan bisa menjadi pemeran utama bagi kehidupan seminaris di dalamnya. Kalau kamu pernah mendengar “Homo Homuni Lupus”, manusia menjadi serigala bagi sesamanya, begitu pula sebuah angkatan. Kalau boleh jujur, aku yang sudah tiga tahun menjalani hidup di angkatanku merasa dan sadar betul bahwa angkatanku merupakan angkatan  yang memiliki bakat “vocation killer”—pembunuh panggilan orang lain. Angkatan yang punya pandangan mayoritas bila melihat seorang dari angkatannya berbeda, atau tidak menyenangkan sifatnya. Maka, nasib naas bagi orang itu. Ia akan menjadi pribadi yang terpojokkan, menjadi hidup sendiri, dan terasing dari komunitasnya. Jujur saja, angkatanku sudah banyak menghasilkan orang-orang yang punya luka batin baru. Sadarkah orang-orang yang notabene mayoritas dan merupakan para pelaku “vocation killer”? Betapa sakit diperlakukan seperti itu! Kamu, apakah angkatan kamu juga demikian? Atau, bahkan kamu yang seperti itu? Atau, malah kamu menjadi kaum yang terluka? Itu semua terserah dari pilihanmu sendiri.&lt;br /&gt;Aku termasuk kaum yang melukai, namun aku sadar dan melihat sendiri hasil dari kegiatan melukai itu. Coba, kalau kamu sebagai orang yang melakukan serangan itu, proyeksikan dirimu sebagai orang yang disakiti oleh angkatan sendiri. Coba, bayangkan rasanya, sakitnya, perihnya…! Sedangkan, kamu yang nyata-nyata sebagai pelaku hanya merasa senang, puas menikmati orang-orang yang terluka! Sadarlah hidup ini seperti roda. Pepatah Jawa mengatakan, hidup ini adalah cakramanggilingan—sebuah roda yang terus berputar, atas-bawah, kanan-kiri. Esok, lusa, tidak ada yang tahu menjadi apa kita! Bisa saja besok kita menjadi orang yang tertindas! Siapkah kamu?&lt;br /&gt;For the last words, sadari hal itu dan ubah sikap itu dari sekarang… .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERNA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-7479100665761217584?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/7479100665761217584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/pembunuh-panggilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/7479100665761217584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/7479100665761217584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/pembunuh-panggilan.html' title='Pembunuh Panggilan'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-4239247170085207104</id><published>2009-07-26T02:09:00.003-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.720-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>BUDAYA TANDINGAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teori…&lt;br /&gt;Budaya. Apa sih pengertian budaya? Budaya tercipta karena adanya tiga wujud unsur pokok, yaitu gagasan, aktivitas, dan benda (hasil). Jadi gampanganya, budaya adalah segala sesuatu yang pernah dipikirkan manusia lalu diterapkan dalam bentuk aktivitas sehingga menghasilkan sebuah benda. Kemudian, Bapak Koentjaraningrat mengatakan bahwa budaya pun terbentuk sebagai adaptasi dari situasi dan lingkungan yang ditinggali oleh manusia. Gituu….&lt;br /&gt;Budaya Sangar…&lt;br /&gt;Kita beralih ke Seminari. Seminaris adalah pribadi yang punya latar belakang hidup yang berbeda-beda sehingga budaya yang dihidupi dahulu otomatis berbeda. Ketika masuk Seminari, aku sebagai seminaris dihadapkan pada budaya (penyeragaman) baru, yaitu 3S (Sanitas, Sanctitas, Scientia). Budaya ini harus dihidupi sebagai bagian dari proses formatio sehingga harapannya dapat diperoleh pribadi-pribadi yang bermutu sebagai calon imam. Tujuannya sangat luhur loh... Bahkan, sulit dijumpai lembaga pendidikan yang benar-benar memperhatikan tiga aspek dasar humaniora ini bagi perkembangan anak-anak didiknya.&lt;br /&gt;Counter Culture…&lt;br /&gt;Pada prakteknya di Seminari, seminaris tidak jarang (kalau tidak mau disebut sangat sering) menghidupkan gerakan populerisme sebagai budaya tandingan terhadap budaya 3S. Populerisme adalah budaya pop, budaya yang ringan, mudah dicerna, dan menyenangkan. Aku yakin bahwa gerakan populerisme yang sudah menjadi budaya ini telah terbentuk sejak jaman dulu kala, jaman ketika para seminaris mulai jenuh terhadap 3S, entah berapa tahun yang lalu. Pencetus gerakan tandingan ini kusebut 1st Rebel Generation. Selanjutnya generasi ini mewariskan kebudayaannya kepada generasi muda, begitu seterusnya hingga berlanjut ke generasi jaman sekarang. Terbukti bahwa budaya tandingan ini tidak usang dimakan jaman karena para pewarisnya tetap menghidupi kebudayaan ini dengan mengadakan beberapa inovasi. Inovasi yang dimaksud di sini adalah cara yang ditempuh berbeda tetapi tujuan yang hendak dicapai sama. Jenis-jenis budaya tandingan ini bila dirinci antara lain adalah: keluar malam, merokok, makan dan minum di kelas, bolos, membawa barang elektronik dan barang yang berkategori porno, and many more.&lt;br /&gt;Tempted to run wild, being in congestion is the worst                       &lt;br /&gt;Controlling the urges, an invitation to freedom&lt;br /&gt;Aku pun tidak luput dari generasi yang menerima kebudayaan tandingan ini. bagaimana aku menyikapinya? Oohh… tentu saja aku menerimanya, dan… melaksanakannya, hwakakakakak…..  Bagiku, semuanya itu adalah variasi hidup untuk menghadapi rutinitas jadwal harian di Seminari. Hidup baikku harus seimbang dengan hidup tidak baikku. Aku kurang suka bila hidupku baik dan lurus-lurus saja. Supaya tidak terlalu panjang, aku akan menyoroti tentang budaya keluar malam.&lt;br /&gt;Keluar malam. Penghuni Seminari pasti sudah tidak asing dengan frase ini. Keluar malam adalah kegiatan ilegal yang dilakukan oleh para pelaku, yaitu seminaris yang dinamis dan kurang menyukai keteraturan. Kegiatan ini dilakukan secara sadar dan kemauan sendiri sebagai suatu bentuk kebutuhan untuk membunuh kebosanan hidup dalam rutinitas. Apa yang dilakukan? Berdasarkan pengalamanku, aku keluar malam bersama teman-teman (2-4 orang) untuk makan di angkringan atau warung lainnya. Kemudian, yang terjadi di angkringan adalah kami bisa sharing dan berkawan akrab dengan sesama teman maupun dengan penjualnya. Biasanya, ngangkring disambi dengan sebungkus rokok. Kalo lagi bokek, ya.. kami cukup puas dengan makan saja atau cuman sekedar ambulasi malam. Bagimana kami mengakses jalan escape? Mudah. Ikuti saja empat arah mata angin. Pasti ketemu =).&lt;br /&gt;Even now, it's very distant from your side&lt;br /&gt;Hey, won't someone invite me to freedom?!&lt;br /&gt;Secara pribadi, budaya ini kudapat dari inisiatif diri sendiri. Awalnya keluar malam cuman untuk telepon saja. Kemudian pada perkembangannya, aku mendapat banyak masukan dan inovasi dari teman-teman sepaham. Apakah ada pergulatan? Tentu! Ada dua konsekuensi. Pertama, aku belajar konsekuen atas pilihan yang kupilih berikut akibatnya. Pilihan ini tentu akan ditindak oleh staf bila ketahuan dan siap menerima sanksi yang diberikan kemudian. Siap untuk menahan kantuk saat pelajaran karena jam tidur berkurang. Tidak lucu kalau aku menyalahkan orang lain atas tindakan yang telah kuambil. Kedua, jeleknya, budaya ini membuat para rebel generation menjadi tidak konsekuen atas pilihan hidupnya sebagai seminaris dan melakukan banyak kebohongan. Setelah memutuskan untuk hidup berasrama dan hidup sebagai sebagai calon imam, konsensus lembaga ini harus ditaati dan ditanamkan dalam diri oleh tiap-tiap pribadi. Dengan kata lain, budaya 3S harus dihidupi. Bila aku tetap berkelakuan seperti ini, apalah bedanya aku dengan remaja non seminaris? Padahal Seminari mengajakku untuk menghidupi nilai ketaatan. Rupa-rupanya aku kurang taat yach...? )=p&lt;br /&gt;Wherever you go is your choice, but just don't get in my way…&lt;br /&gt;Budaya tandingan tidak akan hilang bila rebel generation masih tetap ada dan masih menghidupi budaya yang diwarisinya. Akhirnya, diri sendirilah yang menentukan formatio diri. Dalam hal ini, prinsiplah yang harus dipegang. Belajarlah memegang prinsip untuk hidup dalam 3S. Ingatlah tujuanmu datang ke tempat ini dan berani menanggung resiko yang muncul dari penerapan nilai-nilai 3S. Kalau tidak berani menanggung resiko, jangan! Serta, jangan lupa mohon kekuatan dari Tuhan untuk kuat dalam menjalani rutinitas hidup yang tidak jarang bikin bosan. Ciptakan sub culture yaitu, budaya kreatif yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai 3S. Apa bentuknya? Up to You! Yang jelas jangan membuat hancur pondasi nilai-nilai Seminari yang telah dirumuskan oleh para formator kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAULUS SUHARTO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-4239247170085207104?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/4239247170085207104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/budaya-tandingan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/4239247170085207104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/4239247170085207104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/budaya-tandingan.html' title='BUDAYA TANDINGAN'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-941542526728994571</id><published>2009-07-26T02:09:00.001-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.720-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Get Sport</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika stres datang dan badan terasa pegal-pegal, biasanya orang akan melepaskannya dengan berolah raga. Berolah raga di Seminari menjadi salah satu acara yang paling digemari dan ditunggu-tunggu oleh banyak seminaris. Begitu juga dengan di angkatanku, acara ini menjadi acara favorit untuk mengisi waktu luang di kala sore hari atau dikala ada waktu kosong entah pada saat rampung ujian, TL malam dan masih banyak lagi. Namun,ada juga waktu yang sudah diberikan oleh seminari untuk melakukan acara berolah raga.&lt;br /&gt;Bagi banyak seminaris olah raga adalah acara yang paling murah dan mempunyai manfaat yang tinggi, bukan saja untuk menyehatkan badan tetapi ada banyak kasiat yang lain dari berolah raga. Maka dari itu, Seminari ini menyediakan banyak fasilitas untuk berolah raga seperti lapangan sepak bola yang selalu bersih dan rapi, lapangan basket, lapangan badminton, lapangan voli, futsal, dan disetiap medan diberi satu set meja ping-pong lengkap dengan bednya, namun kalau bolanya harus modal sendiri tiap-tiap medanya.&lt;br /&gt;Namun, pada saat-saat tertentu waktu berolah raga menjadi waktu yang tidak menarik perhatian bagi seminaris. Ada  banyak faktor yang mempengaruhi mengapa seminaris enggan atau malas  berolah raga. Faktor yang pertama adalah keadaan cuaca. Bila cuacanya hujan banyak seminaris yang malas berolah raga, hal ini disebabkan oleh tidak semua lapangan yang ada di sini dapat digunakan untuk berolah raga apabila hari hujan dan apabila hujan turun dengan deras semua lapangan tidak dapat digunakan karena banjir. Lalu faktor yang kedua adalah adanya ujian, entah semesteran atau mid semester, namun, kalau hanya sekedar ulangan harian olah raga tetap menjadi acara fovorit bagi seminaris karena bagi sebagian seminaris terkadang menggangap sepele ulangan harian, maklum seminaris yang sudah ada disini orangnya boleh dikata jenius-jenius karena sudah beberapa kali lolos dalam penyaringan. Lalu faktor yang ketiga adalah keadaan fisik sang seminaris. maklum karena banyak tugas dan amanat yang harus diemban sang seminaris membuat sang seminaris menjadi capek. Karena capek banyak seminaris yang malas ikut olah raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di medanku memiliki banyak anak yang pandai dalam setiap bidang olah raga. Ada yang pandai bersepak bola, ada yang pandai bermain bola basket, voli, badminton, dan ada juga yang mahir dalam segala bidang olah raga. Namun, ada juga di angkatanku orang yang tidak menyenangi olah raga entah kenapa aku pun tidak tahu mungkin terbawa dari rumah atau merasa tidak ada gunanya berolah raga karena tidak pernah mendapat kesempatan menendang bola atau hanya berfungsi sebagai pengenap saja.&lt;br /&gt;Aku pun pernah merasa demikian karena aku tidak lebih dari temanku lalu aku berpikiran buat apa gunanya kehadiranku kalau hanya sebagi pengenap dan penghibur saja, mending aku mengerjakan sesuatu hal yang berguna dan produktif bagi hidupku. Eh, ternyata pandangan hidupku itu salah temanku yang tergabung dalam satu tim saling mendukung dan pengertian. Mereka memberikan kesempatan yang sama satu dengan yang lainya namun ada juga sih teman yang serakah dan tidak memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berkembang di dalam bidang olah raga yang sedang di mainkan bersama-sama itu.&lt;br /&gt;Mari dan jangan kawatir apabila kamu-kamu ingin berolah raga. Berolah ragalah secara teratur di seminari ini. Banyak waktu yang sudah disediakan seperti Ormed, Orak, dan IFO. Semuanya itu amat bermakna bagi kesehatan kita. Kita sebagai seorang seminaris dituntut banyak hal oleh seminari demi perkembangan masa depan kita sendiri. Maka dari itu untuk menjalani dan melaksanakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita pun dibutuhkan kesehatan yang prima. Maka dari itu berolah ragalah secara teratur agar kita dapat selalu bugar dan sehat di dalam melaksankan segala tugas dan aktivitas kita.&lt;br /&gt; Jadilah orang yang selalu fit dan mempunyai semangat hidup di dalam melaksanakan setiap tugas dan karyanya.di manapun kita berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bramantya, MM&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-941542526728994571?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/941542526728994571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/get-sport.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/941542526728994571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/941542526728994571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/get-sport.html' title='Get Sport'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-8751917687740336825</id><published>2009-07-26T02:08:00.003-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>untitled-isti</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semula aku mengira bahwa Seminari adalah suatu tempat yang tenang, damai, nyaman dan sangat rukun, sehingga konflik-konflik jarang atau bahkan malah tak mungkin terjadi. Semula semua seminaris kuanggap sebagai figur remaja yang sempurna. Mereka bisa saling menyayangi, memahami, pengertian, dan baik-baik, sehingga konflik takkan terjadi diantara seminaris. Tapi, setelah aku masuk Seminari, semua pandangan itu kuhapus. Seminari itu sama seperti tempat lainnya, dalam artian konflik juga masih sering terjadi. Hanya saja di seminari cara penyelesaian konflik kurasakan lebih baik. Di sini saya merasa lebih di dewasakan, terutama dalam menghadapi konflik yang sering kuhadapi.&lt;br /&gt;Selama 3 tahun hidup di Seminari, sering aku mengalami konflik dengan temanku. Contohnya saja ketika aku berada di MP. Saat itu aku sering banget diejek oleh teman-temanku. Aku merasa bahwa mereka merendahkan diriku. Karna aku tak suka, aku marah dengan teman-temanku, dan aku tak mau lagi bergaul dengan mereka. karena banyak teman-teman yang kujauhi itulah, perlahan-lahan temanku semakin sedikit. Dengan kata lain sosialitasku menjadi buruk. Sosialitasku yang buruk ini ternyata kurasakan juga memperngaruhi panggilanku. Saat itu aku merasa bahwa temanku tidak mendukung aku. Terbesitlah keinginan untuk keluar dari komunitas ini dan mencoba sebuah komunitas lain yang dapat memahamiku. Namun, tak secepat itu aku mengambil keputusan….aku berfikir lagi. Saat berfikir itulah timbul suatu keinginan dari dalam diriku untuk memahami orang lain. Saat itu aku merasa kadang bisa memahami orang lain, aku cenderung egois. Karena sikap egoisku itulah teman-teman mengejekku. Maksud mereka sebenarnya baik, yaitu ajari aku berubah. Namun, ternyata aku tidak dapat menangkap maksud mereka. Yang kurasakan, mereka hanya mau merendahkanku.&lt;br /&gt;Saat di MMI aku berusaha mencoba untuk memahami orang lain, dan ternyata hal itu membuahkan hasil. Teman-temanku mulai banyak dan aku mulai terdukung lagi. Konflik-konflik yang aku alamipun smakin berkurang. Namun, bukan berarti hilang semuanya. Aku tetap mengalami konflik-konflik, hanya saja tidak sebanyak dulu.&lt;br /&gt;Saat aku mengalami konflik, yang kulakukan pertamakali adalah menenangkan diriku terlebih dahulu, sebelum aku menyelesaikan konflik itu. Setelah aku agak tenang barulah aku memulai untuk menyelesaikan konflik itu. Langkah pertama yang kulakukan adalah mengajak teman yang sedang konflik itu untuk berbicara tentang penyebab masalahku. Memang saat pertamakali aku melakukan hal itu, rasa takut sangat besar. Yah…. hal itu kurasakan wajar orang mana to yang ga’ takut deketin musuhnya?&lt;br /&gt;Setelah aku ketemu dan behasil ngomong-ngomong dengannya aku mulai mencari penyebab dari konflik itu. Jika tenyata aku yang menyebabkan, aku akan langsung minta maaf. Memang… pertamakali saat aku mencoba untuk minta maaf rasanya susah banget. Rasa gengsi sangat besar!! Tapi, aku mencoba bersikap rendah hati, aku meminta maaf dengannya. Setelah terbiasa kebiasaan untuk minta maaf duluan ini, menjadi gampang untuk kulakukan. Semakin lama rasa gengsi itu hilang, terganti perasaan untuk bersikap rendah hati.&lt;br /&gt;Setelah aku meminta maaf, tak jarang temanku itu tak mau memaafkanku. Yah….sudah…. mau bagaimana lagi? Aku tak bisa memaksa temanku itu. Jika konflik sudah tidak bisa diselesaikan seperti ini, jalan yang aku lakukan untuk terakhirkalinya adalah menyapa dia. Aku punya keyakinan bahwa lewat sapaan itu temanku bisa luluh dan mau memaafkan aku. Jadi lewat sapaan dan senyuman aku dapat menyelesaikan konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Please begin with smile- isti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-8751917687740336825?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/8751917687740336825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/untitled-isti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/8751917687740336825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/8751917687740336825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/untitled-isti.html' title='untitled-isti'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-1855014016227411275</id><published>2009-07-26T02:08:00.001-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>“Kebo diantara de mos influen pipel”</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Damar Widiseta, Thomas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pernahkah kamu memperhatikan ato memikirkan kalo ternyata ada orang2 yg memiliki pengaruh lebih di angkatanmu? Bisakah kamu rasakan betapa besar pengaruh mereka dalam hidupmu di tempat ini? Ato justru kamulah yg jadi de mos influen pipel (baca: the most influence people; orang2 yg berpengaruh) di angkatanmu? Apapun jawabmu, yg pasti de mos influen pipel itu ada di tiap2 angkatan. Aku sendiri mengakui kebenaran hal itu, karena aku adalah salah satu korban keganasan mereka (baca: terpengaruh).&lt;br /&gt; Umumya (kalo gak umum ya diumumkan...☺) yg namanya jadi korban itu pasti rasanya gak enak. Tapi bagiku lain halnya kalo jadi korban de mos influen pipel. Buktinya sebagai salah satu korban mereka aku justru merasa begitu beruntung karena punya pengalaman bersama mereka. Ya mungkin awalnya gara2 terpaksa oleh keadaan, tapi akhirnya semuanya bisa berjalan dengan enak (tapi gak seenaknya).&lt;br /&gt; Contoh kasus de mos influen pipel itu ngasih paraban seenak udelnya sendiri buat para korbannya. Dan akupun tak bisa lolos dari naluri alamiah mereka. Sehingga pada akhirnya gelar HANDOKO pun dianugerahkan kepadaku (HANDOKO: HANya Doyan KO****). Gak tau kenapa hal itu bisa terjadi tapi setauku istilah itu asalnya dari bukunya Edwin &amp;amp; Jodhy yang judulnya “Ketawa Bukan Berarti Gila”&lt;br /&gt; Awalnya, gelar ini terasa berat buatku. Apalagi aku punya pengalaman mengerikan (baca: traumatis) tentang dunia perparaban. Namun akhirnya, dengan tulus hati  daku menerima gelar kehormatan itu. Tau kenapa? Yg pertama, karena aku percaya bahwa dengan gelar itu justru akan muncul kesan bahwa ternyata aku diterima dan dikasihi oleh temen2ku seangkatan. Ya istilahnya gelar itu sebagai panggilan sayang buatku. Coba bayangkan kalo kamu justru jadi alien di angkatanmu!, pasti rasanya bakal gak enak banget, kamu bakal jadi orang yg terasing ato diasingkan. Itu masih lumayan, tapi coba bayangkan kalo kamu justru gak dianggep sama sekali, alias keberadaanmu di angkatan itu gak ngasih dampak apapun! Kasihan deh kalo sampe kaya gitu, hidup aja kok sengsara banget.&lt;br /&gt; Alasan yang kedua adalah karena aku merasa kalo peristiwa spektakuler itu gak merugikan aku. Malah sepertinya aku lebih diuntungkan karena aku bisa jadi lebih terkenal dan tenar di angkatan, bahkan di komunitas tanpa harus repot2 mengeluarkan biaya (asik kan?). Ya itung2 latihan jadi artis, ato orang terkenal dengan gratis. Tapi layaknya orang2 terkenal, imej tetep harus dijaga biar ketenaran kita bukan gara2 imej kita yg buruk dimata temen2 (bahkan staf).&lt;br /&gt; Alasan yg ketiga adalah lewat pengalaman diparabi  aku juga belajar jadi orang yang bermental kebo alias ndableg. Yg aku tau, suatu saat nanti, kapanpun dan dimanapun, kita pasti memerlukan suatu kesiapan mental dimana kita dituntut untuk tegar, tabah bahkan ndableg. Karena menurutku kita itu perlu ndableg supaya kita hidup, supaya kita tidak hancur ber-keping2. Kalo istilah kitab sucinya kita itu harus kuat seperti Santo Petrus “the rock”, yang kokoh berdiri meski tak henti diterpa gelombang, sedangkan dalam bahasa perhewanan istilahnya itu ndableg seperti kebo yang tetap tegar meski berulang kali udah dikasih tau.&lt;br /&gt; In the end itulah aku, alter Petrus alias kebo (tapi  bukan berarti Petrus itu kebo) yg sampai sekarang masih  tetep kebo  yg setia pada kata2nya Mr.Slim Sadhy “what ever u say I am”. So apapun pengaruh yg dikasih de mos influen pipel (baik ato jelek) kita harus tetep pada prinsip. Kalo kamu gak punya prinsip, bersiaplah untuk hancur berkeping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mertoyudan 9 June 2006&lt;br /&gt;Viva la KEBO&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-1855014016227411275?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/1855014016227411275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/kebo-diantara-de-mos-influen-pipel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1855014016227411275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1855014016227411275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/kebo-diantara-de-mos-influen-pipel.html' title='“Kebo diantara de mos influen pipel”'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-2920566906161223332</id><published>2009-07-26T02:07:00.003-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>untitled-divo</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Aku mengalami suatu rangkaian proses pengolahan kepribadian yang sangat berarti bagi kehidupanku selama di MM II. Di awal mula MM II, aku dihadapkan dengan kenyataan ketidakmampuanku untuk mengenal, menyadari diriku. Proses pengolahanku dimulai sejak bimbingan rohani saat bulan agustus tahun 2005 yang lalu. Melalui bimbingan rohani itu aku menjadi sadar bahwa selama ini aku tidak mampu menyadari diriku lebih dalam, menjelaskan pada oranglain gambaran diriku, apalagi sampai pada taraf menerima diri apa adanya. Selama ini aku memakai apa yang dinamakan Mekanisme Pertahanan Diri, agar orang lain tidak tahu keburukan dan kekuranganku yang sesungguhnya. Aku berusaha untuk menutup-nutupi diri, menampilkan apa yang baik-baik saja yang kumiliki dan aku semakin tersiksa dengan keadaan ini. Aku memasang sebuah topeng yang menutupi kekuranganku dan membangun sebuah tembok pertahanan dalam diriku. Bersama Rm. Nano sebagai pembimbing rohaniku dan Rm. Galih, aku dituntun untuk berani berproses menemukan diriku sesungguhnya. Berbulan-bulan aku menelusuri jejak-jejak pengalaman hidupku di masa lalu dengan orang-orang di sekitarku. Peristiwa-peristiwa masa lalu membentuk diriku sedemikian rupa sehingga dalam sisi negatif aku menjadi orang yang tertutup, egosi, sombong, takut untuk terbuka, sehingga aku kesulitan untuk mengenal dan menerima diri ini apa adanya. Aku mengolah pengalaman luka-luka batinku dengan sikap hati berani untuk jujur terhadap diri sendiri dan orang lain. Seiring perjalanan pengolahanku, aku semakin bisa menerima pengalaman-pengalaman di masa lalu yang menyakitkanku, menerima keluargaku apa adanya, dan menerima diriku setelah aku menyadari kebaikan dan kelemahan-kelemahan yang kumiliki. Aku berdamai dengan masa lalu dan diriku sendiri. Aku menjadi lega dan bisa bebas menjadi diriku sendiri dan semakin berani untuk terbuka dengan orang lain. Bebas menjadi diri sendiri yang otentik dengan segala pergulatan yang kualami. Aku semakin menemukan cinta Tuhan lewat pribadi-pribadi di sekitarku yang menemani dan membimbingku untuk berani dan tidak takut berproses. Aku makin merasakan Tuhan yang mau menerima diriku denga segala keterbatasanku, asal aku berani untuk jujur dan terbuka terhadap Allah dan orang-orang di sekitarku. Di situlah aku makin dikuatkan dan dimampukan untuk berkembang. Jujur, adalah pergulatanku sehari-hari di antara nilai-nilai yang kuhayati dalam hidup ini. Kejujuran dan keterbukaan kuhayati sebagai pilihan dalam hidupku, tetapi juga adalah cara bagaimana aku hidup. Memang, terkadang proses dalam pergulatan menyakitkan. Ada masalah tidak apa-apa, ada banyak tantangan yang harus dihadapi tidak apa-apa, yang penting adalah bagaimana cara mengolahnya. Akhirnya aku semakin bebas untuk menjadi diri sendiri, berani untuk jujur dan terbuka. Bersedia rendah hati untuk mau dibentuk oleh Tuhan melalui pribadi-pribadi di sekitar dan melalui berbagai pengalaman hidup dahulu, kini dan yang akan datang. Pengalaman pergulatan yang hanya sekelumit dari seluruh pergulatanku di MM II ini ternyata berarti besar bagi kehidupanku selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Divo-&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-2920566906161223332?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/2920566906161223332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/untitled-divo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/2920566906161223332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/2920566906161223332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/untitled-divo.html' title='untitled-divo'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-8350003836557741931</id><published>2009-07-26T02:07:00.001-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>I’M ANYTHING MY MAMA DON’T LIKE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;By: Benny “Bendot” Apriadi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bicara soal budaya kita mesti tau apa pengertian budaya. Menurutku budaya itu adalah apa yang kita lakukan berdasarkan apa yang kita pikirkan. Tapi nggak semua yang kita lakukan disebut budaya. Misalkan saja tidur, makan dan minum, semua itu tidak dapat disebut budaya karena itu merupakan suatu yang lazim dalam hidup. Lebih jelasnya budaya itu adalah sesuatu yang timbul dari pikiran kreatif manusia dan dihidupi secara umum.&lt;br /&gt;Di seminari, aku menemukan banyak budaya yang timbul dari pikiran kreatif para seminaris. Antara apa yang diinginkan oleh seminaris biasanya bertentangan dengan aturan seminari. Memang nggak semua budaya itu baik. Di seminari, banyak banget hal bisa disebut budaya. Budaya bagi aku dapat dinilai dari banyak segi. Dalam tulisanku kali ini aku hanya akan menilai dari beberapa segi saja.&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui bersama, yang namanya hidup di seminari mesti harus taat sama aturan dan bisa mengolah diri dalam 4 aspek, scientia, sanitas, santitas dan sosialitas. Dihadapkan dengan hal yang seperti ini terdapat banyak tanggapan. Ada seminaris yang sangat menghidupkan apa yang ditekankan oleh seminari dan ada pula yang dengan sengaja melanggarnya sebagai wujud pemberontakannya. Sebenarnya para seminaris yang ingin masuk seminari sudah tahu sebelumnya konsekuensi apa yang akan dihadapinya dengan pilihannya itu. Namun tak jarang ada-ada saja para seminaris yang kaget diperlakukan seperti itu.&lt;br /&gt;Budaya mentaati segala aturan seminari dan menghidupinya dalam tulisan ini akan aku sebut sebagai budaya positif. Jika dilihat dalam kehidupan di seminari sangatlah sedikit seminaris yang menghidupi budaya ini. Banyak kendala dan cemooh yang akan dituai para seminaris yang berusaha hidup dalam budaya positif ini. Misalkan dalam hal rohani tak jarang teman yang rajin berdoa disebut sok suci. Sangat banyak cemooh yang dilontarkan untuk para seminaris yang menghidupi budaya ini dalam kesehariannya. Ia mampu melaksanakan semua formasi pembinaan seminari dengan seimbang dalam hidupnya. Kendala yang akan dihadapi adalah ia akan dijauhi oleh teman-temannya yang tidak setuju dengannya. Seminaris yang seperti ini seringkali disebut seminaris yang tidak dapat menikmati hidup. Seminaris yang seperti ini biasanya sulit untuk masuk dalam suatu komunitas tertentu. Ia akan selalu ditekan oleh komunitasnya hingga suatu saat ia akan merasa tersudut. Ada banyak seminaris yang terpaksa mencari pelarian di luar angkatannya atau bahkan di luar seminari untuk mendapat teman dimana ia akan merasa diterima. Disanalah ia akan mencurahkan semua yang dihadapinya dalam hidupnya. Bahkan banyak seminaris yang merasa tidak mendapat tempat dalam komunitasnya mudah sekali berbuat nekat, mulai dari membuat hal yang sangat bertentangan dengan kepribadiannya sampai mau bunuh diri. Seminaris yang hidup dalam dilema seperti ini membutuhkan banyak perhatian dari anggota komunitasnya.&lt;br /&gt;Budaya yang kedua yang sangat bertentangan dengan budaya yang pertama adalah budaya melanggar aturan seminari atau dapat disebut dengan budaya negatif. Banyak banget budaya negatif yang dibuat berdasarkan pikiran kreatif para seminaris yang merasa tertekan dengan aturan seminari. Adapula seminaris yang tidak mampu menghilangkan kebisaan buruknya di luar seminari. Hal ini bagaikan tanaman yang dipindah tempatnya. So, tanah di akar tanaman itu ikut tercabut dan ikut tertanam di tempat yang baru yang disebut seminari. Misalkan saja budaya ngebluk bagi yang merasa tidurnya terganggu oleh bel, budaya makar bagi yang suka buat minuman tambahan, budaya keluar malam, budaya telat, budaya nyambi, budaya merokok dan banyak lagi budaya lain. Yang sangat panas saat ini dibicarakan adalah tentang budaya baru yang muncul adalah budaya nyontek. Hal ini berakibat dengan dikeluarkannya seorang seminaris M2M karena ketahuan berbuat curang saat ulangan. Seminaris yang menghidupi budaya ini sangat mudah diterima oleh komunitas. Mereka dengan mudah dapat diterima dalam kelompok manapun juga. Tak jarang mereka juga membuat kelompok sendiri dengan teman yang cocok. Kelompok-kelompok seperti ini biasanya muncul secara alami karena merasa sama dalam pandangan. Biasanya seminaris yang masuk dalam budaya ini mudah dikenal di komunitas.&lt;br /&gt;Dari dua budaya ini muncul satu lagi budaya dalam hidup seminaris yaitu budaya ikut-ikutan. Biasanya seminaris yang masuk dalam budaya ini adalah para seminaris yang tidak punya pilihan hidup dan selalu terhayut dalam bujuk rayu teman-temannya karena takut dianggap tidak solider. Seminaris yang seperti ini sangat mudah untuk berubah dalam memilih suatu pilihan. Ia mudah sekali tergoda untuk hayut dalam budaya yang dianggapnya sebagai suatu hal yang mengasyikan. Sangat banyak sekali seminaris yang terjerumus dalam budaya seperti ini karena ingin dianggap ada dalam komunitasnya. Profil seminaris seperti ini sangat sulit untuk memutuskan sesuatu karena ia tidak memiliki kepercayaan diri yang baik.&lt;br /&gt;Dalam menyikapi budaya aku membagi dua kelompok bagi yang menyikapi budaya dan dua kelompok bagi yang menilai orang yang menyikapi budaya. Untuk orang yang menyikapi budaya terdiri dari orang yang konsisten dengan pilihannya dan ada pula orang yang mudah terjerumus. Bagi yang menilai orang yang menyikapi budaya terdiri dari orang yang memandang orang dapat berubah dan orang tidak akan bisa berubah, karena kalau dia berubah itu bukan dia yang mereka kenal. Kelompok yang kedua dari kelompok penilai ini akan selalu menekan teman yang ingin keluar dari budaya lamanya. Kelompok ini sangatlah tidak baik dan akan menekan perkembangan seseorang untuk menjadi baik. Kamu ikut dalam kelompok yang mana? Sekarang apa sikapmu melihat realita budaya di seminari?&lt;br /&gt;Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita menyikapi semua budaya yang ada dalam komunitas kita ini? Kita masuk dalam budaya yang mana? Dalam menyikapi budaya ini kita harus memiliki suatu kebijaksanaan dalam memilih. Tiap saat dalam hidup ini kita harus memilih. Jika kita mampu memilih dengan tepat dalam hal kecil, kitapun akan terbiasa untuk memilih. Pilihan besar pun akan dapat kita pilih dengan baik.&lt;br /&gt;Di seminari ini kita mendapatkan banyak pendampingan melalui kegiatan rohani ataupun pendampingan secara khusus oleh pamong dan pembimbing rohani. Pendampingan-pendampingan ini telah mengajarkan banyak hal kepada kita terutama bagaimana kita harus mampu hidup dengan baik dalam komunitas calon imam ini. So, bagaimana kita dapat menerapkan apa yang kita dapatkan dalam pendampingan itu. Jika tidak mulai dari sekarang kapan lagi kita akan bisa memilih? Kamu akan ikut-ikutan terus, hidup dalam budayamu yang bertentangan dengan proses formatio di seminari atau kamu akan menyerah dengan keluar dari seminari? Seorang calon imam harus mampu dengan tegas memutuskan pilihannya dan mampu menghidupi pilihannya itu. Jika kamu tidak mampu memilih dalam perkara kecil, bagaimana pula kamu akan memutuskan panggilanmu? So, semua terserah kamu dan semua ada di tanganmu teman. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-8350003836557741931?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/8350003836557741931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/im-anything-my-mama-dont-like.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/8350003836557741931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/8350003836557741931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/im-anything-my-mama-dont-like.html' title='I’M ANYTHING MY MAMA DON’T LIKE'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-1176130559036551554</id><published>2009-07-26T02:06:00.001-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Say No To Sport</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Olahraga…itulah yang paling tidak kusukai dalam hidupku. Olahraga… keringetan, kotor. Olahraga beregu… ah sangat menyebalkan. Aku kadang merasa aneh sendiri, begitu sulitnya aku mencintai hal ini. Jangankan mencintai, mencoba saja sulit sekali. Sekalipun mau, biasanya karena paksaan.&lt;br /&gt;Ketidaksukaanku ini nampaknya berawal dari pengalamanku waktu kecil. Waktu kecil aku kadang ikut bermain bola bersama teman-temanku -kalo bukan karena pelajaran olah raga, biasanya karena diajak atau disuruh ortu-. Awalnya memang menyenangkan -sekalipun aku tak begitu paham peraturannya- tapi lamakelamaan permainan berubah menjadi semakin panas. Permainan yang awalnya just for fun lama-lama menjadi semakin serius dan menegangkan. Permainan kasar dan bentrok fisik tak bisa dihindari lagi. Dan, diriku yang tidak tahu apa-apa sering menjadi korban mereka. Aku jadi takut main bersama mereka. Sejak itu, aku membentengi diri dari mereka. Aku kira ini awal aku agak sulit bersosialisasi.&lt;br /&gt;Perasaan yang ditimbulkan akibat pengalaman yang begitu membekas ini rupanya masih terbawa sampai sekarang. Bahkan, sampai detik kamu membaca tulisan ini. Pokoknya akut banget, deh. Aku pun merasa kesulitan ketika harus ikut acara seminari yang berbau olah raga. Pokoke emoh, wegah! Say no to sport! Gila akut banget, ya!! Maka, ketika jam olah raga -kecuali dalam olah raga saat jam sekolah- seperti jam ormed aku sering melarikan diri ato lebih tepatnya bersembunyi. Biasanya bersembunyi di kelas ato tempat yang kuanggap aman dari intaian pamong.&lt;br /&gt;Akhirnya rahasia ini terbongkar juga. Perlahan-lahan mereka (pamong dan teman-teman) tahu rahasiaku, aku tidak suka olah raga. Setelah mengetahui rahasia itu, entah benar ato tidak mereka mendorong ato mungkin lebih tepanya memaksa diriku untuk ikut olah raga. Dengan terpaksa aku mengikuti paksaan mereka. Walaupun kurasakan rasa kurang percaya diri yang begitu besar. Rupanya aku tidak jera. Aku selalu terdorong untuk kabur dan kabur saat jam olah raga.&lt;br /&gt;Karena aku ga’ kapok-kapoknya, sampai-sampai aku dijadikan bidel ormed. Aduh, mati aku. Apes ini namannya. Tetapi, ya… mau gimana lagi? Terpaksa kuterima. Ya.. terpaksa aku jadi setia mengikuti ormed. Namun, ketika aku tidak menjadi bidel ormed lagi, aku kembali  pada diriku yang lalu. Aku tak mau olah raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan yang akut ini begitu sulit untuk kuatasi. Begitu aku berubah. Aku tetap seorang yang kurang PD dalam olah raga. Tak ada perubahan yang berarti. Namun, aku melihat sesuatu di balik semuanya itu. Tanpa kusadari ketika aku lari dari acara bersama diriku menjadi kaku untuk bersosialitas dengan teman-temanku. Aku menjadi seorang yang terasing di medan. Aku selalu merasa kesepian dan merasa tidak dicintai oleh teman-temanku.&lt;br /&gt;Beberapa kali aku pernah mencoba ikut ormed. Aku menemukan sesuatu yang membuat diriku harus berpikir lagi begitu menyenangkan dan berharganya mengikuti acara bersama di Seminari. Aku melihat semua orang bergembira. Olah raga just for fun.  Sekalipun kadang menjadi bentrokan, itu hanya bagian kecil dari hidup sosialitas kami yang membuat aku dan teman-temanku memahami satu sama lain.&lt;br /&gt;Selain itu, ketika aku mengalami kebersamaan bersama mereka dalam ormed, aku sadar teman-temanku sangat perhatian padaku, mendorong diriku, dan mau membantu serta mengembangkan diriku. Paksaan-paksaan dan ajakan-ajakan mereka merupakan bagian dari cinta yang mereka berikan kepadaku. Namun sayang, aku kadang sering menolak cinta mereka dan mengasingkan diriku sendiri. Akhirnya, aku terjebak dalam jurang kesepian yang kugali sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Nabi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-1176130559036551554?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/1176130559036551554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/say-no-to-sport.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1176130559036551554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/1176130559036551554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/say-no-to-sport.html' title='Say No To Sport'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-5334210242564135480</id><published>2009-07-26T02:05:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>ARAGON</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, siapa coba yang nggak kenal  dengan seorang Ade dengan nama beken Ambon. Bahkan karyawan Seminari  pun ketika ditanyai mengenai seorang Ambon pasti langsung tahu yang mana. “Kae lho sing ireng, kriting, cendik tur mecicil!!” Begitulah komentar orang ketika ditanyai mengenai pribadi seorang Ade. Namun, dari situ ada pelajaran yang bisa dipetik, yaitu SOSIALITAS. Ya!!!  Ndak diragukan lagi bahwa setiap seminaris di Seminari Menengah Mertoyudan pasti mengenal yang namanya Ambon. Itulah sedikit pengenalan mengenai Ambon.&lt;br /&gt;Na.. pada kesempatan ini Ambon mau sedikit cerita ato basa gaulnya sharing  pengalaman tentang bersosialitas, terutama dalam menanggapi konflik. Menurut Ambon, konflik itu tidak mungkin pernah lepas dari kehidupan manusia. So, konflik itu sifatnya inhern (melekat) . Sehingga, konflik itu tidak bisa dihilangkan tetapi bisa dikurangi. Terus, pada kesempatan inilah Ambon mau mbagi sedikit pengalaman bagaimana ngolah dan ngurangin terjadinya konflik. Sebenarnya ini bukan suatu harga mati yang harus ditiru. Tetapi Ambon Cuma nyaranin supaya para pembaca mau mencoba saran-saran dari Ambon ini. memang ini bukanlah suatu pedoman. Tetapi tidak ada salahnya kalo mau mempraktekkannya. Tetapi, saran ini akan dimulai dari cerita singkat dari Ambon dulu.&lt;br /&gt;Dulu, dari pertama kali Ambon datang ke tempat ini, Ambon tuh dah dapet banyak sekali ‘musuh’. Dalam artian, banyak sekali orang yang nggak nyenengin Ambon. Dari situlah kemudian timbul konflik-konflik. Mulai dari konflik yang kecil sampai konflik yang besar. Sehingga Ambon tuh gak punya banyak teman. Trus, dari konflik-konflik itulah Ambon mulai mikir-mikir. Apa ya yang salah pada diri Ambon? Naaaaaaaa…ternyata Ambon dah nemuin kekurangan pada dirinya. La… dari situ kemudian Ambon menemukan suatu pemecahan masalah yang sering Ambon adepin.&lt;br /&gt;Pemecahan masalah untuk mengurangi banyak terjadinya konflik dalam diri Ambon itu sebenarnya mudah saja kok untuk ditiru. Emang nggak terlalu banyak si… tapi kan paling enggak bisa berguna. Nah sekarang Ambon akan mulai menjabarkan beberapa rahasia kecil itu, yaitu:&lt;br /&gt;  Mencoba untuk selalu ramah. Ini adalah salah satu hal yang penting untuk bisa berteman&lt;br /&gt;  Selalu mencoba untuk tersenyum dengan orang lain. Senyum adalah senjata kita untuk mencoba persahabatan&lt;br /&gt;  Say hello. Nih.. ini penting buat kamu-kamu yang kurang teman (sosialitas kurang baik). Menyapa adalah tameng kita dalam mencari teman. Kalo bisa sih setiap ketemu orang selalu menyapa duluan daripada disapa.&lt;br /&gt; Cobalah untuk memberikan perhatian khusus. Bukan hanya pada satu pribadi saja, tatapi kalau bisa sama semua orang.&lt;br /&gt;  Jangan selalu memasang tampang sangar dan cemberut. Karena akan memunculkan syak prasangka yanng tidak baik.&lt;br /&gt;  Mencoba menggoda dengan godaan yang sepantasnya dan tidak kebangeten. Dalam artian ngajak gojegan tapi pada tempatnya&lt;br /&gt;  Jangan terlalu sok-sokan (sok pinter, sok sibuk, sok profesional dan ngrasa diri paling bisa) dan sombong. Jangan mecicil, nyolot atau nggaya. Atao yang penting janganlah kamu menjadi sombong atas kemampuanmu.&lt;br /&gt;  Jangan terlampau caper (cari perhatian). Nanti bisa dijauhi temen tuh…&lt;br /&gt;  Trus, yang terakhir tuh kamu cobalah ngeli nanging aja nganti kel i. Maksudnya tuh ikut-ikutan temen-temen, jangan takut bergaul bahkan sama temen yang nakal sekalipun. Dengan catatan jangan ikut-ikutan nakal. Tapi, kalo bisa menobatkan mereka ^_^.&lt;br /&gt;  Jangan membuat diskriminasi dalam berteman. Terima semua temanmu, karena mereka adalah anugerahgerindah dalam hidupmu. &lt;br /&gt; Jangan terlalu pendiam ato mengasingkan diri. Bisa bahaya banget tuh kalo sampai hal itu terjadi.&lt;br /&gt;Cuman itu aja kok rahasia kesuksesan untuk bisa bersosialitas dengan baik. Emang sih nggak ada sumber yang jelas dari data-data di atas. Tapi, Ambon nulis itu berdasarkan pengalaman pribadi dari seorang Ambon sendiri yang mem-plot dirinya sebagai orang yang terkenal. Tapi bener khan…? Coba siapa yang pernah liat Ambon dan nggak kenal Ambon?????!!!! Wah udik banget pasti tuh orang. He…he….he….&lt;br /&gt;Selamat mencoba dan mempraktekkan. Dijamin pasti akan sukses dalam bersosialitas dalam komunitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Ade Ivan Sawaki Y.P&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-5334210242564135480?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/5334210242564135480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/aragon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/5334210242564135480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/5334210242564135480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/aragon.html' title='ARAGON'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-2889435740875115824</id><published>2009-07-26T01:58:00.002-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.722-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Hidup Berdampingan Dengan Ketidaksempurnaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kenapa sih kalau orang tu punya kekurangan atau ketidaksempurnaan? Sempurna kan hanya hasil dari kesepakatan yan ditetapkan oleh orang-orang yang berkuasa dan disetujui oleh orang banyak. Kalau aja orang yang sempurna itu melihat ada yang kurang dengan orang lain, ejekanlah yang terlahir dari hati orang yang sempurna itu. Aku pernah merasakan di posisi orang yang tidak sempurna. Aku dilahirkan dengan utuh, tetapi aku dianugerahi gigi yang keropos (pada saat dewasa). Sejak SMP aku selalu diejek karena gigiku tidak sebagus dan sebaik temanku. Aku malu. Tapi aku ga bisa berbuat apa-apa. Puncaknya, ketika seorang kakak kelas yang sebenarnya sangat aku kagumi, mengejek aku. Rasanya, hari itu aku diasingkan oleh orang-orang, diakui sebagai alien dari planet antah berantah, dan tidak diterima.&lt;br /&gt; Aku ingin marah, berontak, memukul, memaki, melawan dan mempertahankan diriku. Tapi saat aku mencoba untuk nglakuinnya, aku semakin disalahkan. Aku terluka. Aku takut untuk kesekolah hanya karena takut di tolak. Di situlah benih-benih rasa minder, sensitif dan image yang negatif muncul. Aku merasa tidak patut untuk disayangi. Aku tidak dapat menyembuhkan luka ini. Luka itu aku bawa ke Seminari. Seminari adalah pelarian bagiku. Aku berharap aku lebih aman dengan tinggal di Seminari. Awal-awal bulan mereka masih bisa menerimaku. Tapi sesudahnya, berbagai julukan yang tidak bisa ku tafsirkan mendarat di diriku. Aku semakin minder. Tapi aku juga ga bisa ngungkapin perasaanku, sekalipun dalam refleksi. Aku pasti akan dimarahi oleh pem-bimbingku. Aku mulai menolak diriku. Aku mulai menolak keberadaan fisikku dan perasaanku. Penolakkan itu terjadi hingga aku menginjak tahun ke-3 di Seminari ini. Meski aku telah “menutupnya” dengan gigi palsu tapi tetap saja rasa minder itu menggerogoti aku.&lt;br /&gt; Aku ga tahan. Aku ga bisa selalu menolak diriku. Aku ingin sembuh dari rasa sakit ini. Untunglah, di MM2 ini aku dibantu oleh Romo Galih. Aku memberanikan diri untuk membuka luka batin ini di hadapan Romo Galih. Aku ga tau akan rasa minder ini. Romo Galih dan aku mencoba menggali lebih jauh dan ketemulah akarnya yaitu kejadian kakak kelas itu. Cara nyembuhinnya hanya satu. Mengungkap kembali dan menerimanya. Lewat keheningan aku berproses. Aku mencoba mengungkap kembali luka itu. Aku ga bisa. Rasa sakit itu, terlalu susah untuk di ingat, aku ga mau sakit lagi. Hanya keinginanku untuk sembuhlah yang mendorong aku untuk terus berusaha mengolah rasa ini. Setelah mencoba berulang-ulang aku bisa mengingat semuanya dengan jelas. Bagaimana ia mengejekku, bagaimana perasaanku saat itu dan bagaimana reaksiku. Kebencian mulai menjalani tubuhku. Tapi kata Romo Galih aku harus menerimanya. Tapi sebelum itu aku harus lebih dahulu membiarkan perasaan itu ada. Setelah kebencian itu aku rasakan, aku mulai membuangnya lewat hentakan nafas. Lalu aku menuliskan secara detail cerita itu di buku refleksi. Ga enak memang untuk melihat apalagi merasakan sesuatu yang membuat kita sakit. Tapi untuk dapat menyembuhkannya aku harus menerima dan menganggap itu adalah bagian dari diriku. Aku tidak boleh menolak diriku. Dan kini aku telah sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Adelbertus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-2889435740875115824?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/2889435740875115824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/hidup-berdampingan-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/2889435740875115824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/2889435740875115824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/hidup-berdampingan-dengan.html' title='Hidup Berdampingan Dengan Ketidaksempurnaan'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-4945699199345077055</id><published>2009-07-26T01:58:00.001-07:00</published><updated>2009-08-01T08:07:46.722-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>KESEMPATAN TERBAIK</title><content type='html'>Pernah nggak kalian mikirin tentang ngapa sich seminaris tu selalu terlihat dewasa, berpengetahuan atau dapat dibilang kelihatan lebih dapat diandalkan? Selain doa dan refleksi, hal terebut dikarenakan adanya waktu bacaan rohani (baroh) yang disediakan seminari kita ini. Coba kalian bayangin sebentar, bagaimana jadinya kalo kita nggak punya waktu baroh. Ancur deh!&lt;br /&gt;Kalo kita sebagai seminaris menyadarinya  sendiri, banyak manfaat yang kita dapatkan dari baroh. Ketika kita mendapat suatu masalah dalam hal pengolahan rohani ataupun ketika kita ingin membantu masalah teman-teman, kita dapat menemukan jawabannya dalam buku-buku rohani. Dengan begitu kita sekaligus mencari, mempraktikkan, dan menyelesaikannya sendiri. Otodidak gitu looh.&lt;br /&gt;Aku juga pernah mendapat suatu masalah. Ketika aku diberi saran sama temen-temen untuk baca buku “ Jalan Menuju Tuhan”, langsung saja kubaca itu buku. Ternyata benar. Di situ aku menemukan cara-cara untuk melepaskan kelekatan-kelekatan yang ada padaku. Selama ini aku tidak menyadarinya kalau aku itu punya banyak kelekatan-kelekatan yang secara langsung atau tidak langsung menggangguku. Kalian tak akan dapat menyadarinya kalo belum pernah merefleksikannya melalui buku itu. Setelah sadar, mempraktikkannya melalui meditasi, dan merefleksikannya, aku baru bener-bener ngerasain yang namanya “plong”. Nggak terasa lagi beban dalam diri seperti sudah terangkat semuanya. Kelekatanku tentang teman dekat, obsesi, ketakutan, dan pengalaman-pengalaman indah yang malah mengganggu dapat terlepas. Buku itu membahas keheningan, damai, sukacita, hidup , kemerdekaan dan cinta. Yang pasti buku itu lebih menjadikan aku siap dalam menuju jalan Tuhan.&lt;br /&gt;Selain itu salah satu buku yang sangat membantu diriku adalah “ Aku Memilih Engkau”. Saat aku terkatung-katung dalam pencarian motivasi yang intern, aku memilih buku tersebut.  Itu kulakukan karena aku sadar bahwa motivasi yang saat itu aku miliki masih merupakan motivasi yang ekstern; motivasi yang bila aku menemukan suatu hambatan, belum cukup membantuku untuk menyelesaikannya. Dengan adanya makna-makna yang mengena dalam hidup dan pertanyaan refleksi pada setiap pemaknaan, aku diberi kesempatan  untuk mendalami dan menemukan sendiri makna dalam hidup. Aku mempunyai kesempatan untuk merefleksikan “bagaimana dengan diriku sendiri?” dengan berpedoman pada makna-makna yang sudah ada dalam buku tersebut.&lt;br /&gt;Dari semua itu, sadarilah kalo kesempatan baroh adalah kesempatan terbaik yang diberikan di Seminari. Selain sebagai pendalaman hidup rohani, juga sebagai latihan mendisiplinkan diri dengan benar. Itu karena aku yakin bahwa pada waktu rohani banyak godaan-godaan yang muncul dan di situlah letak latihan kita untuk dapat menggunakan hati nurani  serta menempatkan pribadi kita sebagai seorang seminaris. Rugi bila Anda tidak mempergunakan waktu baroh dengan baik! Cobalah dan temukanlah makna yang ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimas-zum2&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-4945699199345077055?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/4945699199345077055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/kesempatan-terbaik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/4945699199345077055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/4945699199345077055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/kesempatan-terbaik.html' title='KESEMPATAN TERBAIK'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-9053111175403657853</id><published>2009-07-26T01:57:00.003-07:00</published><updated>2009-08-01T08:09:00.233-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Luka batin dan kodependensi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengolahan berdasar pengalaman oleh&lt;br /&gt;N. Very .P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aku lahir di keluarga katolik baik-baik. Aku pindah dari Muntilan ke semarang saat kelas 3 sd. Di semarang, orang tuaku sangat preventif, takut kalau anak-anaknya bergaul terlalu bebas. Hampir setiap hari kelewatkan di rumah saja, mengerjakan pekerjaan rumah. Dalam tiap harinya, aku wajib mengerjakan pekerjaan rumah bersama kakakku. Aku terlalu penurut. Tiap hari, aku bekerja sendiri, mencuci pakaian sekeluarga. Aku berontak tapi tak berdaya karena memang ibuku sakit jantung dan aku kasihan.&lt;br /&gt; Aku beronytak sembunyi-sembunyi. Aku pergi ke persewaan buku, baca buku porno. Sejak itu, hidupku menjadi tidak jelas dan kacau. Masturbasi, dll menjadi kebiasaan. Aku  tridak punya banyak perhatian pada tugas-tugasku. Aku jadi sering dimarahi oleh orang tuaku, seirng dibandingkan dengan kakak adikku yang jauh lebih pandai. Aku tidak diberi yang saku dan diwajibkan mengerjakan pekerjaan rumah gara-gara main PS setelah pulang sekolah. Hampir diusir 2 kali juga karena alasan yang sama.&lt;br /&gt; Secara kebetulan aku masuk seminari. Hanyta saja masuk seminari tidak membuatku jadi manusia baru. Di seminari, kebiasaan lama masih ada di MP. Semua luka batin dirumah ytang berupa perendahan harga diri berpengaruh sekali saat di Mp. Aku masih hidup dalam suasana lama. Hanya asaja, aku jadi orang jujur saat akhir tahun. Kau menulis bahwa “aku masih onani” pada saat surat lamaran. Alhasil, aku mendapatkan surat rector perihal seksualitas.&lt;br /&gt; Di MM1, aku dibimbing oleh 3 orang pembimbing rohani. Pada awalnya hanya mengolah bidan seksualitas. Namun, everyrhing is connected. Semua bersumber dari luka batinku. Perasaanku jadi labil karena terus-menerus di obok-obok. Aku mengeluarkan segala perasaanku yang terpendam selama ini. Mencoba merasakannya pelan-pelan. Pada awalnyam aku harus jujur dan mengaku bahwa “itu” ada dan berbahaya. Lalu, aku mencoba melihar peristiwa satu demi satu. Mengkoreksi ulang mengenai manakah kebenaran dan manakah prasangka. Atu demi satu, untaian kian berkilau. Aku pernah bagga karena semua pengolahan itu. Padahal , sama sekali belum selesai. Kadang, perasaan marah masih terangkat lagi saat merasakan peristiwa-peristiwa itu.&lt;br /&gt; Di MM2, aku sadar bahwa msih ada langit lagi di atasku. Aku berusaha mengembangkan diriku lagi. Aku mulai memaafkan peristiwa0peristiwa itu satu demi satu. Kejadian puncak ada saat HOT MM2. aku bertengkar mulut dan pandangan bersama orang tuaku. Akhirnya romo Galih datang dan membantu.&lt;br /&gt; Aku dan orang tuaku jadi semakin jelas, antara kesalah dan ketidaksengajaan. Aku pun begitu. Setelah itu aku dan orang tuaku saling memaafkan. Aku lega. Lebih dari itu, segala perasaan yang telah terpendam, termaafkan dan menjadi rahmat tersendiri untuk maju dan berkembang. Aku merasa terdukung dalam setiap pengalaman hidupku. Allah bekerja dalam merubah diriku. Aku semakin menjadi manusia yang utuh dan punya otoritas. Bisa mengatur perasaanku dalam peristiwa-peristiwa hirup. Karena hidup itu pilihan, aku memilih untuk mengasihi dan mengampuni. Karena, kasih dan ampun itu teramat indah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-9053111175403657853?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/9053111175403657853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/luka-batin-dan-kodependensi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/9053111175403657853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/9053111175403657853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/luka-batin-dan-kodependensi.html' title='Luka batin dan kodependensi'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-5320806605671712642</id><published>2009-07-26T01:57:00.001-07:00</published><updated>2009-08-01T08:09:00.233-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>doa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata orang luar, doa para seminaris itu manjur. Banyak orang minta didoakan seminaris agar apa yang merka inginkan bisa terkabul (menjadi kenyataan). Saya yang sebagai seminaris MM II ini pun turut merasakannya. Walaupun saya jarang dimintai orang untuk mendiakannya, tapi hampir segala permohonan yang satya sampaikan pada bunda Marisa dan tuhan yesus selalu menjadi kenyataan (ini bukan sombong lho, tapi nyata!). sebenarnya apa sich rahasianya? Sebenarnya tidak ada sesuatu yang menjadi rahasia para seminaris dalam berdoa. Hanya katena banyak orang tidak bisa memegan dan mendalami arti doa. Dari dua hal tadi orang tidak dapat menghiudpi habitus doa. Dalam hidup saya ada dua arti doa yang membuat saya bisa mendalami tentang doa.&lt;br /&gt; Yang pertama adalah, doa itu ibarat berbicara dengan ayah. Kita berbicara kepada ayah untuk meminta agar permohonan kita dikabulkan. Maka dari itu ccobalah untuk bersikap hormat kepada Allah dalam berdoa, mulai dari hal kecil, seperti membuat tanda salib. Tanda salib merupakan suat salam hormat kita kepada Tuhan, sehingga dalam membuat tanda salib itu gharus dengan penuh rasa hormat dan penghayatan bahwa kita memberikan salam kepada Tuhan Yesus. Karena (dalam fantasi penulis) Tuhan akan mengabulkan doa para manusia bila mau memberi hormat kepada-Nya. Bvila permohonan sudah terkabul, berterima kasihlah kepada Tuhan dengna bersyukur. Jangan hanya meminta saja, karena Tuhan bukanlah seperti Jin dalam serial ‘Alladin’! ucapkanlah syukur sebagai kalimat awal saat berdoa pada Tuhan karena Tuhan telah memberikan sesuatu yang ada di luar pikiran kita seperti: kehidupan, pasti anda pernah lupa akan hal itu.&lt;br /&gt; Yang kedua adalah, doa itu ibarat curhat pada seorang teman sejati. Kita bisa mengutarakan apa yang ada dalam isi hati, tidak hanya meminta dan meminta lagi. Teman sejati adalah teman yang meau menjalani hidup bersama dalam suka dan duka. Seringkali kita hanya bverdoa saat dalam keadaan membutuhkan saja. Namun, apa yang anda lakukan ketika sedang dalam keadaan bahagia? Saya tidak tahu, tapi Tuhan tahui. Pengalaman yang saya dapatkan ketika mencoba memfantasikan Tuhan sebagai seorang teman sejati adalah kedekatan dalam hal relasi. Ketika sata mencoba curhat ataupun berterima kasih , saya merasa relasi saya dengan Tuhan menjadi dekat. Dari kedekatan itulah Tuhan berkenan menolong.&lt;br /&gt; Selain itu, ada satu hal lagi yang menjadi princip dalam berdoa. Dalam daftar permohonan ketika berdoa, tempatkan doa untuk orang lain atau irang banyak sebagai prioritas nomor satu. Hal ini mau menunjukkan bahwa kita lebih mengutamakan kepentingan orang lain atau kepentingan yang bersifat komunal daripada kepentingan pribadi. Dampak dari prioritas semacam ini adalah besar sekali bagi saya dalam habitus doa ini. Saya menjadi orang yang menerima banyak rahmat dari Tuhan. Mungkin prioritas doa dengan modal tersebut ada bubungannya dengan prinsip karma-dharma dalam tradisi Budhis.&lt;br /&gt; Dari  tiga hal di atas, dampak bagi hidup saya (terlebih di MM2) adalah doa menjadi inti dari segala macam rutinitas yang dihadapi, entah itu kecil ataupun besar. Doa menjadi kebutuhan saya ketika menjalani hidup ini. Doa menjadi saat-saat yang dirindukan untuk bertemu dan berbicara kepada Allah. Demikan bagaimana saya menghidupi habitus doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nico Vici&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-5320806605671712642?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/5320806605671712642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/5320806605671712642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/5320806605671712642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/doa.html' title='doa'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-5461770567853917124</id><published>2009-07-26T01:55:00.002-07:00</published><updated>2009-08-01T08:09:00.233-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Mencari Tirta Prawitasari</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hari aku menilik halaman kampungku. Langkahku semakin ringan saja bagaikan melayang diatas awan. Angin kegembiraan membelai lembut tubuhku membawa kesegaran yang menyejukan seluruh jiwa ragaku. Aku telah lepas dari belenggu siksaan batin yang tak kunjung usai. Kakiku ‘dah tak berantai. Aku dapat berlari kecang sedepat kijang kencana. Diriku, mulutku, hatiku tak bergerendel lagi seperti dulu. Sobat-sobatku sudah bisa masuk dalam hidupku.&lt;br /&gt;Dalam menimba pengetahuan aku tidak merasa seperti menimba air yang menyegargan. Los….. nyaman......... Tanggung jawabku tidak lagi seperti batu  karang yang menggilas tubuhku. Seluruh talentaku kubagi-bagikan kepada sobat-sobatku.&lt;br /&gt;Pada awal pelajaran aku masuk kelas KPP, aku merasa memiliki banyak teman. Bahagia rasanya. Yang aku banyankan adalah kegembiraan belaka. Aku tidak menghiraukan kejadian disamping kegembiraan. Setiap aku bangun pagi, aku selalu ceria. Tidak merasa ngantuk. Lain dengan teman-teman yang masih riyip-riyip, aku sudah bisa tertawa dan bercanda. Setiap hari serasa aku tidak merasa sedih.&lt;br /&gt;Menjelang Hari Orang Tua (HOT) aku mendapatkan penyaki cacar. Waduh…. ini adalah awal dari masa kemalanganku. Aku mengalami cacar selama 10 hari. Aku ketinggalan pelajaran. Setelah aku sembuh, aku tidak dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Hal ini mengakibatkan nilai ulanganku bobrok. Dan hal ini terjadi berkali-kali. Akibat dari itu aku merasa diriku ini yang paling bodoh. Aku tidak ingin nunggak.&lt;br /&gt;Semenjak itu hidupku menjadi diselimuti ketakutan akan hal studi. Aku spaneng saat studi. Hari berganti hari hidupku yang lain juga menjadi spaneng. Aku mudah tersinggung. Aku menjadi pemarah. Selain itu aku juga tidak bisa tenang menghadapi masalah. Hal ini sangat mengganggu aku dalam menjalani kehidupan di MP.&lt;br /&gt;Dan ketidaktenganku itu juga mempengaruhi hidup sasialitasku. Aku menjadi orang yang sangat sensitif jika diejek. Dengan marah aku mejadi lebih lega. Hal tersebur selalu aku lakukan ketika ada teman yang menyinggung perasaanku. Walaupun sedikit aku tetap mamarahinya.&lt;br /&gt;Pada saat itu, hidupku memang sangat kacau. Keminderan yang aku punyai bukan hanya dalam studi saja, tetapi ketika tampil di depan umum aku juga minder. Aku malu orang lain mengetahui pribadiku yang seperti itu, sehingga aku menutup diri.&lt;br /&gt;Awal dari kejadian ini adalah aku tidak naik ke kelas empat SD. Aku menjadi terpukul. Ibuku merasa malu karena aku tidak naik, padahal dia adalah seorang guru. Aku menjadi merasa bersalah karena aku tidak naik kelas. Aku tidak dapat berbuat apa-apa lagi, karena kejadian itu sudah terjadi.&lt;br /&gt;Yang sangat menyakitkan adalah pelakuan keluragaku berubah setelah aku tidak naik. Ayah, ibu, dan kedua abangku menganggap aku sebagai anak bodoh.  Aku tidak dipercaya lagi ngerjakan tugas, karena mereka selalu memandang satu kegagalanku bahwa aku pernah tidak selesai dan tidak beres dalam mengerjakan tugas. Kerena pandangan mereka, lama-lama aku mengikuti pandangan mereka. Aku selalu tidak tuntas dalam mengerjakan tugas. Dan karena kesalahan itu selalu kuulang-ulang, aku sering dimarahi oleh orang tua dan kedua abangku.&lt;br /&gt;Selain itu aku juga sering dibanding-bandingkan dengan kedua kakakku karena hidup studi mereka lancar, mereka lebih rajin daripada aku. Dan hal tersebut kadang membuat aku jengkel. Aku tidak betah tinggal dirumah.&lt;br /&gt;Aku merasa mereka tidak mencitai aku. Aku membutuhkan cinta dari mereka, sehingga aku mencari perhatian kepada mereka. Tetapi caraku salah. Aku malah menambah kejengkelan mereka. Aku menggap jika aku tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang membuat mereka jengkel maka mereka akan mencintai aku. Tetapi aku tidak dapat mekalukannya. Aku jadi membenci diriku sendiri. Dan kepergianku ku seminari adalah pelarian dari luka batin yang kuderita.&lt;br /&gt;Ternyata ketika di seminari, masalahku tak kunjung usai. Dari MP sampai awal MM II, aku masih megalami pergulatan batin. Pada saat awal  MP, aku belum merasankannya lagi. Aku masih bisa bergaul dengan teman-teman secara wajar. Tetapi ketika aku tampil SA, mendapatkan nilai ulangan yang jelek, dan konflik dengan teman, aku muali merasakannya.&lt;br /&gt;Ketika perasaan itu muncul aku tidak dapat hidup dengan nyaman di seminari. Aku tidak merasakan kebahagian yang berasal dari diri sendiri. Tetapi sering meraskan kebahagian sesaat, bukan kebahagiaan sejati. Aku tidak dapat studi, bersosialitas dengan merdeka.&lt;br /&gt;Masalah ini aku ungkapkan kepada Sr. Maristella, yang menjadi pembimbingku. Aku ungkapan semua yang aku rasakan dengan jujur. Sr. Maristella mengajaku untuk membuka borok yang aku punyai itu. Tidak berkurang sakit hatiku itu tetapi malah tambah sakit. Kerena ini salah satu cara untuk menyembuhkan luka batin, aku tetap melakukannya dengan mengingat-ingat masalah yang aku hadapi dan Tuhan kuajak bicara mengenai masalah ini. Aku berdoa, meditasi dan berefleksi. Selain itu aku mencoba menerima ejekan-ejekan dari teman, mencoba memikirkan faedah ketika aku akan marah. Memang tidak terlalu berpengaruh besar tetapi aku mengalami sedikit perubahan.&lt;br /&gt;Ketika di MM I, aku bisa menerima ejekan-ejekan dari teman, aku tidak mudah marah lagi seperti dulu. Tetapi aku masih punya masalah, yaitu minder yang masih aku bawa sampai MM I. Aku mencoba mengolahnya bersama pembimbing rohaniku, Rm. Nano. Aku diajak supaya tidak selalu melihat ke atas alias, selalu melihat orang yang mampu melakukan segala hal daripada aku tetapi mencoba melihat ke bawah. Masih banyak orang-orang yang juga jauh kemampuannya daripada aku. Aku diajak mencari apa saja kelebihan yang aku miliki dan mengembangkannya, karena itu dapat mengurangi rasa minderku. Dan hasilnya lumayan. Minderku berangsur-angsur berkurang. Selama itu, aku terus memohon rahmat Tuhan supaya aku dapat mengolah malahku hingga tuntas.&lt;br /&gt;Dan ketika aku masih di MM I aku menyadari bahwa sumber masalah adalah masa laluku yang buru. Orang tuaku, saudara-saudaraku dan orang sekitar yang mempengaruhiku. Aku baru benar-benar sadar ketika itu. Mereka membentuku menjadi seseorang yang seperti ini. Dan oleh Boss Nano aku diajak untuk menerima apa yang terjadi pada diriku dan mensyukurinya, karena yang terjadi pada diriku pada masa lalu adalah anugerah dari Tuhan. Karena anugerah ini aku nantinya dapat mengerti bahwa perlakuan seperti itu tidak baik dan tahu apa yang harus aku laukan terhadap orang lain jika terjadi seprti pengalamanku.&lt;br /&gt;Di MM II, pengolahanku belum juga usai. Lama sekali aku mengolahnya. Akhirnya aku dibantu oleh Rm. Galih untuk menyembuhkan luka batin yang kuderita. Aku diajak memutar ulang semua masa laluku sampai aku merasa benar-benar sedih. Dan setelah itu aku mengahadap Tuhan bersama masalah itu. Seperti mendapat kekuatan ketika aku mendoakan masalah itu kepada Tuhan. Aku juga diajari validasi diri, yaitu melakukan pembalikan ketidakmampuan diri seakan-akan menjadi mampu. Hal ini bukan semu, melainkan sebagai motivasi diri. Misalnya adalah kita tidak teliti. Meditasi validasi dirinya kita bisa teliti. Caranya adalah merasakan bagaimana menjadi orang yang benar-benar tidak teliti sampai hati ini merasa sakit, kemudian kita buang perasaan sakit itu dengan menghembusakan nafas berkali-kali sampai perasaan itu  benar-benar hilang. Setelah itu lakukan pembalikan itu. Diucapkan dalam hati, sampai menyatu dalam hati dan diri kita atau sampai benar-benar terasa mantap. setelah itu dapat dikatakan atau diterikan validasi itu. Jika kita melakukannya meditasi validari diri secara teratur setiap hari maka masalah kita dapat diringankan.&lt;br /&gt;Selain itu aku juga diajak membuat motivasi hidup, suapaya hidupku jelas dan tidak terlaru pada masalah yang kuhadapi. Dan kenyataannya aku dapat merasakan perberdaannya, masalahku semakin ringan. Motivasiku ketika itu adalah mengolah masalah kepribadian di MM II dengan tuntas.&lt;br /&gt;Puncaknya adalah HOT pada tanggal 25-26 Februari 2006 kemarin. Ketika moment itu aku benar-benar memanfaatkan sebaik-baiknya karena menyangkut masalah kepribadian yang sangat berguna bagi masa depanku. Ketika itu, aku memberanikan diri untuk mengungkapkan semua yang aku rasakan selama di rumah dan seminari kepada kedua orang tuaku. Aku merasa sakit hati kepada mereka karena perlakuan mereka terhadapku. Aku sudah memaafkan mereka tetapi aku tidak akan tenang ketika mereka belum membuat jaji tidak akan melakukan semua pelalua mereka seperti yang dulu. Bahkan mereka memita maaf terhadap diriku. Dan ini adalah puncak penyembuahan yang aku alami. Setelah peristiwa ini kami menjadi lebih saling terbuka. Dan sekarang hubung kami menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mertoyudan, 10 Juni 2006&lt;br /&gt; Krismawan Tri Nugroho&lt;br /&gt; IdJonTJ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-5461770567853917124?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/5461770567853917124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/mencari-tirta-prawitasari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/5461770567853917124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/5461770567853917124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/mencari-tirta-prawitasari.html' title='Mencari Tirta Prawitasari'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-5293973462235041585</id><published>2009-07-26T01:55:00.001-07:00</published><updated>2009-08-01T08:09:00.233-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>Pilihan kecil membawa ke pilihan besar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pilihan-pilihan yang dibuat setiap hari, walaupun itu sangat kecil, nantinya akan membawa pada pilihan yang besar dan pilihan itu juga yang nantinya akan membawa kita pada jalan hidup yang sesungguhnya. Tapi sayangnya, hal ini baru kusadari dan kuketahui sekarang, di kelas 2 semester 2 ini. Tapi aku tidak menyesal, bersyukur malahan karena dapat mengetahuinya. Di MP dan MM I aku sungguh tidak tahu tentang hal ini. Terlintas di benakku pun tidak. Di MP dan MM I, terutama di MM I, pilihan-pilihan yang kubuat hanyalah pilihan berdasarkan rasa senang dan tidak senang. Jika pilihan itu membuat saya senang, maka saya lakukan, jika tidak maka tidak saya lakukan. Misalnya saja bacaan rohani. Saya tidak suka bacaan rohani, maka tidak saya lakukan atau saya lakukan karena terpaksa. Lalu dalam opera, opera itu kurang menyenangkan bagi saya, tapi karena wajib dan menyangkut komunitas maka saya lakukan tapi dengan ogah-ogahan. Selama ini pilihan-pilihan inilah yang saya pilih, dan saya tidak menyadari bahwa pilihan-pilihan yang seperti inilah yang nantinya akan membawa pada jalan panggilan yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;Sebenarnya dalam melakukan pilihan ada 2 roh yang bekerja yaitu roh baik dan roh jahat. Dan saya juga melakukan pilihan, mau menuruti roh baik atau roh jahat. Karena saya sudah terkontaminasi untuk memilih yang menyenangkan maka saya cenderung untuk memilih yang roh jahat dan sering mengingkari hati nurani saya. Tapi bukan berarti saya tidak pernah menuruti hati nurani saya, hanya saja frekuensinya lebih banyak yang menuruti roh jahat.&lt;br /&gt;Dalam pemilihan panggilan retret kemarin, saya sempat bingung; “Manakah jalan saya yang sebenarnya?” Tapi lalu saya melihat kembali pilihan-pilihan dari yang paling kecil yang pernah saya buat dari MP hingga sekarang. Dan ternyata pilihan-pilihan itulah yang menunjukkan jalan saya. Pilihan-pilihan saya hanya berdasar pada rasa senang atau tidak bukan baik atau buruk. Dan itu bukanlah pilihan seorang yang ingin menjadi imam.&lt;br /&gt;Saya sadari, bahwa jika ingin sungguh menjadi imam, pilihan-pilihan yang dibuat sejak awal, walaupun sangat kecil, harus selalu berpedoman pada hati nurani juga pada baik atau tidaknya pilihan itu bagi diri sendiri maupun orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ephraem&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1937824357925098412-5293973462235041585?l=ceritadanasmara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/feeds/5293973462235041585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/pilihan-kecil-membawa-ke-pilihan-besar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/5293973462235041585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1937824357925098412/posts/default/5293973462235041585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ceritadanasmara.blogspot.com/2009/07/pilihan-kecil-membawa-ke-pilihan-besar.html' title='Pilihan kecil membawa ke pilihan besar'/><author><name>danasmara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02986467171082510754</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1937824357925098412.post-6692190924646928767</id><published>2009-07-26T01:53:00.002-07:00</published><updated>2009-08-01T08:09:00.234-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='refleksi cinta'/><title type='text'>LIVE IS AN ART OF CHOOSING</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang besar selalu bermulai dari barang kecil. Andes pun diawali dari salah satu yang terlahir 3 Desember 1988. Pendidikan keluarga telah membentuk diriku untuk mengenal bagaimana mencintai saudara, mengenal Tuhan, egois, mengimani  Yesus, menjadi anak kreatif, suka menciptakan sesuatu, dan sedikit jahil. Pergaulan di luar lingkup keluarga telah membentuk diriku menjadi anak yang keras kepala, membenci temen-temen perempuan yang menthel, ga’ pengen jadi anak yang populer, usil,  pethakilan, ga’ suka gembar-gembor apa saja yang aku lakukan, dan ga’ suka kalo kebanyakan dikekang. Semuanya itu telah kubawa bersama dengan ragaku untuk masuk ke Seminari ini.&lt;br /&gt;Berani masuk seminari berarti berani meninggalkan keluarga, teman-teman di rumah  berani untuk tidak pacaran, serta pinter. Menurut kacamata pandangku dulu, hanya orang-orang yang bisa memenuhi empat konsekuensi utama itu yang bisa jadi Romo. Karena itu, aku selalu ingin hidup baik di  MP agar panggilanku tetap terjaga. Akan tetapi, aku jadi merasa tertekan karna aku bukanlah diriku sendiri. Aku telah membohongi diri. Maka, sedikit-sedikit aku menunjukkan diriku yang sebernarnya. Aku berani bersikap dan bertingkah laku seperti layaknya aku di rumah sendiri. Dengan bimbingan kepribadian dan rohani, kepribadianku lambat laun tertata. Berat memang, mengubah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan. Bagaimananpun juga aku tetap memaksa diri untuk perubahan itu. Waktu itu kesadaran diri telah membuka pikiranku bahwa perkembangan kepribadian yang HARUS kualami ini bukan demi eksistensiku di seminari , melainkan ini demi diri pribadiku yang memang harus ditata karena sebagai remaja psikis dan rohaniahku masih labil. Sepanjang proses ‘pemaksaan diri’ dan pergulatan dengan rutinitas, tak jarang aku merasa bosan. Kebosanan inilah yang membuatku malas untuk hidup di Seminari dan terus menghadirkan bayangan situasi rumah yang bebas banget. Untuk mengatasi hal satu ini aku selalu mencoba dan mencari sesutu yang baru di setiap hari, sesuatu yang positif: aku meneruskan hobi origami-ku, aku mem
